Di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat

Kira kira pepatah seperti itu yang dulu sering aku dengar dari guruku waktu SD. Ibuku pun sering bilang begitu, katanya kalau kamu rajin berolah raga atau bergerak maka kamu akan pintar. Walaupun sudah diiming imingi kata ‘akan pintar’ Β tapi toh aku tak suka olah raga, tapi untunglah aku suka bergerak kesana kemari, main di luar rumah, lari lari di lapangan kampung waktu aku kecil, main galah.

Masih juga kata ibuku saat aku kecil, negara besar adalah negara yang olah raganya maju, contohnya China, negara negara di Eropa dan juga Amerika, kala itu aku membenarkan juga kata kata ibuku.

Kini saat Cinta dan cahaya masuk sekolah dasar, aku melihat dan memahami mengapa negara Indonesia yang berpenduduk banyak bisa dikalahkan oleh negara negara yang jumlah penduduknya jauh lebih kecil dari Indonesia. Ternyata disini anak anak sudah berolah raga tiap hari sejak kecil. Contohnya si kembar ini.

Begitu masuk sekolah dasar saat mereka berusia empat tahun, olah raga senam dilakukan tiap hari. Selama dua tahun (saat mereka berada di kelas groep 1 dan 2 kalau di Indonesia pada usia TK). Kini saat mereka berusia 6 tahun dan duduk di di groep 3, senam dilakukan 6 kali dalam sebulan (setiap hari senin dan hari selasa tiap dua minggu sekali).

Dari awal mereka bersekolah si kembar terutama Cinta paling suka pelajaran olah raga, yang diceritakan sepulang sekolah hanya meester Bart, juf Jolanda atau juf Mandy guru olah raganya. Hingga pada suatu hari Cinta berkata bahwa kelak dia ingin menjadi akrobatik dan ingin masuk sirkus. Ada suatu masa dimana aku harus duduk di depan tempat tidur mereka yang bertingkat, disitu mereka berakrobatik. Kemudian aku harus bertepuk tangan setiap mereka selesai mengadakan pertunjukan khusus untukku. Disitu aku harus mengelus dada melihat anak anakku jumpalitan.

Suatu hari aku melihat berita di TV yang membuat ku tertarik, disitu tersaji anak anak yang sedang belajar di dalam kelas, mereka berdiri di samping meja mereka kemudian melompat lompat sambil meneriakan angka angka, misalnya dua dikali tida sama dengan enam, sambil melompat lompat. Kemudian pembaca berita menjelaskan bahwa berdasarkan penelitian anak anak yang belajar membaca dan berhitung sambil bergerak (melompat lompat) hasilnya akan lebih cepat lima bulan dibandingkan anak anak yang belajar dengan cara duduk rapi di bangkunya.

Satu hari serelah aku melihat tayangan di TV secara tak sengaja aku membaca koran Metro yang aku ambil di bis sehabis pulang dari pasar dan artikel yang menarik perhatianku adalah artikel mengenai cara belajar sambil melompat itu. Berikut bunyi artikelnya: Β http://www.metronieuws.nl/binnenland/2015/11/springend-in-de-klas-leert-kind-beter

Satu minggu yang lalu aku dikirimi foto oleh guru kelasnya Cinta dan Cahaya, beberapa kegitan anak anak saat mereka senam di aula dan juga saat mereka belajar membaca di kelas. Oh ya sekarang Cinta dan Cahaya sudah bisa membaca, senangnya hatiku. Karena mereka sama sekali tidak aku ajari membaca, mereka benar benar belajar membaca dari sekolah begitu mereka duduk di groep 3, benar benar mulai huruf perhuruf, mulai bulan September 2015 dan kini tiga bulan kemudian mereka telah berhasil ‘lulus’ membaca tingkat lezen Kern 3 artinya mereka telah bisa mengeja dan membaca setiap kata kata singkat. Dan dalam satu menit Cahaya berhasil membaca 23 buah suku kata artinya dia telah bisa membaca dengan lancar, sedangkan Cinta hanya berhasil membaca 16 suku kata dalam satu menit.

Dan ini lah foto fotonya:

20151105_093853[1]

Cinta menclok di jendela, gaya bebas anak anak saat membaca di kelas, lucu ya…..

20151105_093902[1]20151105_093904[1]

IMG-20151116-WA0007[1]

Cinta jungkir balik

IMG-20151116-WA0004[1]

Di hadapan mereka tersedia kertas petunjuk, anak anak harus mengikuti gerakan seperti yang tersaji atau diperlihatkan dalam gambar.

IMG-20151116-WA0003[1]FB_IMG_1448914816120[1]FB_IMG_1448914805652[1]

FB_IMG_1448914689199[1]

Anak enam tahun sudah terbiasa bergelantungan dengan seutas tambang

FB_IMG_1448914649493[1]

Aha mereka harus berlomba untuk naik ke atas. Kalau Cinta atau Cahaya menang, tentu saja sepanjang jalan pulang ke rumah mereka hanya bercerita padaku tentang betapa hebatnya mereka di kelas senam, hahaha.

Jika melihat foto foto mereka, aku berusaha mengingat ngingat apa yang aku lakukan saat berusia enam tahun atau saat duduk di kelas satu SD. Berenang tanpa orang tua? Mengganti baju dan memakai baju sendiri di sekolah setiap hari setiap selesai berolah raga? Jungkir balik di atas matras? Seingatku tidak! Tapi Cinta dan Cahaya dan puluhan ribu anak lainnya disini sudah melakukannya setidaknya sejak mereka berusia empat tahun.

PS. Foto foto diatas kepunyaan guru Cinta dan Cahaya.

Advertisements

23 thoughts on “Di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat

  1. Beneran baru tau ada metode spt ini Mbak. Kalo dulu di Indonesia kan belajar musti sama duduk biar “sopan” hahaha. Klo dipikir, anak2 itu melakukan beberapa hal dlm waktu bersamaan berarti melatih konsentrasi juga ya

  2. wuaaa.. nampak menyenangkan sekalii ^^

    pasti yg teteh inget dulu duduk di meja dan bangku dg tangan sedekap ya, teh? ahaha.. dulu titin gitu, meski pas diinget2 titin sll berdiri senderan di tembok kalo guru ngajarin :)). dan yg lainnya duduk tenang.

  3. Sukaa sekali model pendidikannya. Memang harusnya anak seumur Cinta & Cahaya itu banyak bergerak dan beraktivitas, bukan cuma berkutat aja di kelas dengan buku (dan gadget)…

    • Di artikel itu juga disebutkan, selain belajar sambil/metoda melompat lompat, ruangan yang berwarna biru muda, sarapan yang baik, tidak pake gadget dan pakai minyak wangi yang harum akan menambah nilai plus untuk membentuk anak yang pintar, gitu katanya

      • Minyak wangi? unik ya, baru tau loh itu bisa jadi nilai plus untuk membentuk anak yang pintar :O
        No gadget, banyak bergerak, dan sarapan yang baik, kapan ya itu bisa di terapkan di Indonesia πŸ™‚

  4. Mensana in corpore sano ya πŸ™‚ .

    Begitulah, secara umum aku amati orang Belanda memang relatif lebih memperhatikan kesehatan daripada di Indonesia πŸ™‚ . Aku setuju dengan ini karena jika tubuh kita sakit, tentu kita tidak bisa maksimal dalam menjalankan aktivitas kita, ujung-ujungnya tidak baik juga untuk kesehatan “jiwa” πŸ™‚ .

  5. Wah seru ya Mba, di sekolah Cici di KL kurang lebih juga sama. Sekolahnya akademik sekali, tapi cara belajarnya luar biasa santai. Olahraga juga diutamakan, berenang, gym, games, dan ini kayanya yang ditunggu2 Cici πŸ˜€

    Dan kayanya anak memang lebih mudah belajar dengan cara seperti ini. Cici juga belajar baca tulis di sekolah 😁

  6. Halo mbak yayang, salam kenal ya =) lagi blogwalking liat blognya mba yayang dari WP recommendation hehe
    Anak-anak aku sering cerita apa aja yang mereka kerjain kalo gym, tapi aku ga kadang suka ga punya bayangan ngapain aja mereka sebenernya (karna kan kalo kita dulu di indonesia beda yah). kayanya ga jauh-jauh dari foto-foto postingan mba yayang ini ya hihihi. Aku si salut lah sama keberanian mereka, masih kecil udah pada bisa koprol, atau hand stand, atau apalah yang buat aku dari dulu udah nakutin (kecuali pesenam mungkin, perasaan dulu pas SD mentok-mentok SKJ bareng di lapangan deh hahaha).

    • Hallo Anis salam kembali, hahahaha betul waktu aku kecil paling nyampe SKJ aja ga sampe jumpalitan segala. Iya beruntung banget gurunya si kembar ngebagi fotonya dgn para orang tua jadi kita tau seperti apa gym yg dilakukan anak anak

  7. Sidakep bari balem hehe

    Tempat Olah Ragana di negara tempat kita tinggal mah baragus nya teh, fasilitas memadai pisan, barudak bade jujumpalitan oge insyaAllah aman.

    Si cikal sama anu no 3 oge ikutan senam indah teh di Sakolana πŸ™‚

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s