Burgos, Spanje

Hari kedua, 24 juli 2015

Burgos termasuk salah satu kota wisata di Spanyol. Disana ada katedral yang menurutku mirip Sagrada Familia dalam bentuk mini. Karena ingin melihat Katedral tersebut kami memutuskan tidak makan pagi di hotel tapi langsung menuju ke pusat kota untuk membeli kartu pos (aku mengoleksi kartu pos dari kota yang aku kunjungi minimal menginap semalam disana), makan pagi dan tentunya melihat katedral.

Tak banyak wisatawan disana, karena hari masih pagi. Kami tiba disekitar katedral pukul 9 pagi setelah memarkir mobil di depan kantor yang cantik dan nyaman tanpa bayar parkir karena berkali kali Luc mencoba mesin parkir tapi tak berhasil memasukan uang ke mesin parkir entah mesinnya yang rusak atau tak mengerti cara penggunaan mesin parkir tersebut karena tak ada petunjuk dalam bahasa Inggris. Yang setelah kami melewati kantor yang cantik tersebut tertulis di gedung tersebut adalah kantor hukum. Hahaha jika petugas kantor tersebut melihat mobil kami yang tanpa bayar parkir bisa bisa kami bayar denda di tempat.

Kantor Pengadilan di Burgos

Kantor Pengadilan di Burgos

Kami makan pagi di depan katedral, dari teras cafe aku bisa melihat kemegahan dan keindahan Katedral dengan jelas. Dan suasana liburan pun mulai terasa menyentuh kalbuku. Duduk santai, menikamati cappucino, mendengar celoteh anak anak yang riang gembira bahkan melihat wisatawan yang sedang memotret katedral pun sudah membuat hatiku nyaman.
IMG_20150724_092604223[1]

Katedral

Katedral

IMG_20150724_091131857[1]

Belanja kartu pos, tanda bukti pernah menginap di Burgos!

Belanja kartu pos, tanda bukti pernah menginap di Burgos!

Hanya satu jam kami di pusat kota Burgos, untuk selanjutnya kembali melanjutkan perjalanan menuju Portugal. Kami memulai perjalanan sekitar pukul sepuluh pagi. Jarak tempuh dari Burgos ke kota Sao Bras de Alportel Portugal sepanjang 885 km yang menurut navigasi bisa ditempuh sekitar 8 jam ternyata tak jauh meleset. Kami berhasil tiba di Alportel pada pukul 5 sore, karena adanya perbedaan waktu satu jam antara Spanyol dan Portugal dimana jam tanganku menunjukan pukul 6 sore. Itu artinya kami menghabiskan waktu delapan jam. Yeeyyyy berhasil berhasil, sambil jingkrak jingkrak kayak Dora. Kami hanya berhenti tiga kali untuk membeli bensin yang dikombinasikan dengan pipis dan membeli minuman dingin, itu saja!

Kami tak bisa langsung menuju rumah Angela (mertuaku) di Sao Bras de Aportel karena navigasi di mobil kami tak berhasil menemukan alamat rumahnya. Kami menunggu di tempat parkir sebuah supermart selama lima belas menit sebelum Angela datang menjemput kami.

Dan tahukah kalian apa yang didapat Luc setelah seharian menyetir mobil dengan jarak tempuh yang fantastis? Seorang penggemar memperhatikannya dari tempat duduknya di sebuah mobil minibus. Melambaikan tangan anggunnya ke arah Luc yang sedang berdiri di depan mobil. Luc berjalan ke arahnya dan berdiri di samping pintu bus dimana wanita anggun itu duduk. Wanita tersebut berbicara dalam bahasa Portugis, mengambil lengan Luc dan menggenggamnya. Cinta dan Cahaya tertawa terkikik melihatnya dan bertanya padaku, ada apa dengan wanita itu? Aku menjawab dengan senyum mengembang, wanita itu jatuh cinta pada papa. Hehehe.

Di jok belakang dimana wanita tersebut duduk, ada seorang pemuda dan seorang anak laki laki yang menjelaskan pada Luc, bahwa ibunya sedang belanja di supermarket dan ibunya bekerja (menjaga dan mengurus) wanita yang tak mau melepaskan tangan Luc. Wanita sepuh yang cantik dan anggun tersebut menderita penyakit Alzaimer. Dan Luc saling menggenggam tangan selama 15 menit hingga Angela datang menjemput kami.

(bersambung)

Genggamlah tanganku ini!

Genggamlah tanganku ini!

Advertisements

16 thoughts on “Burgos, Spanje

    • Hahahaha mudah2an itu yg diliat si nenek. Tapi entah kebetulan atau lain hal Luc mudah sekali berteman dengan anak kecil asing, dimanapun walau berbeda bahasa si anak kecil suka menyapa duluan, bahkan bayi yg blm bisa ngomong suka ngajak ketawa Luc berkali-kali padahal cuma dipandang doang

  1. Wah sama aku juga suka koleksi postcard tp kiriman teman hehe.
    Katedral emang luar biasa oh iya untung aja yg genggam tangan luc wanitanya udah tua kalau muda gimana ?

  2. Jujur, nyentuh banget nih pas adegan nenek ingin menyentuh tangan Luc. Penderita alzeimer yang rindu akan kasih sayang, hiks :”) tentu ente ikhlas kan mbak ? 😀
    btw, titip salam buat cinta & cahaya, lempar satu donk kartuposnya 😀 *piss*

  3. Yayang, kita samaan, aku juga pasti beli kartupos kalo bepergian. Sekarang malah kirim2an kartupos dengan beberapa teman dibeberapa negara.
    Gerejanya bagus yaa, kayak kastil bentuknya. Makin seruu Yang ceritanya 🙂

  4. Kalau untukku gerejanya modelnya agak lebih mirip ke Notre Dame yang di Paris, hehehe 😛 . Gothic2 gimanaa gitu 😛 .

    Haha, asyiknya berangkat pagi memang gitu ya, belum banyak wisatawan yang berkeliaran, hehe 😀

  5. Ya Tuhan, katedralnya… megah dan menaranya tinggi sekali, iya mirip banget dengan kastil raja yang besar! Keren sekali. Akhirnya itu betulan tidak bayar parkir ya Mbak? :hihi. Sebenarnya sistem mesin parkir di sana itu seperti apa sih, Mbak? *habisnya di Indonesia belum ada :hehe*.

    Kasihan sekali dengan si ibu penderita Alzheimer… kalian baik sekali mau menemaninya selama beberapa waktu :)).

    • Klo di Belanda, jika parkir di pinggir Jalan yg ada tanda bayar parkirnya maka kita wajib bayar. Dulu sistemnya ada pilihan berapa lama kira kira kita akan parkir, misalnya 30 menit trus kita liat berapa tarifnya untuk 30 menit itu, masukan uang atau kartu kredit trus nanti keluar bon nya. So bon itu harus disimpan di Mobil kita, di dashboard contohnya, jadi jika ada petugas yg meriksa dia tau bahwa kita sudah bayar. Ingat kita tak boleh parkir melebihi waktu, nanti kena denda. Klo 30 menit kita msh parkir sebaiknya kita balik lg ke Mobil Dan bayar lg. Tapi sekarang sistemnya lain, kita cukup memasukan (menuliskan) nomor Mobil kita ke mesin parkir, bayar tarifnya, langsung beres, ga ada bon lg yg hrs disimpan di Mobil kita, krn semuanya sudah tercatat dlm sistem. Nanti klo ada petugas parkir yg periksa, dia tinggal liat dalam sistemnya apakah nomor Mobil kita sudah tercatat disitu?
      Tapi klo kita parkir di tempat parkir biasa, bawah gedung biasanya, sistemnya sama dengan di Indonesia, masuk ambil kartu Dan keluar bayar

  6. katedralnya bagus banget ya :-), conta dan cahaya sepertinya menikmati sekali perjalanan liburan ke portugal ini,hehe
    aduh itu mas Luc langsung dapet penggemar aja 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s