Kasteel de Haar

Berkunjung ke kastil de Haar bagaikan berada di cerita HC Andersen yang dulu aku baca, seperti dongeng saja.

Dimulai saat liburan natal anak anak sekolah yang libur selama dua minggu, kami tak banyak merencakan liburan musim dingin seperti biasanya. Karena keungan yang harus dijaga ketat dan padatnya kunjungan di tiap weekend dalam beberapa minggu terakhir membuat kami tak ber-planning untuk mengisi liburan musim dingin dengan ‘sepatutnya’.

Kami menginap satu malam di hotel Bilderberg T’Speulderbos yang berada di Garderen, daerah yang terletak diantara Utrecht dan Amersfoort. Anak anak sangat menikmati fasilitas hotel yang bersahabat dengan anak anak, kolam renang indoor, sauna dan  banyaknya fasilitas bermain. Kami  menambah jam check out hingga pukul lima sore dengan perkiraan kami bisa berjalan jalan dulu di sekitar hotel dan tidak terburu buru saat pulang. Tapi niat awal untuk ikut aktivitas di sekitar hotel hancur berantakan saat aku mengusulkan bagaimana jika kita berkunjung ke kastil saja. Dan pilihan kami adalah mengunjungi Kastil de Haar.

Beruntung kami berhasil tiba di kastil lima belas menit sebelum tour dengan pemandu wisata (tour guide) yang terakhir, yaitu setengah empat sore. Tentu saja kami mengikuti tour wisata yng diperuntukan untuk anak anak, namanya juga liburan anak anak kan. Dengan tiket masuk rondleiding sebesar 14 euro (dewasa) dan 9 euro (anak anak 4-12 tahun) bisa aku katakan adalah harga yang tidak sia sia untuk mengikuti tour tersebut.

Sesuai namanya “Kinderrondleiding de Barones Vertelt” menceritakan kehidupan putri bangsawan saat tinggal di dalam kastil. Semuanya lengkap diceritakan, hingga membuat mulutku ternganga, detail sekali pemandu yang membawa kami bercerita pada anak anak, semua bahasa yang dikemukakan adalah bahasa yang dapat dipahami anak anak, disertai pertanyaan yang simpel, sangat khas anak anak membuat diriku mengerti, maklum kemampuan bahasa Belandaku sangat kurang, jadi mengikuti guide tour untuk anak anak sangat sesuai untukku.

Dimulai dengan sajian film yang menceritakan sejarah singkat kastil de Haar. Dimulai pada tahun 1391 keluarga de Haar menerima tanah, bangunan dan benteng dari kekuasana Hendrik van Woerden hingga tahun 1440. Benteng yang megah itu tak selamanya berdiri kokoh dan megah, beberapa tahun ke depan benteng tersebut mengalami berbagai macam peristiwa, mulai dari pembakaran hingga hancur pada masa perang dengan Prancis saat Rampjaar tahun 1672. 

Pada tahun 1887 pewaris dari reruntuhan benteng ini, Etienne van Zuylen van Nijevelt, menikah dengan Hélène de Rothschild, bangsawan paling kaya saat ditu di Eropa. Dengan keseluruhan biaya dari keluarga Rothchild maka dibangunlah reruntuhan kastil de Haar. Dengan bantuan arsitek terkenal Pierre Cuypers. Kastil yang megah dengan jumlah kamar 200 buah dan 30 kamar mandi akhirnya selesai  yang memakan waktu hampir 20 tahun.

Sampai disitu anak anak termasuk aku hanya mendengar penjelasan mengenai kastil sambil lalu saja, hingga kemudian rondleiding sesungguhnya pun dimulai. Dimulai dengan menadatangi dapur yang besar, kami dibuat ternganga dengan kelengkapan dapur, panci panci yang mengkilat dan berwarna kuning, kompor besar yang berjajar, seperrti awal dapur modern yang dimiliki keluarga kaya, dapur island istilah. Sang guide menjelaskan bahwa satu panci yang ada dihapan kami beratnya (tanpa soep) sekitar 25 kilo! Untuk menyalakan kompor hingga mencapai temperatur yang diinginkan membutuhkan waktu satu minggu lamanya. Busyet! Bayangkan klo pingin masak indomie harus menunggu satu minggu untuk menyalakan kompor saja, mati deh! Itulah sebabnya jaman itu kompor dibiarkan menyala sepanjang hari. Selain itu sang pemandu menjelaskan sistem lemari es pada saat itu. Lemari besar yang ada di sebelah kiri dari pintu masuk ke dapur adalah kulkas tanpa listrik . Ada bak besar diatas lemari yang diisi es, hingga uap es yang ada di atas mengalir ke bawah dan membuat sayuran yang ada di lemari tetap terjaga kwalitasnya.

Dari dapur kami berjalan ke kamar tamu untuk baron (bangsawan laki laki) menginap. Pemandu menunjukan kamar untuk bangsawan laki laki akan mudah dikenali karena disetiap sudut langit langit terdapat semacam tombak kecil yang menjulur. Pemandu bertanya pada anak anak tahukah kalian untuk apakah fungsi benda tersebut? Tak ada seorang anakpun yang memberikan jawaban, termasuk kami para orang tua yang mengekor dari belakang anak anak, tak menjawab pertanyaan sang pemandu. Kemudia dia berkata, bahwa benda tajam yang menjalas seperti penangkap petir disetiap pojok langit langit kamar adalah berfungsi untuk menangkap hantu. Sambil bercanda sang pemandu berkata bahwa penangkap hantu hanya ada di kamar bangsawan laki laki saja dan tidak dipasang di kamar bangsawan putri, artinya hantu hanya mengganggu laki laki saja. Aha! Yes kebetulan pemandu kami saat itu adalah seorang perumpuan. Anak anak mulai terdiam, apalagi anak laki laki. Namun tiba tiba Cahaya mengacungkan tangannya sebagai tanda dia minta izin untuk berkata, setelah milihat tanda bahwa pemandu mempersilahkan Cahaya untuk bicara, dia berkata dengan lantang ‘hantu itu tidak ada’ niet bestaat! Wih para orang tua tertawa mengiringi ucapan Cahaya.

Dari situ kami menuju kamar Helene, sang bangsawan kaya yang berhasil mengubah kastil ini dengan indah. Karena dia yang mempunayi uang, maka dialah yang menentukan ingin seperti apa kamarnya, warnanya pink. Hahaha persis kamar barbie yang ada di film film, membuat kami tak percaya melihatnya. di jaman itu? Dan hanya kamar dia saja yang berwarna lain dengan deatil yang lain dari ruangan lainnya. Kamar tersebut disertai kamar mandi yang besar, dengan kaca yang banyak yang jika kita bercermin disana maka tubuh kita akan sedikit terlihat kurus (ya, barones Helene bukan bangsawan yang langsing, jadi dia memakai trik untuk membuat dirinya terlihat langsing dimatanya). Dengan badtab yang sejajar dengan lantai memudahkan sang bangsawan tinggal nyemplung saja saat dia akan mandi.

Kemudian diperlihatkan pula ruang makan untuk jamuan para tamu, lengkap dengan sendok garpu yang terbuat dari perak, dijelaskan pula bagaimana pelayan melayani para tamu saat jamuan makan, pakain seperti apa yang dikenakan para pelayan, posisi duduk untuk para tamu undangan, juga kartu menu, seperti di restaoran saja, para tamu bisa memilih makanan yang dinginkannya.

Kami diajak pula ke ruangan dansa, ada balkon yang tertutup yang diperuntukan para pemusik, ada ruangan bermain catur, juga ruangan kerja, istimewanya di meja yang ada di ruangan tersebut kami bisa melihat buku besar yang berisi catatan biaya pengeluaran rumah tangga untuk jamuan makan, lengkap. Dan semuanya tercatat dengan tulisan yang rapih. Oh  ya kastil yang bertingkat tingkat itu terdapat lift juga, tentu saja kami tak bisa menggunakannya. Para pengunjung tetap memnggunakan tangga berkelok kelok yang sempit.

Lamanya tour barones ini hampir memakan waktu satu jam setengah dan waktu tersebut tak terasa sama sekali, semuanya asyik dan menyenangkan. Tentu saja foto dan camera tak diperkenankan di dalam kastil, bahkan tas pun harus disimpan di loker.

Tak hanya si kembar saja yang menikmati tour ini, aku dan Luc pun sangat puas. Beberpa hari sejak kami pulang dari kastil, si kembar hanya bercerita tentang kastil saja, hingga mereka menambahkan nama de Haar dibelakang nama mereka. Hahaha si kembar kini tak bernama Neville lagi.

DSC00522DSC00528

DSC00532DSC00533DSC00520DSC00530

Advertisements

15 thoughts on “Kasteel de Haar

  1. Kastilnya keliatannya meriah banget ya mba, dapurnya, kamar tidurnya. Hahaha padahal kalo udah kastil kepikirnya tuh biar mewah tapi kan udah buluk (usang) di makan waktu :). Dan penasaran kenapa hantunya cuma mengganggu anak laki2 saja dan bukan anak perempuan? :/

    • Iya warna kastil cenderung sama dimana mana kesannya kelakuan dan tua, tapi masuk ke kastil ini bakalan dibuat takjub dengan aksesoris yang ada di dalamnya, dindingnya dihiasi karpet karpet yg indah, dan kamar Helene berwarna Pink kayak kamar barbie.

  2. Wow, kastilnya dibangun di atas danau tersendiri… tak terbayang deh bagi saya kayanya keluarga Rotschild itu (eh tapi keluarga itu memang terkenal banget ya kekayaannya). Tur ini sangat membuka mata banget ya Mbak soal bagaimana kaum ningrat Eropa masa lalu menjalani kehidupannya. Tombak yang dipakai penghalau hantu, panci-panci berat, kompor yang dibiarkan menyala seminggu, bahkan putri yang tak bisa menerima kenyataan dirinya! Astaga, ini bakal jadi topik yang bagus banget. Semoga suatu hari nanti saya bisa ikut turnya juga!

    • Iya Tour guide nya detail banget menjelaskan nya, bahkan kesalahan ‘satu’ buah keramik yg terpasang salah di dapur di tunjukkan nya. Kompor di dpt tsb dibiarkan menyala sepanjang masa (kala itu) krn untuk menyalakan apanya dibutuhkan waktu hingga satu minggu hingga mencapai suhu yg diinginkan, kami kompor nya dibiarkan menyala saja.

      Semoga jika kamu datang Ke Belanda, kamu bisa menyempatkan datang ke kastil de Haar, dan ikut tour nya.

      • Wah, kenapa bisa salah ya keramiknya? Tidak sengajakah? Menarik…
        Amin, mudah-mudahan bisa tandang ke sana ya Mbak :hehe.

    • Mungkin untuk mempersulit jika ada penyerangan, jadi jembatan nya tidak diturunkan, untuk mempersulit akses masuk. Hehehe hanya jawaban saat nonton film aja, mungkin ada teman yg bisa menjawab nya secara ilmiah?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s