Intocht Sinterklaas, Meppel 2015

Kami memutuskan tetap pergi ke Meppel pada hari itu, sabtu tanggal 14 November. Malam sebelumnya Luc dari pukul 11 malam hingga pukul 2 pagi tak juga beranjak dari layar kaca, mengikuti berita tragedy di Paris. Berkata padaku mungkin ada baiknya kami membatalkan acara melihat Sinterklaas di Meppel. Udara yang tak begitu mendukung untuk seharian berada di luar, tragedy Paris dan juga para demonstran yang akan datang menentang acara Sinterklaas dan masalah Zwarte Piet yang dianggap akar masalah rasis.

Aku tak menjawabnya dan menunggu esok harinya. Aku dan sandra sudah saling berkomunikasi mengenai rencana ke Meppel ini, Sandra mengabarkan bahwa kami tak dapat parkir di depan rumahnya, karena akses ke rumahnya di hari itu mulai pukul 9 pagi hingga pukul 18.00 akan ditutup. Saran darinya untuk naik kereta ditolak oleh Luc, kami akan mencari parkir di luar kota Meppel dan berjalan ke arah intocht Sinterklaas.

Dan hari sabtu itu, kami toch tetap pergi juga, pukul setengah sepulh dari rumah dan tiba di kota Meppel pukul setengah duabelas. Beruntung kami melihat papan besar yang bertuliskan Intocht Sinterklaas Parking Plaat, mengarahkan mobil kami untuk ke tempat parkir tersebut, gratis dan aman,  Alhamdulilah. Keluar dari mobil kami disambut oleh seorang bapak yang memberikan kami bunga, bercakap cakap pada anak anak, bertanya pada mereka apakah mereak siap untuk masuk TV yang langsung disambut antusias oleh kedua bocah yang tak mau duduk diam itu.

Disambut oleh seorang relawan yang memberikan bunga pada kami, begitu keluar dari mobil

Disambut oleh seorang relawan yang memberikan bunga pada kami, begitu keluar dari mobil

Ternyata Sandra famili ada disisi lain, tepat di panggung dimana burgemester Meppel berada, memberi sambutan kedatangan Sinterklaas setelah sebelumnya berpidato sesaat tentang rasa duka yang mendalam atas tragedy Paris semalam, menyesalkan bahwa peristiwa tersebut mesti terjadi. Sedangkan kami berjalan dari sisi yang berbeda melewati para demonstran dan berdiri di depan para demonstran yang menentang adanya zwarte Piet, kemudian Luc mengajak kami berjalan menjauhi para demontran tersebut, kasihan anak anak katanya kalau harus mendengar apa yang diteriakan para demenstran, ini pesta mereka, pesta anak anak di Belanda menyambut kedatangan Sinterklaas dari Turki datang ke Belanda untuk memberikan kado pada anak anak baik, dan memecut anak anak nakal (hahaha).

Datang pada pertengahan bulan November ke Belanda dan pada tanggal 5 desember malam akan melanjutkan perjalanan ke negeri Spanyol, berlibur, menikmati udara yang lebih hangat dari Belanda. Dan di malam 5 november disini dirayakan acara pakje avond, dimana anak anak akan dibangunkan untuk melihat apakah mereka mendapatkan kado dibawah cerobong asap atau tidak. Melalu cerobong asap itulah Sinterklaas datang ke setiap rumah dengan bantuan pembantunya yaitu zwarte Piet, itulah sebabnya mengapa zwarte Piet hitam karena dia harus melalui cerobong asap yang hitam dan kotor. Jadi menurutku bukan masalah rasis mengapa orang kulit hitam yang harus jadi pembantu Sinterklaas, mengapa bukan orang kulit putih yang jadi Piet, mungkin saja kan Piet di dongen Sinterklaas memang berkulit putih?

Para demonstran!

Para demonstran!

Berikut aku copy paste bahasan dari wiki mengenai budaya asal mula cerita Sinterklaas di Belanda.
https://id.wikipedia.org/wiki/Sinterklas

Di Belanda, Santo Nikolas (lebih sering disebut “De Goede Sint” ) dibantu oleh seorang budak, yang disebut Zwarte Piet (“Piet Hitam”). Beberapa kisah melukiskan Zwarte Piet memukul anak nakal dengan tongkat atau memasukan mereka ke dalam karung dan membawa mereka ke Spanyol. Beberapa berpendapat legenda Zwarte Piet menjadi rasis karena itu merujuk kalau Santo Nikolas menggunakan budak Afrika bekerja untuknya dalam hari sebelum pakjesavond (5 Desember — hari saat kado dibuka), meskipun “Zwarte Pieten tidak digambarkan sebagai budak sekarang.

 Pit hitam, teman sinterklas di Belanda

Zwarte Piet yang berterima kasih tidak tau harus kemana, dimana dia terpisah dari rekannya dan tidak ada pekerjaan untuk membantu dirinya, dan akhirnya Santo Nikolas menawarkannya pekerjaan. Beberapa mengatakan kalau dia menulis daftar hal yang diingini oleh anak-anak, yang lain mengatakan kalau Zwarte Piet mengikuti jejak semua anak nakal untuk memasukannya kedalam karung dan membawanya ke Spanyol. Beberapa dasawarsa yang lalu, cerita ini telah diubah dan budak itu telah menjadi budak modern yang mempunyai muka hitam karena mereka memanjat cerobong asap dan menjadi hitam karena jelaga dari api.

Sinterklaas memakai baju mirip dengan uskup. Dia memakai mitra merah dengan salib emas dan membawa tongkat uskup. Kemiripannya dengan uskup dari Myra terlihat jelas disini.

Hadiah diberikan selama perayaan ini dan lebih sering diikuti oleh puisi. Lebih banyak hadiah serius mungkin disediakan untuk besok pagi. Karena memberi hadiah adalah pekerjaan Sinterklaas, hadiah tidak diberikan pada hari natal di Belanda, tapi orang komersial mulai memanfaatkannya di pasar.

Menurut tradisi, Sinterklaas memiliki Piet untuk berbagai macam hal,: Piet merupakan navigasi untuk keretanya dari Spanyol menuju Belanda, atau Piet untuk memanjat atap untuk memasukan hadiah kedalam cerobong asap. Beberapa tahun banyak cerita telah muncul, paling banyak dibuat oleh orang tua untuk membuat anak-anak tetap percaya kepada Sinterklaas dalam kebijaksanaan dan untuk menghilangkan kelakuan yang buruk. Dalam beberapa kasus, Piet agak ceroboh dalam pekerjaan, seperti Piet sebagai navigasi {Bahasa Belanda “wegwijs piet”) menunjuk ke arah yang salah. Ini lebih sering digunakan untuk memberikan komedi kecil dalam parade tahunan saat Santo Nikolas datang ke Belanda, dan juga bisa digunakan untuk kemajuan anak-anak di sekolah dengan membuat Piet memberikan jawaban yang salah, sebagai contoh, sebuah soal matematika yang sangat sederhana seperti 2+2, sehingga anak-anak dapat diyakinkan untuk memberikan jawaban yang benar.

Ok balik lagi ke cerita kami selama di Meppel, setelah melewati para demonstran, kami memilih duduk di tibune memandang layar tancap live dimana disitu siaran SBS 6 sedang memantau Sinterklaas, Luc dan Cinta kedinginan, sementara Cinta tak mau duduk di tribune dan memelih berdiri di pinggir sungai yang kami kira akan dilewati Sinterklaas (ternyata Sinterklaas sudah turun dan naik kuda melewati tibune dimana Luc dan Cahaya duduk).

Brrrrrrrrrrrr dinginnya!

Brrrrrrrrrrrr dinginnya!

Apa yang dikhwatirkan Luc, bahwa Meppel akan dipenuhu oleh orang orang secara membludak, tak terjadi sama sekali. Biasa saja menurut kami, memang mebih banyak dari acara intocht Sinterklaas yng biasanya kami datangi di daerah rumah kami tinggal. Tapi ternyata tak seperti yang ditakutkan, masih dalam batas wajar manusia berkumpul, lagipula yang datang kebanyakan anak anak dan orang tua, nenek kakek pokoknya acara keluarga, kegembiraan ada disina sini, sedikit melupakan tragedy yang tengah terjadi di dunia.

Kami bertemu satu jam kemudian dengan Sandra famili. Dari situ kami berjalan pulang ke rumahnya, anak anak bercerita dengan ramainya, Cahaya seperti biasanya langsung minta digendong Tibo. Yang menarik perhatianku selama acara Sinterklaas kali ini adalah aku begitu takjub dengan ribuan bunga yang disebar, di setiap sudut ada bunga bunga yang siap dibagikan pada para pengunjung, seakan bunga bunga tersebut tak habis habisnya. Dan tahukah kalian? Aku menggenggam 64 kuntum bunga saat berjalan pulang ke rumah Sandra, aku kira aku saja yang dapat bunga sebanyak ini, ternyata orang orang orang pun berjalan dengan puluhan bunga di tangannya.

Cahaya di sudut bunga yang selalu penuh, setiap habis pasti diisi kembali oleh orang yang menjaganya

Cahaya di sudut bunga yang selalu penuh, setiap habis pasti diisi kembali oleh orang yang menjaganya

Aku dan 64 kuntum bunga! Dankje Sinterklaasje!

Aku dan 64 kuntum bunga!
Dankje Sinterklaasje!

Saat kami berjalan ke arah rumah Sandra, ada dua orang yang sedang membagi bagikan bungkusan kantung kresek. Kami semua dibagi, Luc orang dewasapun dibagi tapi dia menolaknya sembari menunjuk Cinta dan Cahaya yang telah menerima bungkusan tersebut. Klo aku diterima don dengan senang hati, sambil berkata pada Luc untuk Sophie, nama seorang anak temanku yang hampir tiap hari rabu kami berjumpa. Saat kami di rumah kami cukup takjub juga dengan isi hadiah yang kami terima, ada tiga bungkus lego, Leggo friend, leggo clasic dan lego chima. Lego friend yang biasa aku beli untuk Cinta Cahaya berkisar 9 hingga 12 euro, dan mereka mendapat 3 bungkus dan tambahan lainnya dari Tibo dan teman temannya yang sudah merasa cukup besar untuk bermain lego. Ada dua majalah, dua bungkus pepernoten, satu coklat letter dan hadiah kortingan lainnya dari pihak sponsor.

hadiah dari sponsor. Isi dalam satu tas, segini banyaknya!

hadiah dari sponsor. Isi dalam satu tas, segini banyaknya!

Di rumah Sandra kami tak lama setelah makan siang, kami semua keluar rumah lagi pada pukul 3 sore untuk melihat aktifitas Sinterklaas di  alun alaun kota, dimana tadi siang Sinterklaas mendarat disana, panggung besar yang lucu kini dihiasi oleh dua orang penyanyi yang menyanyikan lagu anak anak. Semua berbembira, kami semua ikut menari dan bernyanyi, ikut membuat ular ularan yang panjang. Semua bergembira hingga acara di tutup pada pukul 5 sore, saat ditutup Cinta dan Cahya dan anak anak kecil lainnya diminta naik ke panggung dan berjoget rialah mereka disana.

Berikut kegembiraan kami di acara Sinterklaas Meppel sabtu kemarin, semoga kalian pun ikut kecipratan bergembira. Mari bergembira menciptakan bumi yang damai dan aman.

Parade Sinterklaas

Anak anak yang sedang atraksi menyambut kedatangan Sinterklaas

Tiga orang kameramen yang membidik diatas genting

Tiga orang kameramen yang membidik diatas genting, atau zwarte Piet kah?

Tiga iringan mobil yang berjalan perlahan sambil membagi bagikan bunya pada para penonton

Tiga iringan mobil yang berjalan perlahan sambil membagi bagikan bunya pada para penonton

DSC00233

Zwarte Piet yang membagi bagikan pepernoten

Sinterklaas akhirnya lewat juga

Sinterklaas akhirnya lewat juga

DSC00243DSC00245

Bersama Zwarte Piet

Bersama Zwarte Piet

DSC00269

Bunga everywher, di mantel....

Bunga everywher, di mantel….

di ransel......

di ransel……

Di kinderwagen bayi.....

Di kinderwagen bayi…..

Di keranjang sepeda

Di keranjang sepeda

Di ketek?

Di ketek?

atau digenggam saja

atau digenggam saja

DSC00278

Ulang nada panjangnya, upps crocodile panjangnya...., lagi menari keliling lapangan

Ulang nada panjangnya, upps crocodile panjangnya…., lagi menari keliling lapangan

Bedansa bersama zwarte Piet

Bedansa bersama zwarte Piet

Closing naik ke atas panggung

Closing naik ke atas panggung

DSC00339

Menari sambil menggendong Cinta

Menari sambil menggendong Cinta

duo yang energik

duo yang energik

Sampai jumpa lagi, salam kami dari Meppel  Cahaya dan Rossa

Sampai jumpa lagi, salam kami dari Meppel
Cahaya dan Rossa

DSC00350

Dan Meppel sebuah kota kecil di propinsi Drente pun kembali sepi…… Meppel pukul setengah enam sore

DSC00351

Salam dari kami dari Meppel. Cahaya dan Rossa

Advertisements

23 thoughts on “Intocht Sinterklaas, Meppel 2015

  1. Salam balik…
    Ketcuuup untuk semua, wah seru senang liat acara rutin tahunan untuk anak anak ini.
    Senang nya dapat bunga gratis banyak pula.
    Walau ada pro dan kontra namun tetap berjalan lancar ya.

  2. Wah bertabur hadiah dan banyak sekali bunga. Yah, meski ada demonstrasi, tapi semoga para demonstrannya senang karena dapat hiburan. Kalau kita mau berpikir dangkal, kadang sifat manusia yang terlalu sensitif sih yang menganggap diri atau rasnya tersinggung–padahal tidak ada maksud ke sana, malah semua bisa gembira dan berdansa sama-sama :hehe. Selama kita tidak berperilaku rasis dengan tidak berpikiran rasis, saya pikir kita sudah ikut berkontribusi menjadikan dunia sedikit lebih baik :hehe.

  3. Aduh kok lucu banget ya! Kemarin aku pas banget ke Amsterdam dan lagi ada parade Sinterklaas juga di Dam Square. Langsung inget lagu anak-anak Sinterklaas yang aku pelajari waktu belajar bahasa Belanda dulu: “Sinterklaasje kom maar binnen met je knecht, want we zitten allemaal even recht…” Dan aku norak juga liat Zwarte Piet langsung di Belanda. Maklummmm dari dulu setiap Natal pasti udah tau banget cerita Sinterklas dan Zwarte Piet di Indonesia (kalo di kita mah nyebutnya ‘Suarte Pit’, hahaha) pokoknya dulu ditakut2in kalo nakal nanti dimasukin ke karung ama Zwarte Piet…

    • Wah pasti itu Crystal, rasanya seneng banget liat Zwarte Piet dan Sinterklaas pertama kali di Belanda, aku pun begitu waktu pertama kali liat Zwarte Piet, rasanya bahagia seperti anak anak.
      Waktu tgl 14 november itu waktu officieel Sinterklaas dateng ke Belanda, acara nasional istilahnya hehehe, pasti lah dirayakan bersama apalagi di Amsterdam, kota besar, mungkin itu sebabnya pas kebetulan Crystal kesana lg ada perayaan juga

  4. Ini tempat Sinterklaas datang pakai perahu berarti ya Yang, aku lihat di TV. Meriaaahh ya acaranya. Hadiahnya juga banyak banget. Aku nonton Sinterklaas Parade di Den Haag centrum. Dapat bagi2 permen, bunga, wortel, sama prei. Apa dipikir aku anak kecil ya karena badanku mungil hahaha. Tapi aku seneeeng banget baru pertama kali lihat Sinterklaas Parade seumur hidup ya disini. Zwarte Pietnya juga macem2 bajunya. Jadi seneng lihatnya

    Cinta Cahaya masuk TV dong Yang? Live ya? Jempooll buat mereka 🙂

    • Oh dikasih prei juga? Hihihi sama kadang aku juga suka disangka anak kecil.
      Iya yg di Meppel itu yg kedatangan Sinterklaas yg secara nasional ceritanya, tahun depan gak tahu kota apa yg akan dikunjungi.
      Sebetulnya hari itu juga ada Sinterklaas yg lewat wijk dimana kami tinggal, tentu saja gak semeriah yg nasional, tahun sebelumnya dan sebelum nya lgi kita cukup nonton yg deket rumah saja, pake perahu juga krn rumah kita di dekat sungai tinggal jalan kaki.
      Kalau tertarik mungkin tahun depan nonton Sinterklaas di sini yuuk, kita sama sama kesana, pasti si kembar seneng

  5. Waw hadiahnya banyak juga ya, dan acaranya meriah sekali. Seneng liat disana sudah aroma aroma Natal. Semoga, Christmas spirit membawa damai ya.
    Baru google juga, ternyata Zwarte Piet atau Piet Hitam termasuk kontroversi disana ya, hahaha padahal mah harusnya cuma lucu2an doang. Btw aku pas masih kecil takuut banget sama Piet Hitam ini 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s