Glow > Next, Eindhoven

Postingan singkat ini untuk mengingatkan saja buat teman teman yang tinggal di Belanda atau kalian yang tertarik akan seni, teknik, disign dan scientsts semuanya terangkum cantik di kota Eindhoven mulai tanggal 7 hingga 14 november 2015. Ada baiknya kalian meluangkan waktu kesana.

Seorang teman berkata padaku, Holland always surprising me! Dan hari minggu kemarin saat aku datang ke Eindhoven, kata kata seperti itulah yang keluar dari mulutku. Saat kami keluar dari pertokoan yang diberi judul Huevel (disitu kami memarkir mobil), kami disambut sebuah tempat luas disitu berdiri sebuah gereja. Aha! Seperti di luar negeri pikirku. Mungkin pemandangan seperti ini biasa saja, tapi hari itu aku melihatnya indah sekali.

Kami berempat berjalan ke arah tourist information di dekat centraal station, membeli buku panduan Glow seharga 3 euro saja. Kami memutuskan tidak mengikuti toer. Ada 25 titik lampu pada event kali ini. Tiga diantaranya harus disertai pembelian tiket (Parktheater, Van Abbemusseum, dan Markt). Harga online 4 euro satu kali pertunjukan, jika membeli di kassa langsung seharga 5 euro, tapi jika langsung membeli ketiganya cukup membayar 10 euro saja. Untuk anak anak dibawah 8 tahun, gratis.
Info lengkapnya:ย http://www.gloweindhoven.nl/nl/info/glow-tickets.

Jika kalian ingin jalan ramai ramai dianjurkan ikut rondleidingen, biayanya 10 euro per orang, dan 8 euro untuk anak anak dibawah umur 12 tahun. Rondleiding memakan waktu sekitar 2 jam, dan kalian akan diguide hingga tidak akan salah jalan, semua tempat didatangi dan juga efesien dalam waktu.

Beruntunglah dengan kami, kami berada di Catharinakerk pada pukul 6 sore, dilanjut ke arah stadhuis dari situ kami berjalan dengan orang orang yang awalnya hanya beberapa orang saja namun kemudian kami membentuk gerombolan yang menakjubkan jumlahnya, kami berjalan bersama sama berkeliling hingga kembali lagi ke ย depan gereja Catharina. Total dari kami berjalan selama 2,5 jam itu sudah termasuk break beberapa menit di Karel van de voestijnelaan dan menikmati waffel yang dijual seharga 1 euro.

Seperti yang kita tahu bahwa Eindhoven adalah kota dimana perusahaan raksasa Belanda Phillip berada, tak heran rasanya jika Phillip termasuk sponsor dari event ini. Indahnya lampu, kemegahan seni, musik yang menyertai semua pertunjukan adalah sajian yang komplit bagi kalian penyuka teknologi.

Jadi, ย apalagi yang ditunggu? Siapkan sepatu yang nyaman dipakai untuk berjalan jauh, jaket, sjaal, muts dan let’s go!!!

IMG_20151108_181738968_HDR[1]

Stadhuisplein II Giardino Incantato

Lex en Edo Hornemannplantsoen # Light wave

Lex en Edo Hornemannplantsoen
# Light wave

Jonckloedtlaan # Incandescence

Jonckloedtlaan
# Incandescence

Jacob Catslaan # Giant Dandalions

Jacob Catslaan
# Giant Dandalions

Hamparan dandelion atau bunga domdoman (apa nama bahasa Indonesianya? pokoknya yang suka kita tiup semasa aku kecil dulu) Lampu ini terbuat dari botol plastik bekas minuman mineral, sehingga kita bisa merabanya ga pake kesetrum

Hamparan dandelion atau bunga domdoman (apa nama bahasa Indonesianya? pokoknya yang suka kita tiup semasa aku kecil dulu)
Lampu ini terbuat dari botol plastik bekas minuman mineral, sehingga kita bisa merabanya ga pake kesetrum

rombongan yang makin membesar

rombongan yang makin membesar

IMG_20151108_193525798[1]

Our beutiful model! Terima kasih nak, yang sudah mau berjalan berkilo kilo meter menemani bunda dan papa.

Our beutiful model!
Terima kasih nak, yang sudah mau berjalan berkilo kilo meter menemani bunda dan papa.

Advertisements

21 thoughts on “Glow > Next, Eindhoven

  1. Dua hari lalu aku diajak temen kesini Yang, tapi aku ga mau soalnya ada acara. Trus lihat foto2 dia baguuuus banget lampu2 ini ya. Ini acara tahunankah? Kalo iya, mungkin tahun selanjutnya disempatkan kesini. Itu foto terakhir Cinta Cahaya ya? Kok bisa seperti itu Yang? Cool ๐Ÿ˜

    • Iya Den, ini acara tahunan, Glow kali ini adalah edisi ke 10. Aku ga bawa kamera, cuma pake camera hp saja dan ini foto yg diambil cuma segini gininya. Ada taman yg pohon pohonnya dihiasi lampu biru terang, berada disana seperti di kastelnya Elsa yg di film Frozen itu. Trus yg lbh membuat ku takjub orang orang yg dateng kesana, membludak tapi kita masih tetep nyaman berjalan. Suami udah ada rencana dari beberapa waktu sebelumnya, saking ngebet pengen liat lampu dia sampe cuti krn awalnya kita mau sekalian liburan weekend nginep di hotel sehari dua hari, tapi ga jadi krn hari sabtu hujan, jadi kita berangkat hari berikutnya.

  2. Setiap tahun denger tentang acara ini, entah kenapa selalu belum ada waktu untuk ke Eindhoven. Mungkin karena faktor jarak ditambah dengan waktu yang kurang pas ya. November kan bulan sibuk, hahahaha ๐Ÿ˜› .

  3. aku masih fragile kalo liat foto2 Belanda, bikin pengen ke sana lagiiii huhuhu. Baguuus mbaaak lampu-lampunya, suka banget apalagi kalo malem-malem. Asal ga pergi sendirian aja, ntar merana liat orang pada gandengan ๐Ÿ˜€

    • Hahaha, klo aku ga merana liat orang gandengan tapi seneng, masalahnya aku suka agak takut klo jalan malem malem sendiri hihihi, tapi dulu aku beranian lho kemana mana bisa sendiri.
      Ayo Safiiti mari lah kemari kesini lagi

  4. Ooh, rumahnya Phillips… wow, itu lampu-lampunya edan banget terangnya. Habis listrik berapa ya :hehe. Tapi Phillips memang dermawan kalau soal menghias kota dengan lampu-lampunya, Monas dan Prambanan saja kecipratan kan :hehe, jadi indah dan ya, glowing banget :)). Acara dan kota yang sangat keren! Saya membayangkan diri saya pasang tripod dan jejepretan, ah, pasti bagus sekali.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s