Poitiers dan Akhir Perjalan Tour Algarve (Tamat)

Best Western Le Bois De Marche

Akhirnya kami menepi sebentar, membuka internet melihat google map menyamakan dengan navigasi dan ternyata si kandang kuda itu tak jauh dari hotel yang kami cari. Luc segera menjalankan mobil lagi, aku berdoa semoga Best Western itu segera ditemukan. Sepuluh menit kemudian kami telah berhasil keluar dari jalan kecil berkelok, kembali turun ke bawah, dan mobil kami berhenti di sebuah jalan besar di depan sebuah restaurant yang sepertinya bangkrut.

Kembali kami menarik nafas kecewa, Luc segera keluar dan mengecek restaurant tersebut. Inikah hotelnya?

Hotel?

Hotel?

Betul, hanya sebuah restaurant kecil yang tutup, dan sepertinya sudah tutup dalam jangka waktu yang lama. Kehilangan akal kami terdiam sebentar, aku menyarankan Luc untuk menelepon hotel tersebut dan bertanya dimana alamat jelasnya. Luc menolak. Percuma katanya, dia juga tak dapat menjelaskan dimana kami sekrang berada, dan mendapat pengarahan dari telepon untuk menunjukan tempat adalah sesuatu yang tak mau dia coba. Sementara Luc mengecek internet untuk mencari hotel yang lain, aku mengecek kertas print yang berisi tanda bukti bahwa Luc telah membooking hotel Best Western, aku melihat keterangan bahwa peng-cancel-an dapat dilakukan sebelum tanggal 9 Agustus pukul empat sore. Ah berarti kami akan kehilangan uang, gak terima!

Tiba tiba ada sebuah conteiner yang menepi dan sang supir keluar dari truk nya, sebelum aku mengutarakan isi pikiranku pada Luc, Luc sudah melompat keluar dari mobil menarik kertas yang tengah aku pegang, yes dia akan bertanya pada supir truk itu.

Sang supir mengamati kertas yang ditunjukan oleh Luc, kenek truk tersebut ikut nimbrung, aku melihat kejadian ini dari dalam mobil, mereka saling memberikan isyarat dengan tubuh dan tangan, kemudian luc menepuk kedua orang tersebut mukanya sumringah berkalai kali Luc mengucapkan merci merci pada kedua orang tersebut.

Dan gelak tawa pecah saat dia masuk ke mobil, Yayang, serunya… Hotel nya ada diseberang jalan ini. Serunya riang. What???!!! Di sebrang mobil kami ada bunderan yang besar yang ditumbuhi pohon yang sangat besar, aku tak dapat melihat ada apa di balik bunderan tersebut. Mobil melaju melewati bunderan besar itu, saat dibelokkan ke kanan kami segera dapat melihat jalan  lain menuju hotel, rimbun asri dan cantik dihiasi lampu kerlap kerlip bertuliskan Best Western! Aahhhhhhhhh leganya hati kami.

Best Western Le Bois De Marche (foto kepunyaan hotel tersebut)

Best Western Le Bois De Marche
(foto kepunyaan hotel tersebut)

Hotelnya tak terlalu besar, dilihat dari jumlah kamar yang tersedia, sepertinya hotel yang cukup tua, tapi aku senang luar biasa karena dikelilingi pohon yang rimbun dan kamar yang kami dapatkan luas bahkan wc dan kamar mandinya pun terpisah, ada walking closet nya segala, walah mau nyimpen baju berpa banyak? Aku hanya mengeluarkan satu ransel saja dari mobil untuk kami berempat besok pagi ganti baju.

Malam itu kami masih bisa makan malam, dinner dibuka pada pukul 9 malam dan kami datang sekitar pukul setengah sepuluh setelah acara mandi kilat, sementara ada sebagian tamu hotel yang berpakaian sepantasnya dinner, sementara kami menggunakan pakaian layaknya siap ke tempat tidur. Hanya kaos dan celana pendek saja, sementara Cinta dan Cahaya sudah mengenakan piyama, hahaha. Dan sajian makan malam hari ini benar benar istimewa.

After getting lost twice, we finally found the hotel with a little help of two French truckers pointing us to the other side of the road, ohhhj yeaahhhhh!

Hari ke duapuluh satu, 11 Agustus 2015

Hari ini kami bersiap akan kembali ke Rotterdam, sebelum pukul delapan pagi aku sudah membangunkan si kembar yang masih malas bangun, aku ingatkan jika ingin berenang mereka harus bangun dan langsung disambut dengan antusias segera mengganti piama dengan baju renang. Mereka hanya bertahan lima belas menit saja di kolam renang dan segera kembali ke kamar. Kami berhasil keluar dari hotel sekitar pukul sembilan pagi tak menghiraukan rengekan si kembar yang ingin sarapan pagi di hotel. Rencanaku dan Luc adalah kami ingin melihat barang sejenak kota Poitiers dan kami akan makan pagi disana. Jika kami harus makan pagi di hotel bersama si kembar maka setidaknya kami akan menghabiskan waktu kurang lebih satu jam hingga sejam setengah, sementara Luc tak ingin tiba di Rotterdam tengah malam karena keesokan harinya dia harus kembali bekerja setelah tiga minggu liburan dan tentunya setelah menyetir mobil dalam jangka waktu yang panjang. Hihihi hebat ya dan dia tak mengeluh sama sekali, malah istrinya yang mengeluh kecapaian selama perjalanan, padahal aku tinggal duduk manis saja di samping pak kusir.

Baiklah mengapa kami memilih kota Poitiers sebagai tempat bermalam sebelum melanjutkan perjalanan pulang? Selain jaraknya yang ideal antara Madrid dan  Rotterdam, juga karena sejarahnya dan keindahan kotanya.

Di kota ini seorang filsuf Prancis yang berpengaruh pada abad ke 20 lahir, dialah  Michel Foucault. Di sini pula terjadi perang  Perang Seratus Tahun pada tanggal 19 September 1356 yang dikenal dengan nama  Pertempuran Poitiers. Sebuah perang terjadi sebelumnya pada tanggal 10 Oktober 732 yaitu  Pertempuran Tours yaitu kemenangan yang menentukan orang Kristen atas orang Muslim. Dan pada tahun 1432 berdirinya  Universitas Poitiers atas prakarsa Raja Charles VII. (Semua sejarah tersebut diambil disini).

Tuh kan dari banyaknya peristiwa yang terjadi, kesempatan untuk melihat kota Poitiers sebaiknya jangan disia siakan. Maka berangkatlah kami ke tempat sejarah kota ini dimulai.

Dan inilah foto fotonya.
IMG_20150811_102458320[1]IMG_20150811_111456090[1]

Toko souvenir dimana aku membeli kartu pos

Toko souvenir dimana aku membeli kartu pos

Pasar tradisional di dalam gedung di depan gereja

Pasar tradisional di dalam gedung di depan gereja

IMG_20150811_103836362[1]IMG_20150811_111830603[1]IMG_20150811_111207354[1]

Sebelum memasuki pusat kota kami disuguhi pemandangan tebing tebing yang cantik

Sebelum memasuki pusat kota kami disuguhi pemandangan tebing tebing yang cantik

IMG_20150811_111438876[1]

Setelah kami makan pagi di kota Poitiers dilayani oleh seorang pelayan Prancis yang menggugurkan teori Luc bahwa kebanyakan orang Prancis tak bersahabat dan sedikit angkuh, kami mendapatkan pelayan restaurant yang super ramah dan bersahabat dengan si kembar, bahkan si kembar sampai mengikuti si pelayan itu ke meja lain dan ikut membantu memberikan kembailan uang dari kaleng yang dibawa pelayan yang dia gunakan sebagai tempat menyimpan uang. Keren kan pertemanan mereka walau sesaat tapi membwa kesan yang mendalam bagi si kembar.

Kenalan si kembar di Poitiers :)

Kenalan si kembar di Poitiers 🙂

Akhirnya kami berjalan ke arah mobil kami di parkir. Dan perjalan pulang pun segera dimulai, Luc harus menyetir mobil sejauh 784 km. Kami tiba di rumah pada pukul delapan malam. Melanjutkan aktifitas seperti biasanya, dan herannya setelah berlibur selama hampir tiga minggu lamanya, menggunakan mobil pula aku masih sanggup membongkar cucian dan memasukannya ke mesin cuci pada malam itu. Sementara Luc, Cinta dan Cahaya langsung nongkrong di depan akuarium mungil kami berbicara dengan hebohnya pada Ariel dan Jasmine dua ikan koi emas peliharaan si kembar.

Terima kasih pada pembaca semua, yang telah mengikuti perjalanan Tour Algarve 2015 ini, sampai jumpa dan terima kasih. Salam.

TAMAT 

IMG_20150811_111901150[1]

Advertisements

6 thoughts on “Poitiers dan Akhir Perjalan Tour Algarve (Tamat)

  1. Poitiers sepertinya keren juga ya 😀 .

    Hahaha, ternyata sebenarnya tinggal maju dikit lagi aja ya untuk menemukan hotelnya 😀 . Syukurlah ketemu ya 😀

  2. Fotonya selalu bagus bagus, lihat sikembar “ndlosor” duduk di toko souvenir itu lucu ya dan bersepatu dansa manis sekali. Poitiers tampak cantik. Terimakasih juga membaca petualangannya seru sekali serasa ikutan 🙂

  3. melelahkan tapi senang ya udah tour beberapa negara..,
    minggu lalu kamipun coba tour, di Jawa Tengah aja sih.., banyak hal baru yang diliat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s