Mother is the best

Karena Cahaya sesaat setelah lahir harus masuk inkubator, karena berat badannya yang sedikit kurang, jadilah tumbuh kembang Cahaya berada dalam pemantauan dokter di rumah sakit Erasmus. Pertama kali dia harus balik ke rumah sakit saat usinya 6 bulan, satu tahun, dua tahun dan tiga tahun. Apa yang dilakukan dokter hanya bermain main saja dengan Cahaya, melihat setiap gerak Cahaya, menyusun puzzel, menggambar hingga ngobrol. Walau semuanya normal dan hasilnya baik tapi pemantauan tersebut akan dilakukan hingga Cahaya berumur tujuh tahun, kata dokter ga ada sesuatu yang mencemaskan mereka melakukan ini karena prosedur saja.

Disaat itulah aku suka mengobrol dengan dokter, bercerita apa saja yang aku khawatirkan atas mereka, kadang pertanyaanku mengada ada saking bingungnya harus bertanya apa tentang anak anak selain berkeluh kesah soal makan. Dokter muda yang menangani Cahaya ini sangat lemah lembut, walaupun dia dokter laki laki tapi sikapnya sangat keibuan. Di suatu kesempatan bertemu, aku mengutarakan kecemasanku pada sang dokter bahwa aku khawatir anak anakku akan sulit berbicara, hal tersebut karena hasil tes Cahaya pada saat berumur dua tahun, kosa kata yang digunakan sangat minim sekali. Dari 20 macam benda yang ditunjukan pada Cahaya, dia hanya mampu menjawab 4 buah, sedangkan anak lainnya berdasarkan penelitian hampir bisa menjawab semuanya. Tapi sang dokter bijaksana itu berkata bahwa aku tak perlu khawatir. Semuanya akan berproses.

Ada pesan dia yang sangat aku ingat, katanya… setiap anak berbeda dengan anak lainnya, mereka mempunyai keistimewaan masing masing. Anak tidak bisa diperbandingkan dengan anak lainnya. Pak dokter juga berkata bahwa banyak ibu Belanda yang sangat melindungi anak anaknya, juga membanggakannya, termasuk membuat pernyataan yang tak masuk akal sekalipun contohnya….. anakku umur lima tahun sudah masuk universitas. Hahaha gurauan pak dokter itu aku sambut dengan tawa yang lebar. Intinya aku disarankan untuk tidak terlalu membandingkan anakku dengan anak lainnya, karena mereka berbeda selain itu jangan merasa tersaingi jika ibu yang lain berkata fantasis tentang anaknnya, itu dilakukan karena kebanggaan seorang ibu akan anaknya, maklumi saja kata pak dokter dengan santainya.

Hari minggu, tiga hari yang lalu, aku melihat seorang ibu yang marah saat membela anaknya. Seorang ibu yang marah pada suamiku, karena suamiku memarahi anak si ibu tersebut (pun karena suamiku sedang membela anaknya).

Kami sedang berada di Monkey town, tempat permainan anak anak yang berada di dalam ruangan, aku dan Luc duduk di restauran yang berada di arena tersebut sementara Cinta dan Cahaya bermain. Tak berapa lama Cahaya datang menghampiri kami, berkata bahwa Cinta sedang berada dalam masalah katanya, yang membuat kami tertawa dengan pernyataannya, ada apa? Tanya Luc. Seorang anak laki laki menendang Cinta, Cinta menangis karena balok balok yang disusunnya juga dibuat rusak oleh anak laki laki tersebut. Aku yang malas beranjak dari tempat dudukku mengutus Luc untuk mendatangi Cinta.

Di kejauhan aku melihat Luc sedang berkata pada seorang anak kecil kira kira dua atau tiga tahun an, betapa kagetnya aku karena  si anak tersebut tiba tiba menyepak muka Luc yang sedang berjongkok dan sepakan kedua langsung ditangkis oleh Luc. Kemudian Luc mengeluarkan telunjuknya menggoyangkan di muka anak tersebut. Terlihat Luc sedang memarahinya. Dan anak tersebutpun menangis. Tapi Luc masih tetap berkata kata. Tiba tiba datang seorang ibu, meraih anak yang menangis dan Luc pun berdiri, kemudian si ibu pergi tanpa berkata apa apa. Aku melihat saja dari kejauhan. Si ibu pergi melewati tempatku duduk tapi kemudian berbalik setengah berlari sambil menggendong anaknya, kembali mendatangi Luc dan berbicara tak senang pada Luc, aku melihat Luc menjelaskan sesuatu pada si ibu. Yang kemudian pergi dengan muka tak senang.

Luc datang padaku, menceritakan apa yang telah terjadi. Versi Luc adalah sebagai berikut, di tempat perkara dimana permainan balok berada, Cinta dan beberapa anak lainnya sedang menyusun balok membuat kastil katanya, seorang bocah datang menghancurkan balok yang sedang dibuat, mereka marah tapi si anak tersebut malah menendang anak anak yang berada disitu satu persatu, saat Luc datang si anak masih menendangi seorang anak perempuan yang langsung dicegah Luc, dan Luc memperingati untuk tidak menendang, eh si anak tersebut malah datang ke Luc dan menendang juga, tendangan kedua ditangkis Luc, tentu saja Luc jadi murka dan memarahi si anak, si anak itu malah nangis kemudian meluncur kata kata Luc yang berkata… bagus ya kamu menangis, aku tak merasa kasian kamu menangis. Begitu ucap Luc yang Luc sendiri akui bahwa itu tak pantas diucapkan pada seorang anak kecil. Kata Luc si ibu itu mendengar ucapan Luc dan  anehnya kata Luc si ibu juga melihat saat anak tersebut sedang menendang anak perempuan hingga menangis karena pada saat itu Luc dan si ibu hampir datang pada saat yang bersamaan. Kata si ibu, tak sepantasnya Luc berkata seperti itu pada anak yang masih berusia dua tahun, tapi Luc berkata bahwa tak sepantasnya anak umur berapapun menendang muka orang, atau merusak apa yang tengah dibuat anak lainnya, dan dia sebaiknya mengerti sejak kecil. Begitu penjelasan Luc. Dan si ibu tak terima tanpa berkata apa apa lagi di pergi meninggalkan Luc.

Teringat pada dokter yang dulu berkata padaku, bahwa seorang ibu akan melindungi anaknya, dan hari itu aku melihat seorang ibu yang membela anaknya pun ketika si anak melakukan sesuatu yang salah. Menendang. Apakah si ibu membenarkan tindakan menendang sebagaii bentuk pembelaan diri dari anaknya karena diperingati oleh Luc? Ah akan begitu jugakah aku?

Ibuku, akan mengatakan salah jika aku salah. Walaupun aku merasa benar dan kesal sekali padaku. Aku disuruh minta maaf jika aku berbuat nakal pada kakakku begitu pun kakakku meminta maaf jika dia tak baik padaku atau pada orang lain.

Hari ini aku menonton tayangan di youtube tentang seorang ibu lawan pengasuh anaknya. Dalam video tersebut dibuktikan bahwa seorang pengasuh mengetahui lebih banyak tentang anak yang diasuhnya daripada ibu kandungnya sendiri. Aku melihat hal tersebut dengan linangan air mata. Aku adalah produk yang dibesarkan oleh pengasuh, tante oom dan nenek kakek, walau itu tak semuanya benar, ayah ibuku bekerja, ada seorang pengasuh bersama kami, tapi aku selalu merasa ibu selalu ada untukku, dia memasak untukku, mencuci bajuku dan memilihkan pakaianku. Saat aku dewasa, ibuku meminta maaf padaku (pada kami anak anaknya) bahwa dia merasa membiarkan kami beranjak dewasa sendiri tak banyak campur tangan dari ibuku, ibuku berkata bahwa dia bangga atas kami semuanya, dia bangga telah menjadi ibu dari kami. Padahal kamilah yang bangga mempunyai ibu seperti beliau.

Ibuku berkata, tak apa kini aku tak bekerja, ini kesempatan diriku untuk mengenal dan membimbing anakku. Walau ibuku tetep mendukung  berkeinginanku untuk bekerja suatu hari nanti seperti dulu saat aku belum menikah.

Dan hingga kini aku lebih merasa bahwa Luc lah yang lebih mengenal anak anakku, dia melakukan banyak hal dan kegiatan bersama anak anak, lebih banyak dari ayah yang aku kenal. Semoga anak anakku mengerti diriku.

Berikut video yang membuat air mataku meleleh.

Advertisements

9 thoughts on “Mother is the best

  1. Aku setuju Mbak, yg salah harus tetap salah, yg benar tetap benar. Ayah dan bunda juga mendidikku begitu. Walaupun aku anak paling kecil dan manja, mereka akan tetap menasehati kalo aku salah 😊

    Videonya emg bikin sedih ya Mbak. Bunda seorang ibu rumah tangga, but I would never judge the women who work, they must have their own reason. The most important thing is how to be wise in managing their time at work and home. Itu menurutku ya, Mbak Yayang. I hope I’ll be a wise mom too when I get married someday hihi 😊

  2. Akupun produk bapak dan ibu yang bekerja. Sama sepertimu Yang, meskipun aku dan adik2 dititipkan ke tetangga, ibu selalu bangun pagi untuk menyiapkan segala keperluan anak2nya, pulang kerja masih menemani kami mengerjakan PR. Ah jadi kangen Ibu. Semoga kita jadi Ibu yang terbaik ya Yang 🙂

  3. Haduh, videonya Mbak, agak mengharukan tapi juga agak miris karena pekerja yang ada di sana pasti ada orang Indonesianya juga ya, terus mereka tidak diberi a day off… waduh.

    In my honest opinion, saya setuju dengan apa yang dilakukan Luc, dan menurut saya sih Luc sudah dewasa banget menghadapi anak kecil itu Mbak. Kalau yang ditendang saya, mungkin saya sudah ngamuk-ngamuk ya di sana.
    Iih kepingin dipites deh tuh bocah, belagu bener.
    Yah tapi orang tua akan selalu membela anaknya, Mbak. Tapi dari kata-kata si Ibu sih, menurut saya sebenarnya dia sudah sadar kalau anaknya itu salah :hehe.

    • Hahahaha pengen dipites!
      Iya kadang liat anak anak sini bisa kaget juga klo mereka ngelawan ortunya, grote mond istilah sini. Semoga Cinta Cahaya bisa lebih menghormati orang tuanya dibandingkan anak sini, walau kadang kesel juga krn mereka pun kadang ngelawan ama kita, duuhhhh bocah suka bikin gemes

      • Wow, fenomena seperti itu ada ya :hehe.
        Semangat ya Mbak :hehe. Amin, semoga Cinta Cahaya bisa tumbuh jadi anak yang berbakti pada kedua orang tuanya :)).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s