Drama Lapis Legit

Akhirnya aku memantapkan diri membuat kue lapis legit di hari senin dua hari yang lalu setelah seminggu sebelumnya bertanya pada temanku yang sukses membuat kue lapis legit untuk pertama kalinya.

Dan di hari senin itu aku mempersiapkan semua bahan bahannya, saat di supermarket bumbu spekuk tidak aku temukan walaupun telah bertanya pada orang yang bekerja di supermarket tersebut. Tak kehabisan akal aku mengirim email pada suamiku minta dibelikan bumbu spekuk seperti yang tertulis di resep.

Tapi apa sih bahasa Belandanya bumbu spekoek? Tak berpikir panjang aku menulis pada Luc aku minta dibelikan spekkoek ingredient. Aku menulis aku hanya butuh itu yang lainnya aku sudah beli.Luc membalas bahwa spekkoek ingredienten adalah sebagai berikut: adas, kapulaga, kayu manis, cengkeh, pala, gula vanila dan gula merah. Kemudian kami saling berbalas pantun, aku akhirnya searching di google apa sih bumbu spekoek itu? Akhirnya ditemukan botol kecil bertuliskan koek en speculaas di di bagian bumbu dapur di supermarket. Ya ampun pantasen saja aku tak menemukan di bagian taart alias perkuehan karena bumbu spekoek ada di bagian bumbu dapur. Segera dong aku kirim gambar yang aku butuhkan pada Luc. Selesai, aku segera mengerjakan pekerjaan lain tak memantau email yang masuk dari Luc, toh aku sudah menjelaskan pada Luc bahwa aku akan membuat kue lapis legit ala Indonesia China, bukan kue spekuk ala Belanda yang banyak bumbu bumbu aneh nya.

Luc datang ke rumah dengan bahagia dan memperlihatkan tas besar belanjaannya, semuanya spekkoek ingredienten katanya sambil menyerahkan kantung kresek padaku. Aku mengeluarkan belanjaannya, ada telur, tepung terigu, brown suiker alias gula merah, gula vanila dan bumbu bumbu spekkuk ala Belanda. Ini dia,
IMG_20151007_103349757[1]

Dan drama pun segera dimulai, rasanya aku pengen marah, tidak cukup jelaskah emailku aku hanya butuh koek en speculaas? Untuk apa dia membeli bumbu yang sudah aku punya di dapur? Aku sedikit emosi sambil berkata padanya tidakkah kau melihat emailku? Aku mengirimkan gambarnya, dan bukan bumbu bumbu tersebut! Tak kalah sengitnya Luc menjawab bahwa dia mengirim email terakhir yang menyebutkan bahwa dia tetap akan membeli bumbu bumbu yang dia lihat di internet dan aku bisa memutuskan bumbu apa yang aku pakai, karena dia tetap berpaktokan bahwa membuat kue spekoek harus menggunakan bumbu tersebut. Emosi ku susut saat aku melihat telepon dan aku belum membuka email terakhir Luc.

Ah maafkan aku, Luc sudah membelikan apa yang aku minta dan aku tak menghargai usahanya.

Karena menurut tips yang aku baca di internet bahwa membuat kue lapis dibutuhkan kesabaran dan ketenangan, jadi aku memutuskan membuat kue setelah anak anak naik tempat tidur pukul 8 malam. Empat puluh Β butir telur aku pecahkan, dipisahkan antara putih dan kuning. Setiap lima butir putih telur aku masukkan ke kantung plastik kecil, agar memudahkan jika nanti memerlukan putih telur untuk membuat spone cake atau rainbow cake yang hanya menggunakan putih telur tanpa kuning telur.

Perlima butir putih telur dimasukan pada satu kantung plastik

Perlima butir putih telur dimasukan pada satu kantung plastik

Tepat pukul sembilan malam, aku sudah bisa memulai proses pembakaran. Satu lapisan sudah berada di oven, saat lima menit berlalu aku segera mengecek pembakaran lapisan pertama, tapi kok masih putih malah adonan baru mulai mencair tak sesuai dengan resep yang aku baca yang hanya menyebutkan kira kira lima menit saja untuk setiap lapisan. Maka aku tambahkan lima menit lagi, masih putih juga barulah setelah ditambahkan lima menit lagi adonan pertama sudah keliahatan menguning. Lapisan berikutnya lima belas menit lagi dibakar, begitu seterusnya hingga loyang penuh. Dan itu baru berakhir pada pukul satu malam.

Dengan harap harap cemas, setelah semuanya beres aku mengeluarkan lapis legit ku dari loyang. Olala bagian bawahnya sedikit gosong, walau tak pahit tapi kue lapisku tak telalu berminyak seperti kepunyaan temanku itu, agak kering karena kelamaan di dalam oven. Sedikit kecewa karena hasil tak terlalu memuaskan.

bagian atas yang cukup cantik tapi pinggirnya gosong

bagian atas yang cukup cantik tapi pinggirnya gosong

Bagian bawah, TUTUNG!!!

Bagian bawah, TUTUNG!!!

IMG_20151006_060546810[1]

Tak apalah kataku dalam hati. Dan segera naik ke tempat tidur pada pukul setengah dua malam, tapi sialnya aku tak dapat tidur, ingatanku hanya berkutat pada kue lapis ku. Memutar strategi untuk segera mengeksekusi adonan yang masih tersisa. Oh ya karena loyangku tak cukup tinggi jadi adonan masih bersisa. Memutar otak bagaimana caranya agar lapis legitku cantik dan tidak gosong.

Karena tak nyenyak tidur, pukul setengah lima aku sudah terbangun. Ingatanku tentu saja ada di dapur. Maka sibuklah aku kembali memanggang si kue lapis hahaha. Kali ini setengah adonan aku beri pewarna hijau. Kemudian aku gulung, dan jadilah lapis legit gulung. Kali ini tidak gosong, karena aku mengurangi waktu pembakaran menjadi sepulih menit per lapisnya namun menaikan temperatur oven menjadi 180 derajat celcius dari awalnya 160 derajat.

Lapis legit gulung

Lapis legit gulung

IMG_20151006_120910331[1]

Untuk resep yang aku buat ini, aku mengikuti resep yang dikenal dengan resep lapis legit Ny. Liem Bandung. Namun untuk langkah langkah pembuatannya aku mengikuti blog kepunyaan Pauline.

Nah buat teman teman yang ingin mencoba membuat lapis legit, selamat berjuang!

Advertisements

28 thoughts on “Drama Lapis Legit

  1. Hebaatttttttttt teh!!!!hebat! Gile itu ampe dimasukin plastik per 5 putih telur? Aku nyerah deh…. skali lagi, Hebatt!!! Dan jd kepengen lapis legit (tapi beli ajalah..hehe)

    • Iya biar gampang nakarnya klo perlu buat bikin kue, kan biasanya di resep ditulis hrs pake berapa telor, nah klo 40 putih telur semuanya udah kecampur bingung kan musti nakarnya klo kita cuma butuh 10 saja misalnya.
      Hihihi iya di Indonesia segala ada, tinggal nyam

  2. Bumbu spekkoek Indonesia banyak dijual di toko Indonesia/toko Asia Yayang. Udah jadi, ngga perlu campur sendiri. Bahasa Belandanya Spekkoekkruiden. Lama memang ya buatnya πŸ™‚

    • Hihihi betulan mba, eh suami pas aku ngomel krn beli segala macam bumbu, dia langsung googling ke site toko biasa kita belanja, ada disitu merk kupu kupu bumbu spekkoek πŸ˜‰ hihihi

  3. Wuih, spekkoek ternyata susah ya bikinnya. Padahal beberapa kali sempet mikir harga di kantin sini kok menurutku rada mahal cuma untuk satu potong spekkoek doang, hahaha πŸ˜† .

  4. gak kebayang, untuk bikin lapis legit butuh 40 telur teteh? kereen ituh
    eh, teteh imelan? ga tlp wa bbm atau sms?

    *hihi… maap titin mah sok seseurian wae pami teteh tos cerita ngambek2an :D. berasa lucu hehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s