Praia da Rocha, Portimao

Pantai yang paling kami sukai di Algarve adalah pantai Rocha atau Praia da Rocha yang berada di kota Portimao. Portimao sendiri termasuk kota yang cukup besar jika dibanding kota kota lainnya di Provinsi Algarve, kepadatan penduduknya berada di urutan ketiga setelah Loule dan Faro.

Biasanya kami datang dari bawah menuju pertigaan yang ada pos jaga polisi tepat disamping kantor informasi kemudian kami berbelok ke sebelah kiri, dan mulai cari tempat parkir disana, kemudian berjalan dan mulai menikmati keindahan pantai dari atas tebing.
FB_IMG_1439420585978[1]IMG_20150805_193224632[1]

Saking seringnya kami berjalan kesana, aku jadi hapal urutan toko toko yang ada disana, hihihi saking seringnya aku sampai malu saat harus pamit pada Angela jika kami akan ke Portimao.

Tapi ternyata tak semua toko atau restaurant yang kami hapal, karena secara tiba tiba saat aku berjalan, aku melihat papan menu restaurant yang menghalangi langkah kami di trotoar, tak ada restaurant yang kami lihat disisi trotoar tersebut hanya ada tangga ke atas, serta tanda panah di dinding yang menuju tangga, aha restaurant yang tersembunyi. Tertarik dengan restaurant yang tersembunyi itu kami memeriksa daftar menu di papan tersebut, dilihat dari harganya aku rasa lebih mahal dibanding restaurant yang ada di sepanjang jalan tersebut. Tapi Luc melihat tanda bintang dari tripadvisor di sebelah atas papan, dan tulisan the best restaurant di praia da Rocha berdasarkan tripadvisor. Karena kami baru saja keluar restaurant kami memutuskan hari lain untuk mencobanya.

Maka tibalah hari ini. Sementara Cinta, Cahaya dan Angela kembali ke rumah. Aku dan Luc pergi ke salon karena Luc sudah ada janji untuk potong rambut pukul setengah enam sore. Dan setelah potong rambut kami langsung tancap gas ke Portimao menuju Restarante F – Food & Wine yang berada di urutan ke empat dari 53 restaurant yang ada di praia da rocha berdasarkan tripadvisor. F sendiri adalah singkatan dari Fransisca.

Pelayanannya profesional banget, sepertinya pelayan pelayannya dilatih cara melayani seperti di sekolah perhotelan gitu, karena kami tidak minum alkohol, botol air minum mineralpun diperlihatkan dulu merknya pada kami sebelum dibuka tutupnya sebelum dituangkan pada gelas kami mirip mirip di film  kalo sedang menuangkan wine, hihihi aku gak punya pengalaman dituangkan wine, jadi rasanya seperti di film film.

Saat  pesanan kami datangpun pelayan membawa makanan pake meja dorong kayak (lagi lagi di film) di hotel bintang banyak kalau pesan layanan makanan ke kamar. Dan pesanku di tuangkan dari katel di depan mataku ke piring saji.
IMG_20150805_195900972[1]

Dan ternyata pembaca sekalian, saat tagihan disodorkan pada kami. Kami berdua terbelalak tak percaya. Bukan, bukan karena tagihan yang besar tapi karena total tagihan yang hampir sama besarnya dengan jika kita makan di restauran di restauran lain yang pelayannya biasa saja karena di tempat wisata yang rame, kadang meja pun kita sendiri yang harus membereskan saking tak ada tempat untuk duduk dan terpaksa kita duduk di meja yang belum di bersihkan.

Bahkan harga dessert pun lebih murah dari restauran lain. Dan tahukah kalian? Harga segelas capucinno yang lezat rasanya dan cantik penampakannya dihargai hanya 1,5 euro saja. Rasanya cappuccino di Hema pun tak mungkin seharga itu. Begitu pun dengan teh dihargai hanya 1,5 euro.

Dan inilah penampakannya, mungkin penampakan dan rasanya hampir sama saja dengan restaurant lain tapi pelayanannya sungguh prima, bahkan saat aku akan dudukpun, pelayan menarik kursi untukku, lagi lagi kayak di film film, hahaha.

IMG_20150805_200011116[1]

Algarve Cataplana

IMG_20150805_200017111[1]

dessert pesananku

dessert pesananku

Creame brulee yang atasnya dikeraskan (di kasih api) di depan kita

Creame brulee yang atasnya dikeraskan (di kasih api) di depan kita

Setelah naik tangga, ternyata inilah resturantnya dengan view pantai favoritku, praia da rocha

Setelah naik tangga, ternyata inilah resturantnya dengan view pantai favoritku, praia da rocha

Dan menurut Luc peanannya yaitu steak bebek, rasanya biasa saja, jelas lebih lezat duck cripsy (bebek kremes? lupa judul) yang pernah dia santap di bebek bengil-nya Bali. Hidup masakan Indonesia, kau adalah seleraku.

(bersambung)

Advertisements

13 thoughts on “Praia da Rocha, Portimao

  1. kalo soal rasaya mah, makanan kita kaya rempah rempah ya mbak. enakan masakan orang indo yo?. Iki bukan hgomong selera makan lo. Soale parametereee, rasa: unsur rasa kan banyak. Gurih. Manis. Dan seteruse. Seng due yo orang Indonesia. hhahaaa

  2. Bagaimanapun, masakan kampung halaman tetap di hati ya Mbak :hehe. Wah, pantas saja reviewnya bagus sekali di TripAdvisor, pelayanan prima dan makanan enak dengan harga yang terjangkau, kadang saya juga tidak percaya kalau menemukan restoran seperti itu–maksud saya, apa mereka tidak rugi? Sedangkan tempat mereka saja lumayan tersembunyi. Tapi pelanggan setia pasti akan mencari restoran itu, percaya deh, sesulit apa pun cara untuk mencapai restoran yang sudah melekat di hati itu :)).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s