Feyenoord gagal tanding minggu ini

Ternyata masih ada sambungannya tentang demo polisi di Belanda. Hari ini walikota Rotterdam Ahmed Aboutalib membatalkan (menunda) pertandingan antara Feyenoord lawan Vitesse yang seyogyanya diadakan hari Minggu tanggal 11 Mei. Pembatalan ini dikarenakan karena polisi akan melakukan mogok kerja lagi. Hingga saat ini belum ada tanggal yang pasti untuk mengganti pertandingan di hari minggu ini, menurut berita baru akan ditetapkan tanggal yang pasti esok hari setelah pukul lima sore. Rupanya banyak pihak yang masih harus berdiskusi.

Tak heran dengan dibatalkannya pertandingan ini membuat kecewa para pecinta bola khususnya suporter kedua belah pihak. Hari ini kolega Luc berteriak kecewa begitu mendengar berita tersebut, dia sudah membeli tiket untuk menonton pertandingan tersebut. Tak lama satu kolega Luc lainnya ‘histeris’saat mendengar berita selanjutnya bahwa pertandingan liga Spanyol pun akan dihentikan mulai 16 mei mendatang, padahal si kolega ini telah membeli tiket penerbangan ke spanyol minggu depan bersama anak lelakinya untuk menonton pertandingan bola disana.

Saat aku bercerita bahwa aku akan menulis tentang batalnya pertandingan sepakbola ‘gara gara’ mogoknya para polisi, Luc bertanya keheranan, apa istimewanya? Dan kataku, jelas ini cerita yang menarik bagaimana mungkin penjaga masyarakat  mogok kerja? Kemudian jawab Luc kan ga semua polisi mogok hanya di beberapa kota saja dan itupun gantian. Tetap saja menurutku aneh. Kata Luc yang tidak boleh demo adalah seseorang yang pekerjaannya menyelamatkan nyawa orang contohnya dokter.

Nah gimana kalo polisi di Indonesia mogok sementara pertandingan Persib lawan Persija akan dilaksanakan? Hihihi aku tak sanggup membayangkannya!

Advertisements

11 thoughts on “Feyenoord gagal tanding minggu ini

  1. Sama teh, aku juga tak sanggup bayangin pertandingan sepakbola disini tanpa polisi, ada polisi aja begitu ya. Apalagi ga ada polisi coba. Bisa gawat. Btw, tapi beberapa tahun lalu dokter di Indonesia pernah mogok kerja loh 😄

  2. Hihihi ini menarik ketika aparat mogok kerja tapi apakah masyarakat rotterdam ikut bersimpati kepada mereka mbak terkait tuntutan polisi itu? Suami mbak misalnya apakah ikut mendukung tuntutan polisi? Karena kalau di Indonesia saya kira justru mereka akan kehilangan simpati kalo banyak nuntut, mungkin ya…ini opini pribadi hehehe

    • Iya pasti kayak nya klo di Indonesia pasti banyak yg ga setuju klo polisi nonton kenaikan gaji, klo suami ga begitu nanggapin masalah polisi minta baik gaji, tapi klo urusan kemanusiaan seperti kasus ada anak yg hr dikembalikan ke negaranya krn di negaranya udah aman, suami pernah ikut menandatangani petisi agar si anak ga di deportasi, ikut mendukung si anak boleh tinggal di Belanda. Pokoknya hal hal semacam gitu yg lbh menarik perhatian orang orang disini.

  3. Ada polisi pun di sini kadang pertandingan bola yang supporternya “biasa-biasa saja” masih susah dikendalikan, apalagi kalau tidak ada polisi karena mogok, terus yang bertanding adalah dua klub yang suporternya sudah dimafhumi semua orang sebagai “musuh bebuyutan”? Saya tak bisa membayangkan, Mbak :hehe.

    Kayaknya tentara mesti turun kalau itu terjadi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s