Silves Castle

Hari ketujuh, 29 Juli 2015

Langsung rapel saja nulisnya hari kelima dan keenam dilewat saja, selain yang nulisnya udah mulai kendor, hilang ide dan lain sebagainya juga karena sudah makin malas nulisnya tidak sesemangat di hari pertama. Walah apalagi yang bacanya ya…. 🙂

Hari kelima seharian di rumah saja, sampe tiga kali nyebur ke kolam renang buat ngadem sebentar, trus maen lego dengan anak anak sampe keringetan dan sore harinya kita pindah rumah ke kota Silves, ke tempat dulu mertuaku tinggal. Cinta dan Cahaya exciting banget begitu sampai di temapat baru apalagi begitu liat kolam renangnya mereka gembira sekali. Katanya lebih besar dari kolam di tempat sebelumnya dan komentarnya ini beneran kolam renang hahaha. Kita rada bingung juga karena dua tahun yang lalu Cinta dan Cahaya liburan disini pula di rumah yang sama dengan yang sekarang tapi mereka seakan akan lupa pernah kesini. Baru beberapa lama kemudian mereka ingat sebagian ketika Angela mengajak jalan jalan ke belakang rumah, disana ada dua buah karavan dimana dulu Cinta dan Cahaya selalu memberi makan pada kucing setiap pagi yang ada di karavan tersebut.

Hari ke enam, aku jalan jalan berdua saja dengan Luc ke Portimao. Berbelanja di sebuah mall kemudian jalan jalan ke (pantai) Praia da Rocha tempat favorit kami berdua di Portugal. Padahal jalan jalannya di boulevard nya saja, gak mau menginjakan kaki di pasirnya, terlalu panas menyengat!

Nah barulah hari rabu ini, kami berlima mengunjungi pusat kota Silves. Biasanya kita hanya liat liat pertokoan lokal saja disitu yang bisa dihitung dengan jari, tapi kali ini aku ingin sekali ke reruntuhan kastil yang menjadi ciri khas kota Silves. Jika kami datang ke kota Silves dari penjuru manapun juga maka kita akan disuguhi bukit yang di punncaknya ada bangunan tua bekas reruntuhan kastil di jaman dulu. Itulah Silves castle (castelo dos Mouros) yang berada di puncak bukit yang konon dibangun pada abad ke 8.

Kastil dilihat dari tempat parkir

Kastil dilihat dari tempat parkir

Walau kami berjalan tak jauh dari tempat parkir, tapi dibawah sengatan matahari 35 derajat celcius membuat kami ngos ngosan juga begitu sampai di area kastil. Setelah minum es jeruk segar yang ada di cafe sekitar kastil, kami segera masuk ke dalam kastil yang begitu masuk ruangan ternyata kita harus bayar karcis. Karcis masuk tersebut sudah termasuk tarif untuk melihat museum sejarah Silves yang berada di are tersebut.

Harrga karcis masuk

Harrga karcis masuk

Walau Cinta misuh misuh karena cemburu melihat Cahaya yang digendong papanya namun pada akhirnya dia menikmati juga pemandangan di sekitar kastil saat dia bisa melihat kota Silves dari atas benteng kastil. Apalagi saat aku menjelaskan kemungkinan jaman dulu kala ada putri yang tinggal di kastil ini, lalu mulailah mereka berimajinasi seperti apa putri yang dulu tinggal di kastil Silves ini.

wpid-img_20150729_151454125.jpg

wpid-img_20150729_150656503.jpgwpid-img_20150729_152137471.jpgwpid-img_20150729_145902734.jpg

Yang menarik setiap datang ke pusat kota Silves adalah suasananya yang bersahabat. Di sisi jalan besar Silves ada sebuah sungai yang menjadi ciri kota Silves dengan jembatannya dan diseberang sungai tersebut ada beberpa restaurant yang tenang dan kita bisa mendapatkan pemandangan yang indah, disitu pula ada bangku tua yang biasanya ditempati oleh para manula, dulu aku pernah ikut nongkrong di bangku itu saat menunggu perahu yang bisa membawa kita ke Portimao, suasananya yang ramah dan tenang membuat aku merasa nyaman jika datang ke pusat kota Silves. Kita bisa benar benar berinteraksi dengan penduduk disana.
Karena jalan jalan di pusat kota Silves hampir keseluruhannya berbatu (bukan aspal) maka kita harus hati hati berjakan karena batu ratusan tahun yang lalu tersebut sebagian licin karena saking seringnya dilalui. Sangat indah, kinclong cemerlang. Itulah sebabnya dianjurkan memakai alas kaki yang anti slip, karena kekinclongan jalan jalan di Silves dan juga karena saat kita kembali ke jalan raya maka kita akan mendapati jalan yang menurun, menambah kelicinan saat jalan menurun.

Jalan bebatuan di pusat kota Silves yang sempit dilalui oleh mobil juga

Jalan bebatuan di pusat kota Silves yang sempit dilalui oleh mobil juga

IMG_20150729_171506669[1]IMG_20150729_171634954[1]IMG_20150729_170950712[1]

IMG_20150729_174942361

wpid-img_20150729_174648164.jpg
Jika aku berjalan di Silves aku selalu merasa berada di kota jaman dulu seperti cerita dongeng kerajaan jaman dulu, satria berbaju besi, raja Athur, putri berambut pirang dan bergelombang, cerita putri dan pangeran yang dikejar raja yang berkuasa, cinta terlarang dan lain sebagainya, hahaha.

(bersambung )

OMG😂😂😂

OMG😂😂😂

Advertisements

24 thoughts on “Silves Castle

  1. hahaha iyya ksatria berkuda berpedang dan membawa bunga mnunggu pujaan hati dibawah balkon kastil. Saya penasaran adakah patung ksatria yg difoto mbak yayang itu bernama? Fotonya keren2 mbak yayang

  2. Posenya maknyuss banget Mbak, saya jadi membayangkan deh kalau seorang putri raja seperti itu :hihi :kidding. Ah, kota bersejarah yang menakjubkan! Umurnya hampir sama dengan kerajaan Mataram Kuno. Cara yang bagus Mbak, untuk mengenalkan anak dengan sejarah, adalah seperti itu, dengan cerita dan dongeng. Dengan demikian anak-anak jadi lebih menghargai peninggalan sejarah, bahkan jadi tergerak untuk tetap menjaganya :)).

  3. Lucu ya kotanya mba, berasa lagi balik kejaman dulu trus nunggu oangeran oake kuda putih datang ke castle hihihi.. Si cinta cahaya itu beda berapa lama mba lahirnya? Suka cemburuan juga yaa 😉

    • Iya kotanya tua sekali jadi berasa ke jaman dulu.
      Hihihi iya anak anak ya begitulah suka cemburuan juga, cinta lahir lebih dulu dari Cahaya hanya beda dua menit. Kecepatan dokter nya ambil cahaya setelah cinta. Hihihi mereka lahir secara sesar

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s