Tentang Lebaran 2015

Satu hari sebelum lebaran aku terlibat percakapan dengan istri adikku alias adik iparku. Tanyanya, apa saja yang telah aku siapkan untuk lebaran? Aku harus berpikir sejenak untuk memberikan jawaban padanya. Kemudian jawabku… Aku ย tak membeli baju lebaran, tak membuat opor ayam, tak ada juga tape ketan hitam, apalagi ku nastar. Dan tragisnya aku tak punya ketupat! (Tentu saja mana ada ketupat di Belanda? Sebagai gantinya kita membuat lontong dari bungkus plastik).

Ah, merananya diriku yang tidak pulang kampung. Baiklah kalau begitu, mari kita sedikit usaha sebentar. Maka di hari terakhir puasaku ini, aku bertandang ke dapurku yang dalam sebulan terakhir tak lagi menarik perhatianku, akibat malasnya aku menyiapkan makanan di bulan puasa ini. Ku tengok laci besar persedian kerupuk yang selalu ibuku kirim ke mari menggunakan jasa pos kapal laut. Dan begitu gembiranya hatiku menemukan harta karun yang berlimpah.

Dan inilah hasilnya setelah digoreng!

Aneka kerupuk, rangginang, dan opak sampeu

Aneka kerupuk, rangginang, dan opak sampeu

Kemudian kutengok frezerku, aha ada daging kambing, untuk tahun ini kita membuat gule saja ya….. Dan inilah hasilnya gule super lezat ala ceu Yayang! Gule Hadori di Cibiru boleh menangis histeris karena lezatnya terkalahkan oelh gule buatanku yang jika seseorang menyuruhku membuat untuk kedua kalinya aku tak akan bisa mengulanginya dengan rasa yang sama. Alias kebetulan bisa membuat gule super lezat!

Gule kambing

Gule kambing

Penampakan gule setelah berada di mangkuk saji

Penampakan gule setelah berada di mangkuk saji

Kemudian aku memasak lontong, tinggal beli di Toko Oriental, kita hanya cukup merebusnya saja. Berdasarkan advis dari temanku, untuk menghasilkan lontong yang kenyal sehingga berasa ketupat di Indonesia, belilah lontong broken rice jangan yang long rice, kemudian sebelum masuk ke air rebusan, hekter dulu ujung plastik dengan maksud memperkecil plastik yang telah ada. Dan hasilnya tralaaa lebih kenyal dan mantap.

Lontong yang dihekter dulu :)

Lontong yang dihekter dulu ๐Ÿ™‚

Dan hari lebaran pun tiba. Hari jumat pagi aku bersama Cinta dan Cahaya diantar ke mushola Luc, kemudian dia berangkat kerja (yang kemudian aku tau Luc kembali pulang ke rumah karena sakit).

Berikut foto foto di mushola.

Ka Endjat dan teh Neni

Ka Endjat dan teh Neni

Pa hamdi sedang ngasih kuthbah Ied

Pa hamdi sedang ngasihย 

Kue kue, yang hampir tak terjamah sehingga saat bubaran kita harus membawanya pulang

Kue kue, yang hampir tak terjamah sehingga saat bubaran kita harus membawanya pulang

Masakan hasil karya ibu ibu mushola

Masakan hasil karya ibu ibu mushola

Aha kerupuk! Saat bubaran aku membawanya pulang satu plastik besar karena masih berlimpah dan tak ada seorangpun yang tertarik membawa kerupuk, para ibu lebih suka membawa pulang rendang :)

Aha kerupuk! Saat bubaran aku membawanya pulang satu plastik besar karena masih berlimpah dan tak ada seorangpun yang tertarik membawa kerupuk, para ibu lebih suka membawa pulang rendang ๐Ÿ™‚

Setelah shalat Ied bubar, aku masih harus beres beres. Sementara bapak bapak membereskan meja kursi ke tempat semula dan tentu saja nyapu dan ngepel. Para ibu diharuskan beres beres dapur dan makanan. Saking banyaknya makanan kita mesti dipaksa paksa membawa pulang makanan. Dan aku membawa pulang makanan yang kira kira disukai Luc yaitu sambal goreng tempe pedas dan telur balado, oseng tempe manis dan kerupuk buat Cinta dan Cahaya, dan untukku lontong sayur!

Pulang dari mushola jam tiga siang kami (aku dan temanku) sudah makan lontong lagi. Ada seorang teman yang datang berkunjung sepulang aku dari mushola. Dan pukul delapan malam kembali aku menikmati lontong menu lebaran hari ini.

Hari kedua lebaran, kami berkunjung ke seorang teman dekat yang mengadakan open house. Lima keluarga yang datang. Dan tralaa aku membawa bolu pandan sponge buatanku (eh yang tinggal tuang saja dari kemasannya dijamin tak akan gagal)!
IMG_20150716_155159168[1]

Minta difoto dulu didepan rumah sebelum pergi ke acara open house, Luc sampai cekikikan saat aku minta fota, ga seperti biasanya katanya hahaha

Minta difoto dulu didepan rumah sebelum pergi ke acara open house, Luc sampai cekikikan saat aku minta fota, ga seperti biasanya katanya hahaha

Disana tentu saja kembali menunya lontong dan teman temannya. Kali ini super lengkap, sampai sate pun ada. Dan yang datang ke rumah temanku karena para ibu yang termasuk menjaga badan (kecuali aku) maka makanan berlimpah bersisa banyak, bahkan Luc tak mau makan sama sekali karena dia tak enak badan, dalam kondisi seperti itu Luc memang tak tertarik makan. Dan lagi lagi aku dibungkuskan makanan. Sampai rumah aku harus menelepon tetanggaku yang juga orang Indonesia tapi tak merayakan Lebaran untuk membawa makanan tersebut, dan dia menyambut gembira.

Dan kembali untuk menyicil habis menu lebaran, malamnya aku harus makan lontong lagi. Untungnya Cinta dan Cahaya doyan dengan menu lebaran. Berkali kali mereka bilang lekker!

Dan hari ini, hari ketiga lebaran, makan siang dan malam kembali lontong! Yang aku variasikan siangnyalontong dan gule dan makan malam lontong sayur. Setelah itu aku beres beres dapur memasukan gule ke freezer, memasukan tempe ke wadah plastik, telur ke tempat yang lebih kecil. Ketiganya aku masukan ke lemari es. Sunguh aku tak sanggup jika besok harus makan ย makanan itu lagi. Berharap semoga tetanggaku meneriwa tawaranku atas makanan tersebut. Hahaha.

Kakaren lebaran dari mushola

Kakaren lebaran dari mushola

Terima kasih Tuhan atas semua limpahan makanan dan rizki yang tak pernah putus pada kami, semoga kami termasuk dalam golongan orang yang dapat bersyukur.

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1436 H, kepada semua yang merayakannya.
Taqabbalallahu minna wa minkum, syiyamana wa shiyamikum wa ahallahu alaik.

Dan juga kepada semua umat manusia semoga selalu damai, sejahtera dan bahagia.

Salam,
C&C beserta mama papanya juga!
PhotoGrid_1437235790822[1]

Advertisements

21 thoughts on “Tentang Lebaran 2015

  1. adikku,
    “selamat Idul Fitri 1436 H”
    As’alukal afwa dzahiran wal bathiniah
    Jaโ€˜alanallahu Minal Aidin wal Faidzin

    Sehat bahagia selalu berlebaran.. tahun depan biar yg di Indo yg buat ketupatnya yach…

  2. Maaf lahir batin ya Yayang. Semoga next Ramadan kita semua lebih baik lagi untuk semuanya ๐Ÿ™‚
    Aku kalo bikin lontong suka beli kemasan yang dijual di AH yang. Itu juga enak banget jadinya. Kenyal kayak lontong yang dibikin sama tukang lontong professional haha. Padahal mah tinggal cemplung air mendidih aja. Kamu cantik bangeett dengan baju pinknya. Duhhh makanan di Musholla melimpah gitu ya. Aku pasti seneng banget itu kalo disuruh bungkus haha. Kemaren aku ketemu suami Uni Rita di Masjid Al Hikmah. Mereka sholat Ied disana.
    Salam buat Cinta Cahaya. Mereka Cantikkk!

    • Sama sama Deny, maaf lahir bathin. Ya, semoga tahun depan kita bisa lebaran bareng.
      Betul Uni Rita dan suaminya ga lebaran di mushola, teman teman mushola setelah beres dari mushola langsung rame rame kesana, mungkin Deny juga ketemu dengan rombongannya disana?
      Terima kasih Deny, anak anak difoto temenku waktu acara open house di rumah temen, nyampe rumah aku dikirimi fotonya lewat whatsApp, hehehe ibunya ga tau anak anak difoto.

  3. selamat lebaran mbk yayang…mohon maaf lahir dan batin…
    cantik sekali pakai dress peach gitu….dan seperti biasanya cinta&cahaya selalu cantik dan menggemaskan… ๐Ÿ™‚

  4. Hi Mba, Salam kenal ya ๐Ÿ™‚
    Mampir kesini habis dari blog Mba Deny hehe, selamat Lebaran ya
    ternyata sama juga ya, persedian kerupuk wajib ada, aku kalau mudik pulangnya pasti bawa kerupuk, rangginang dan kawan-kawannya hehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s