Isi Freezer

Freezer alias lemari pembeku sepertinya barang yang wajib ada di setiap dapur. Semenjak aku tinggal di Belanda, freezer menjadi barang yang punya peranan penting. Sewaktu aku tinggal di Indonesia, isi freezer di rumah hanya berisi es batu atau es cream saja, itu pun es plastik buatanku sendiri biasanya dibuat dari bubur kacang hijau, duh segarnya…jadi kangen deh.

Kebiasaan menyimpan makanan di freezer adalah hal yang baru bagiku, aku cukup kaget juga saat mendengan cerita suami bahwa sewaktu dia masih tinggal bersama ibunya, ibunya mempunyai empat freezer besar di rumahnya, namun itu ada kaitannya dengan kehidupannya pada masa dulu, dia mempunyai peternakan kecil kecilan, sehingga butuh ruang pendingin yang besar untuk menyimpan daging.

Tapi cobalah lihat freezerku sekarang isinya penuh sesak, tak beraturan. Pada waktu itu kami hanya mempunya freezer yang bersatu dengan lemari es. Jadi bagian atas untuk menyimpan makanan dan minuman, sedangkan bagian bawah adalah lemari pembeku. Ada dua laci disana. Bagian atas aku isi berbagai macam makanan beku seperti kentang, es cream dan bumbu bumbu dapur seperti gelangga, kencur, kuning, sereh hingga cabe merah, rawit dan lain lain. Sedangkan laci bagian bawah berisi beraneka macam daging.

Karena semakin hari, isi freezer semakin berantakan, akhirnya tahun lalu aku memutuskan membeli freezer baru. Walau dapur mungilku semakin penuh sesak dengan kehadiran freezer baru, tapi awalnya aku senang karena bisa menata freezerku menjadi lebih ‘manusiawi’, aku menyusunnya serapih mungkin. Daging yang dibeli dimasukan pada plastik kedap udara, diberi nama dan tanggal. Aku juga membeli beberapa kotak kecil untuk bumbu bumbu fresh. Cabe merah dihancurkan dahulu sebelum masuk freezer, dimasukan tempat kecil, sehingga jika aku akan membuat sambal balado tinggal ambil satu kotak saja, semuanya rapi. Berbagai macam es cream aku satukan dalam satu laci. Jika aku sedang rajin aku membuat lumpia, pempek, dan baso yang kemudian aku susun serapi mungkin di kotak yang telah diberi nama dan tanggal.

Dan itu hanya berlangsung dua atau tiga bulan saja……. Sekarang? Hahaha semuanya kembali ke awal dan rasanya makin penuh sesak juga sama seperti awal kami hanya mempunyai satu buah freezer.

Tapi kawan dekatku, memberi pendapat positif tentang freezerku, katanya…. Sudah lumayan lah, rapi dan berisi makanan yang betul betul dibutuhkan, sudah seimbang lah. Menurut dia. Tapi kemudian dia menambahkan yang membuatku sedikit shock. Yah jauhlah freezermu dengan freezer mertuaku. Ohhhh nooooooo! Tentu saja aku tak mau disamakan dengn mertuanya yang terkenal suka menimbun berbagai makanan di freezernya dan lemari esnya.

Cerita ekstrimnya, suatu hari temanku ini berkunjung ke rumah mertuanya, saat dia akn mengambil minuman di kulkas, dia mencium bau tak sedap di dalam lemari tersebut. Selidik punya selidik dia mencurigai sebuah kantong kresek. Dibukalah kantung kresek tersebut, didalamnya ada tiga kantung plastik yang berisi daging ayam dan daging sapi. Disitu terdapat juga bon pembeliannya, saat temanku mengecek bon pembelian tersebut ternyata tahun pembelian daging tersebut adalah tahun 2000! Lima belas tahun yang lalu! Hahahaha, konon sang mertua tercinta beberapa hari sebelumnya mengeluarkan daging tersebut dari freezer untuk dimasak, sambil menunggu mencair (tidak beku) dia menyimpan daging tersebut di lemari es, eh lupa dimasak hingga beberapa hari dan diketemukan oleh temanku itu.

Nah bagaimana dengan freezer kalian? Terorganisirkah? Rapi? Atau seperti freezerku yang rapi setelah dibereskan namun berantakan kembali di hari hari berikutnya……

Advertisements

42 thoughts on “Isi Freezer

  1. Freezerku terpisah dg kulkas, isinya ikan, kentang goreng, roti ada juga pete haha. Hanya itu isi utamanya. Klo kulkas penuh saat weekend saja atau tiap 2 minggu sekali, bbrp hari kemudian semakin berkurang, klo lagi tgl tua nyaris kosong haha, klo penuh sekali kubilang ke suami “wah keren ya spt kulkas orang kaya” seringnya kulkas kita kosong 😀 .

    • Hahaha sama Pete juga ada, klo lg rajin beli beli, tapi singkong pun suka ada buat dibikin es tape. Bedanya di rumah kami roti ga masuk freezer krn suami ga suka roti yg dimasukkan ke freezer, jadi kita beli rotinya tiap hari, itupun sebagian besar untuk bekal anak anak ke sekolah

  2. Freezer aku berantakan padahal lumayan besar. Isinya ya dari daging2an, frozen food ampe eskrim… Eskrim si yang menuh2im tempat. Karena beli berbagai macam rasa dengan size besar hihihi

  3. Yang, cerita ibu temanmu mengingatkanku sama freezer bulekku (tante). Pas aku kerja di Jakarta sempat numpang dirumah bulek setahun sebelum ngekos. Bulekku ini memang tukang timbun barang2. Suatu saat bulek pulang ke kota lain nengok Mbah. Suaminya berinisiatif bongkar2 freezer karena berasa kok selalu penuh. Ternyata ditemukan beberapa daging dan ayam tertanggal 10 tahun lalu hahaha aku sampai ngakak. Berasa didalam freezer sedang menyimpan fosil. Eh, ini kamu cerita malah 15 tahun lalu 😆😆
    Freezerku masih nyatu dengan kulkas. Ada 3 tingkatan. Tingkat atas buat simpan roti2nya suami. Tingkat 2 simpan bumbu2 masak dan dedaunan. Tingkat 3 simpan ikan(buatku), ayam dan daging(buat suami). Tapi aku memang ga banyak2 beli. Persediaan buat sebulan karena per 2 minggu aku selalu ke pasar dan ke toko oriental. Jadinya freezerku rapi jali 🙂

    • Aku suka kagum ama orang orang yg nyimpen makanan nya rapi, keliatan terorganisir orangnya, wah kamu kayak nya masuk kategori itu klo freezernya rapi jadi.
      Echt waar, sepuluh tahun? Hihihi jarang jarang tuh di Indonesia bisa nimbun selama itu, krn pengalaman ku dulu di rumah ortu freezernya jarang ada isinya. Trus gimana pas bulekmu pulang tau freezer nya dibersihkan? Pasti seru ya reaksi nya….
      Ternyata barusan suamiku cerita bisa jadi ibunya juga dulu suka nyimpan daging sampe belasan tahun juga, duh ternyata bukan mertua nya temenku saja. 😂😂

    • Hihihi iya 15 tahun bo! Ternyata suamiku cerita, ibunya pun suka nimbun daging hingga tahunan, tapi karena sapi yg disembelih dari peternakan sendiri ga habis habis dikonsumsi, jadinya ada terus hingga bertahun tahun, nambah lagi dan lagi. 😉

    • Hahaha, iya awet ya, tapi beneran disini barang barang elektonik awet awet. Mesin cuci ama mesin pengering kata suami udah ada sejak sejak dia tinggal sendiri, waktu dia umur 20 an jadi sekarang si mesin cuci umurnya dah lewat 20 tahun tuh, dan selama ini belum pernah rusak padahal aku pakai seminggu tiga kali nyuci baju

  4. Alamaak 15 tahun udah jadi apa tuh dagingnya?! Freezer aku lumayan teratur mba, hahahah lumayan rapi gara2 banyak ditaro dalam wadah. Biar lumayan rapi tapi kalo lupa mah lupa aja mba, hahahah tau tau udah lama 😀

  5. Cerita freezerku, rekor penuh sesak saat jadi ibu donor ASI. Sekarang lega karena belanja bahan baku sekali untuk seminggu dan selesai. Kalo aku masalahnya males bersih2 kulkas ;p jadi urusan bersih2 selalu mengandalkan orang lain *kebiasaan buruk bgt

  6. freezer sy berisi makanan siap saji (sehat sekali yaaa).. mulai kentang goreng, lumpia, kebab, nugget, dll.. penuh kalau tanggal muda, dan biasanya kosong sebelum tanggal beranjak lansia ^^ (khas pegawai negeri di Indonesia)

    ngga pernah ngatur karena ntar juga habis-habis sendiri tiap bulannya.. (rajin sekali ya saya ^^ hihihi)

  7. Freezerku udah kecil, jarang keisi juga Mbak karena biasanya cuma diisi daging2an atau es krim. Itupun ga tahan lama langsung bersih lagi 😀

    Eh sekalian kenalan deh sama Mbak Yayang. Hi Mbak 🙂

  8. Pingback: Kata Mutiara Cinta Bahasa Mandarin | Kumpulan Kata Bijak Terbaru

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s