Mengurangi penggunaan kantung plastik

plastic-tas-1

Mulai 1 Januari 2016, Anda membayar untuk tas plastik anda. Tas sendiri, lebih baik bagi lingkungan

 

Hal baru apa yang kalian dapati di awal tahun baru ini selain kalender baru?

Di Belanda mulai tanggal 1 Januari 2016, mulai dikenakannya biaya untuk kantung plastk yang kita gunakan. Jika selama ini biaya  tas (kantung plastik) diterapkan hanya di supermarket saja, kini berlaku disemua sektor yang menyediakan kantung plastik, misalnya toko baju dan toko lainnya. Bahkan toko oriantal (Asia) pun yang menggunakan kantung kresek harus bayar juga. Yang belum aku datangi adalah pasar tradisional, apakah kita pun harus membeli kantung plastik yang biasanya dapat kita tarik sesuka hati untuk mengantungi tauge, cabe, jeruk dan lain lain setelah ditimbang oleh penjual? Atau apakah semuanya akan diseragamkan menggunakan tas kertas seperti di toko sayuran dan buah?

Sebetulnya pengurangan penggunaan tas plastik telah diajarkan oleh ibuku saat aku masih tinggal di Indonesia. Ibu selalu meminta asisten kasir (yang banyak bertaburan  di Indonesia) yang tugasnya memasukan barang belanjaan kita ke kantong plastik untuk memasukan belanjaan ke tas (tapi masih plastik juga) yang dibawanya dari rumah, atau meminta asisten kasir tersebut untuk meminimalkan penggunaan tas palstik, jika barang yang dibeli cukup menggunakan satu kantung kresek ya gunakan satu saja jangan sampe tiga kantung kresek. Kecuali barang basah dan kering bolehlah dibedakan tasnya.

Begitupun teman sekaligus guru privat menjahitku, delapan tahun lalu dia mengajak aku untuk membuat tas kain yang lucu lucu buat belanja dan menolak kantung plastik dari supermarket.

Saat aku berada di bandara Soekarno Hatta tujuh tahun yang lalu, saat say goodbay pada keluarga yang mengantarkan kepergianku untuk menetap tinggal di Belanda, tanteku menyelipkan tas kain dari jogya yang bisa dilipat jadi kecil. Bisiknya, buat mengantongi belanjaan kamu jika kamu berbelanja, kan disana ga disediakan tas plastik. Begitu ucapan tanteku yang ‘melek dunia’ dan lebih tau tentang urusan tinggal di luar negeri daripada diriku.

Begitu tinggal di Belanda, aku melihat bahwa penggunaan tas plastik memang dibatasi, saat itu jika ke supermarket untuk tas apapun kita dikenakan biaya, mau tas plastik yang paling murah atau tas lainnya yang lebih ramah lingkungan.  Mengetahui kondisi tersebut aku selalu menyelipkan tas plastik yg sudah dilipat kecil disetiap tas yang aku punya, bahkan di kantung jas suamiku hahaha.

Jika mau jujur sebetulnya aku melakukan itu bukan hanya karena prinsip untuk membantu dunia yang lebih ramah lingkungan namun karena saking ga mau ruginya mengeluarkan uang hanya untuk tas belanjaan. Namun untunglah kini aku mulai berpikir karena tak mau menyampahi dunia dengan sesuatu yang sulit di daur ulang atau tak ramah buat lingkungan.

Penerapan biaya untuk semua tas plastik yang kita gunakan tak sekonyong konyong muncul begitu saja, tentu saja sudah digembar gemborkan dalam beberapa waktu sebelumnya, bahkan pada bulan september 2015 pemerintahan (gementee) Rotterdam mengadakan sayembara dengan jumlah hadiah uang yang menggiurkan bagi mereka yang memberikan ide terbaik model tas untuk pengganti tas plastik. Dan pada bulan oktober diumumkanlah para pemenangnya, jika kalian ingin melihat seperti apa tas tas yang diilhami para Rotterdamers, inilah para pemenang nya.

Oh ya, saat ini aku selalu membawa tas kecil yang dibeli seharga satu euro di sebuah toko serba ada (toko klontong) yang jika rusak kita bisa menggantikannya dengan yang baru atau meminta uang balik, yang hingga saat ini tak pernah aku ganti dengan yang baru karena saking awetnya ga rusak rusak.

Bagiku penerapan biaya tas plastik sangat aku dukung, setuju banget. Setidaknya awal dari diri sendiri untuk selalu bawa tas dari rumah, walau awalnya karena tak mau rugi kini lebih karena ingin membuat lingkungan lebih bersih lagi, nyaman dan tentram.

Kalau kalian, gimana?

Advertisements

32 thoughts on “Mengurangi penggunaan kantung plastik

  1. Kalau saya kadang kalau belanja yg kecil-kecil dan bisa dimasukin ke tas suka nolak juga kalau dikasih kantong plastik. Tapi kalau ke pasar tradisional rada susah mengurangi kantong plastik ini

  2. Setujua. Aku sih udah mulai mba, walau kadang masih suka alpa bawa kantong plastik. Diusahain banget mulai sekarang. Sayangnya di Indonesia kadang gak didukung sama pramuniaga tokonya. Mereka suka maksa kita pake kantong plastik mereka walau kita udah bawa tas sendiri 😦

  3. Aku sudah demen dengan tas kain sejak sebelum tinggal di Irlandia. Waktu itu di Jakarta, kalau gak salah di Multiply deh, ada yang jualan kantong kain untuk belanja. Beli satu, terus aku contek.
    Selain bawa kantong kain sendiri aku juga bawa shopping trolley, tinggal geret-geret gak perlu angkat-angkat.

    • Ternyata di pasar tradisional juga, karena barusan aku bebli pakcoy di pasar dikenakan 10 cent juga buat pelastiknya, klo ga beli itu kresek masa itu pakcoy disatuin dengan baju yang baru aku beli juga? Hihihi

  4. Aku sedang usaha ngurangin pakai kantong plastik nih Yayang, suka bawa foldable bag kalau belanja.. kalau di Indonesia sih masih jauh kayaknya, soalnya aku ke minimarket bilang “ngga usah pake kantong plastik mas/mba” eh malah bengong kasirnya hehehe.. soalnya masih gratis sihh di kebanyakan toko disini..

    • Ohhhh bagus juga, disini juga suka ada kardus kardus bekas, biasa nya yg abis belanja langsung ke mobil atau sepeda ntar dimasukin ke tas yg di sepeda
      Oh ya kebetulan kemarin liat di tv tentang pendapat orang orang yg kebetulan pake tas plastik di tanya plastik nya hrsnya bayar ga? Rata rata mereka bilang bayar, dan ditanya lg oleh reporter, kenapa hrs bayar? Dan ada yg jawab untuk lingkungan yg lebih baik, langsung disamber ama reporter, lho bukannya dgn membeli malah membuat lingkungan jadi kotor, harusnya malah ga beli plastik, gunakan tas yg ramah lingkungan….. Hihihi, betul juga

  5. Aku sejak disini jadi makin rajin bawa tas kain buat belanja di supermarket. Waaah bagus tuh sekarang semua sektor suruh bayar plastik. Disini masih di supermarket aja. Btw, di pasar traditional kecuali beli daging mereka jarang kasi plastik. Cuma dibungkus kertas atau masukin ke kantong kertas. Semoga dunia menjadi lebih baik dengan mengurangi sampah 🙂

    • Ohh, ada kemungkinan sebentar lagi di Italy juga seluruh penggunaan kantung plastik harus bayar. Oh bagus itu pasarnya, dagangannya dimasukan kantong kertas, disini masaih pake plastik dan kitanya mesti bayar.

  6. Soal jahit menjahit sy dl dibuatkan tempat disket dari kain..waktu itu masih disket kecil..jd g pake tas atau kresek..
    Yg sy kurang suka klo ada kantong plastik yg warna item banyak karbonnya.kurang sehat klo buat nyimpen gorengan..

    • Iya keresek item kononnya bisa menimbulkan kanker, klo ga salah aku pernah baca ada peringatan untuk tidak menggunkan plastik hitam saat membagikan daging kurban, karena plastiknya tidak hygines

  7. Saya kerja di supermarket premium… kl ada peraturan seperti ini saya SETUJU bgt..
    Kadang saya jg bingung sm org2 kaya… plastik mnta di double2 pdhl belanjaannya ga berat… alasan ini itu… udh dblg kl plastik kami d stok.. tp malah mereka marah2…
    Bayangin saja.. cm beli tisue aja mnta d double.. buat apa??
    Semoga segera direalisasikan dan konsisten peraturannya.. aamiin

  8. Sepaham. Dari taun lalu, saya udah mulai diet kantong plastik. Terutama kalo belanja di minimarket ya. Kalo untuk bungkus nasi padang, ya tetep pake. Hehe.

    Biasanya saya ke minimarket sepulang kerja, sebelum ke kost. Jadi barang2 belanjaan bisa dimasukin ke tas kerja. Habis sayang, masa cuma beli minuman kaleng harus pake plastik. Minum dan pake kantong plaatiknya ga sampe 10 menit. Ngolah sampah plastiknya entah berapa lama.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s