Slide & Splash

Hari ke enambelas, 6 Agustus 2015

Hari ini, Luc memenuhi janjinya pada anak anak untuk mengunjungi atraksi (wahana) berenang, mirip mirip Atlantis Water Adventure yang di Ancol. Aku dan Angela adalah jajaran orang orang yang tidak tertarik untuk datang ke sana. Maka saat anak anak menagih janji pada papanya, Angela dengan tegas berkata bahwa dia tidak akan ikut kesana lagi pula dia akan pulang ke rumahnya di Albortel dan menginap sehari disana karena pagi pagi buta dia harus menjemput temannya yang datang dari Belanda yang mendarat di airport Faro, dan kota Albortel lebih dekat jaraknya dari kota Faro daripada dari kota Silves.

Sebelum membeli tiket online, aku memastikan lagi pada Luc apakah kita perlu pergi kesana? Aku tidak suka meluncur dari ketinggian yang menurutku terlalu tinggi, harus berkelok kelok melewati perosotan hingga nyebur di kolam, apalagi ini di tempat terbuka yang panasnya minta ampun. Tapi Luc tetap bersikukuh karena dia sudah berjanji pada anak anak, betapa tidak setiap kami pulang ke rumah berkali kali kami melewati tempat tersebut, dari kejauhan kami bisa melihat perosotan yang berkelok kelok yang membuat Cinta dan Cahaya antusias.

Sambil tetap mencoba untuk merubah keputusan Luc, aku berkata bahwa aku hanya menemani saja, tidak akan ikut berenang. Luc setuju bahwa dialah yang akan bermain bersama anak anak sedangkan aku hanya duduk berteduh saja. Sambil melirik harga tiket yang (lagi lagi) menurutku sangat mahal, akhirnya kami berangkat juga.

Ternyata begitu sampai disana tempat parkir sudah penuh, sehingga kami harus parkir di di tempat parkir tambahan yang sepertinya sengaja dibuat untuk musim liburan saja. Dan begitu masuk ke dalam tak hanya aku dan Luc yang terpana tapi Cinta dan Cahaya pun terbengong bengong.

Lautan manusia sudah memenuhi di semua kolam renang yang ada, antrian menuju perosotan bagai ular naga panjangnya bukan kepalang, menjalar jalar selalu kian kemari *eh kok nyanyi :), dan hamparan rumputpun tak nampak lagi hilang ditelan hamparan handuk. Kami harus mencari cari tempat yang kosong untuk menggelar handuk. Hingga aku akhirnya menemukan tempat yang sedikit kosong disamping seorang ibu muda yang sedang duduk diantara tiga handuk yang dihamparkannya, hanya satu handuk yang berhasil aku hamparkan, karena disebelah tempat kosong ada baju yang digeletakan seperti tanda bahwa tempat ini sudah ditempati, tapi aku pura pura tak mengerti tanda itu, daripada harus berkeliling kembali mencari tempat kosong. Eh ternyata beberapa saat kemudian baju yang ada disebelahku ditarik oleh wanita disebelahku, ternyata punya dia hahaha. Mungkin si ibu muda ini mengutukku karena menyerobot tempatnya, tapi kan bu anda sudah punya tiga handuk besar yang dihamparkan sedangkan aku hanya handuk kecil, belaku dalam hati.

Melihat penuhnya tempat ini, bahkan untuk beli minum pun harus antri,  Luc berkata bahwa dia akan menemani anak anak bermain air kemudian nonton atraksi burung yang ada di wahana ini kemudian pulang, begitu rencana kami.

Tapi ternyata walau mereka harus mengantri hampir dua puluh menit untuk sekali luncur, tapi Cinta dan cahaya tetap tangguh mengantri, dan mereka adalah anak satu satunya (eh dua duanya) yang paling kecil yang berani meluncur di tempat orang dewasa.

Saat tiba atraksi burung, aku segera memanggil mereka untuk mendatangi tempat atraksi yang ternyata masih kosong melompong, padahal pertunjukan akan dimulai lima belas menit lagi. Sambil menunggu pertunjukan kami makan hotdog dulu dan minum ice cream yang ada di kedai sebelah lapangan pertunjukan.

Pertunjukan dijelaskan dalam dua bahasa, bahasa Portugis dan Inggris. Cinta dan Cahaya ikut berlari ke panggung, saat pelatih burung meminta bantuan dari penonton. Pelatih burung berkata dalam bahasa Portugis yang aku kira kira mungkin dia bertanya, apakah kamu berbahasa Portugis? Saat pelatih burung itu berkata oohhh You  speak English….Yang ternyata aku ketahui setelah mereka datang ke arahku Cinta berkata We don’t understand you, hehehe.

Anak anak sangat senang pada pertunjukan kali ini, karena mereka ikut tampil di atas panggung dua kali. Yes dua kali, karena saat si pelatih meminta bantuan lagi, kedua anak yang tak mau duduk diam ini langsung berlari lagi kea atas panggung dengan cepatnya, mengalahkan seorang anak lain yang baru mengangkat tangannya, dan tanpa menhiraukan teriakanku yang meminta mereka kembali, tapi Cinta dan cahaya tetap berlari.

Dan pada saat pertunjukan berakhir, keduanya pun berfoto bersama burung. Kemudian kembali bermain air, kini tanpa Luc karena Luc kelelahan, jadilah anak anak bermain perosotan di kolam renang yang khusus untuk anak anak. Sementara kami duduk selonjoran di sebuah batu sambil ngobrol dan sesekali aku memoto muka Luc yang bagai kepiting rebus kepanasan.

(bersambung)

IMG_20150806_131924508[1]

Rumput pun dipenuhi hamparan handuk

Apakah foto yang ini yang ada Cinta dan Cahya di ats panggung? ;)

Apakah foto yang ini yang ada Cinta dan Cahya di ats panggung? 😉

IMG_20150806_163721517[1]

Aha akhirnya Cinta dan Cahay di atas panggung!

Just as pretty Afghan girl? Berpose dulu sambil menunggu anak anak bermain air :)

Just as pretty Afghan girl?
Berpose dulu sambil menunggu anak anak bermain air 🙂

Ah nikmatnya kembali ke rumah, pamer coca cola seember :) tanpa antri dulu

Ah nikmatnya kembali ke rumah, pamer coca cola seember 🙂 tanpa antri dulu hahaha

IMG_20150805_124303561[1]

Pilih berenang disini? yang bisa langsung nyebur begitu bangun tidur, juga nyemplung lagi sesuka kita bahkan sebelum tidur, atau di slide& splash yang penuh dan mahal pula?

Pilih berenang disini? yang bisa langsung nyebur begitu bangun tidur, juga nyemplung lagi sesuka kita bahkan sebelum tidur, atau di slide& splash yang penuh dan mahal pula?

Advertisements

4 thoughts on “Slide & Splash

  1. Duo kembar ini pemberani ya mbak… meluncur dari ketinggian, jadi sukarelawan di pertunjukan burung, sayangnya Pertnjukan burungnya sepi minim penonton pada ngantri perosotan air kayaknya ya ?

    • Iya kosong melompat, ada tiga pertunjukan yg berbeda, pertunjukan reptile, wild bird yg kita tonton dan satu lg pertunjukan burung burung yg biasanya bisa kita pelihara model kakak tua gitu. Dan kita pun cuma nonton satu pertunjukan saja krn lama di antrian.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s