Koningsdag – Hari Raja

Hari ini seluruh penduduk Belanda merayakan hari jadi sang raja. Koning Willem Alexander. Ini tahun kedua sang raja berkuasa, setelah sang ratu lengser dari tahtanya dan menyerahkan kekuasannya pada generasi berikutnya. Kontra sekali dengan Ratu Elizabeth yang masih enggan melepas kekuasannya.

Sebelun tahun 2014, pesta rakyat ini disebut hari Ratu atau Koninginedag yang diperingati setiap tanggal 30 April, yaitu hari kelahiran ratu Juliana.Juliana adalah nenek dari raja Willem yang berkuasa sekarang, ketika kekuasaan turun ke  Beatrix, Beatrix memutuskan menggunakan tanggal kelahiran ibunya untuk memperingati kelahirannya, Hal tersebut dilakukan karena alasan cuaca. Ulang tahun sesuanggunya adalah tanggal 31 Januari, ga seru rasanya kalau pesta rakyat dirayakan di tengah cuaca dingin. Nah beruntunglah Willem yang berulang tahun di musim semi, sehingga dia bisa benar benar merayakan ulang tahunnya bersama rakyat di hari yang sebenarnya.

Di Belanda setiap hari ulang tahun raja atau ratu maka akan dirayakan oleh seluruh rakyatnya. Para rakyat di hari itu semua libur, tak ada toko atau kantor yang buka (tapi hari ini aku melihat beberapa supermarket buka setengah hari). Di hari ini semua orang dibebaskan untuk berjualan semau mereka. Nah apa yang dijual? Tentu saja barang barang yang sudah tak terpakai lagi alias barang bekas.

Jika kalian beruntung dan teliti mencari, maka kalian bisa mendapatkan barang barang yang masih berkualitas atau yang bermerk bisa didapaktkan dengan harga miring, nyaris gratis malah.

Di pesta rakyat ini adalah kesempatan rakyat melihat keluarga kerajaan turun ke jalan, setiap tahunnya keluarga kerajaan datang ke kota yang berbeda. Tahun ini mereka datang ke Dordrecht kota kecil tak jauh dari Rotterdam. Aku datang ke Dordrecht? Tidak! Seperti tahun lalu aku merayakannya di Ridderkerk, juga kota kecil yang tak jauh dari Rotterdam. Di rumah teman yang sudah kuanggap keluarga sendiri. Berdasarkan pengalaman tahun lalu, datang ke Ridderkerk lebih menyenangkan dari pada merayakan di kota besar. Mengapa begitu? Alasan utama tentu saja tak terlalu ramai dan yang paling penting untukku adalah yang jualannya nyaris semuanya penduduk asli Belanda, menurut pengamatanku mereka sangat apik pada barang barang miliknya, jadi aku bisa melihat banyak pilihan mencari barang yang masih bagus dengan harga yang murah.

Tapi sayang sekali tahun ini aku tak seberuntung tahun kemari. Berikut cerita pilunya.

Kami berangkat dari rumah sekitar pukul setengah satu. Tiba disana sekitar pukul satu setelah Luc memarkir mobil, kami memijit bel rumah teman kami (teh Neni), dua kali tak ada orang yang membukan pintu. Curiga aku segera mengecek HP, betul saja ada dua miscall disitu beserta whatsapp yang mengabarkan temanku sudah pergi ke centrum sekitar 15 menit yang lalu. Setelah aku telpon balik, kami janjian untuk bertemu di toko sepatu Van Haren, aku, Luc dan anak anak hanya membutuhkan waktu kurang dari sepuluh menit untuk mendapatkan temanku disana. Cinta dan Cahaya yang melihat permainan anak anak berupa luchtkussen yaitu plastik udara yang berupa bantal sehingga anak anak bisa meloncat loncat disana. Tentu saja Cinta dan Cahaya tak mau beranjak dari sana sehingga aku memutuskan untuk berpisah dengan Cinta dan Cahaya yang dijaga Luc dan jika anak anak sudah bosan bermain Luc akan langsung ke rumah temanku dengan harapan suami teh Neni sudah pulang ke rumah saat Luc selesai menemani Cinta dan Cahaya (sang suami sudah pergi meninggalkan sang istri karena sang istri sibuk liat liat di suatu tempat sementara dia sudah tak sabar lagi menunggu, maka berpisahlah mereka hahaha biasalah suami mana tahan harus menemani istri yang sedang berbelanja, ini barang baekas lagi yang diburu hihih) sehingga aku bisa bebas melihat lihat barang barang bekas dengan teh Neni.

Rasanya tak lama dari aku meninggalkan Luc, rencana konigsdag tahun ini adalah berburu Lego untuk Cinta dan Cahaya, mereka ingin Lego princess, lego belum didapat sementara tanganku sudah penuh karena aku membeli tiga pot yang cukup besar dan aku harus menentengnya dibantu teh Neni, tak lama dari membeli pot HP teh neni berdering nomorku yang muncul disana, ya aku memberikannya pada Luc saat berpisah karena Luc tidak membawa HP (selalu!!!) untuk berjaga jaga jika rumah teh neni masih terkunci karena sang suami belum kembali jika Luc memutuskan untuk pulang ke rumah teh Neni. Karena yang muncul nomorku, teh Neni langsung memberikannya padaku. Suara Luc terdengar tegang, katanya… kembali kalian sekarang ke rumah teh Neni, rumahnya kemalingan. What? Disiang bolong begini?

Kembali ke rumah temanku itu, kami mendapatkan pemandangan mengenaskan, lemari buffet besar yang ada di ruang duduk semuanya sudah terbuka. Ada tiga kamar tidur disana, satu kamar tidur anaknya pintu lemari pakaian hanya terbuka tapi tidak dibongkar, sementara kamar yang lain tidak dijamah. Kamar temanku yang paling parah, nyaris tak bisa dilalui karena semua isi lemari berhamburan keluar, laci laci seudah bertebaran kemana mana, aku kaget sejadii jadinya banyak tas yang berhamburan baru aku tau temanku itu mengoleksi banyak tas, tentu saja bukan tas sekelas Syahrini. Semuanya berhamburan tak karuan, kasurpun ditarik, mencari sesuatu dibawah kasur. Sementara laptop anaknya yang tergeletak di kursi tidak disentuh. Sang maling mencari uang dan perhiasan!

Polisi datang lima belas menit setelah Luc menelepon. Dua orang polisi datang, bertanya kronologis kejadian seperti kapan meninggalkan rumah dan datang ke rumah. Suami teh neni menjelaskan mereka meninggalkan rumah pukul setengah satu siang, dan sang suami pulang ke rumah pukul dua diikuti Luc beberpa menit kemudian. Kami mengira ngira bisa jadi sang maling tengah berada di rumah saat aku memijit bel pukul satu siang. Si maling membobol pintu depan dan lari lewat pintu belakang karena pintu belakang terbuka lebar.

Ada pertanyaan polisi yang membuatku nyengir, sang polisi bertanya pada suami temanku, apakah kamu ingin pelakunya tertangkap? Sang empunya rumah tentu saja menjawab iya yang kemudian dilanjutkan pertanyaan berikutnya, jika tertangkap apa yang kamu inginkan dari si pelaku kejahatan? Mengembalikan barang yang hilang? Atau diberi hukuman? Dengan tegas suami temanku menjawab kalau bisa barang kembali tapi yang jelas sipelaku harus diberi hukuman.

Ingat pertanyaan tersebut, mengingatkan kejadian yang menimpa kami tiga tahun yang lalu, juga di musim semi. Kami pun pernah kemalingan. Sang polisi berkata bahwa kemungkinan kecil sekali menemukan si pelaku, kecuali si pelaku menyalakan HP yang dicuri dari situ polisi bisa mencari jejak. Bedanya polisi yang datang ke rumah kami selain bertanya kronologis kejadian diapun bertanya tentang perasaanku, apakah aku mengalami trauma karena rumahku dimasuki maling saat kami berada dirumah(kami sedang tidur)? Saat itu juga polisi banyak menganalisa, kata polisi si maling bisa masuk rumah kami karena rumah kami tak terkunci. Hah???? Ya ternyata saudara saudara sebelum kejadian maling masuk rumah, rumah kami ternyata tak pernah dikunci dari dalam. Saat aku melotot pada Luc karena selama itu aku tak tahu, Luc malah balik menangkis kecerobohannya… jawabnya selama aku tinggal di rumah ini hampir 10 tahun lamanya belum pernah aku mengunci rumah, lagian kenapa aku yang disalahkan karena tak mengunci rumah? Harusnya si maling yang disalhkan, kenapa masuk ke rumah orang tanpa izin? Pake ambil barang segala? Ya ampun Luc…. namanya juga maling!

Tapi untunglah kejadian yang menimpa kami bisa diselesaikan semuanya bisa diganti oleh pihak asuransi. Ceritanya ada disini 

Jadi di Ulang tahun raja tahun ini akau hanya mendapatkan pot bunga saja.

Tiga pot bunga kenang kenangan konisngsdag 2015

Tiga pot bunga kenang kenangan konisngsdag 2015

Kontainer sampah, biasanya barang yang tak laku dijual, barang tersebut dibuang ke tempat sampah yang sudah disediakan, termasuk tempat sampah ini yang sduah berisi sepeda, orang yang mau ambil boleh bawa sepeda ini gratis

Kontainer sampah, biasanya barang yang tak laku dijual, barang tersebut dibuang ke tempat sampah yang sudah disediakan, termasuk tempat sampah ini yang sduah berisi sepeda, orang yang mau ambil boleh bawa sepeda ini gratis

Barang barang bekas yang dijual, diantaranya seperti ini

Barang barang bekas yang dijual, diantaranya seperti ini

IMG_20150427_153205108[1]

IMG-20150427-WA0026[1]

IMG-20150427-WA0028[1]

Konvoi puluhan truk container ikut meramaikan perayaan ultah sang raja

IMG-20150427-WA0029[1]

seorang anak yang sedang berjualan bergagaya pipi lang kaos

Advertisements

34 thoughts on “Koningsdag – Hari Raja

    • Udah dua tahun, sekarang Belanda punya Raja dan Ratu karena Maxima istri raja dijadikan / disebut ratu juga. Sementara sebelumnya suami Beatrix tetap bergelar pangeran bukan raja saat beatrix naik tahta jadi ratu. Dan kenyataannya Maxima lebih populer dari Willem Alexander, raja yang sebenarnya 🙂
      Jadi mirip mirip Lady Di gitu deh

  1. Wewh, what an unpleasant experience, Mbak, untuk temannya. Padahal sedang hari perayaan ketika orang-orang bersenang-senang, eh untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak.
    Di mana pun kita mesti hati-hati ya, tidak pernah kecurian bukan berarti alasan untuk tidak kecurian. Pintu rumah harus selalu dikunci. Jadi pengingat buat diri saya juga sih, soalnya kadang sayanya suka ceroboh :hehe.
    Happy Koningsdag!

  2. waah, polisina meuni baik smp tanya perasaan teteh, trauma enggak :D.

    dan tertakjub2 gakpernah ngunci rumah selama 10 tahun..

    barang2 itu masih layak dipakai juga yah, sebenere. banyak yg masih baguuus.

    • Iya polisinya sampe ngasih kartu nama orang yang harus aku hubungi untuk bicara jika aku ngerasa trauma gitu.
      Pintu rumah kami memang sudah terkunci secara otomatis kalo ditutup dan ga bisa dibuka dari luar, dari luar harus pake kunci. tapi kata polisi sistem gitu tetep bisa dibuka dengan cara diselipin kartu atau benda pipih saja, pintu akan terbuka, seharusnya ya dikunci dari dalam, dan kami selama ini tidak pernah ngunci rumah dari dalam, baru setelah kejadian ini barulah kita ngunci rumah sebelum tidur hehehe

  3. mudah2an barang2 yg hilang bisa ketemu…, polisinya sangat simpatik ya..

    btw, itu masih banyak barang bagus spt sepeda itu.., sayang banyak masuk tempat sampah he.he..

    • Iya, temanku itu masih sempet sempetnya bergumam untung aku ga ada di rumah saat kejadian….. terkena musibah dan masih sempat bilang ‘untung’ hehehe. Aamiin semoga cepat terganti barang yang hilang tersebut. Biasanya pihak asuransi yang ganti

  4. Turut prihatin atas musibah temannya Mba Yayang, semoga diberikan ganti oleh YME. Konon katanya kalo kecopetan, kemalingan (kehilangan harta benda) disarankan untuk memperbanyak zakat/infaq/sedekah 🙂

  5. ya ampun pake ada adegan kemalingan juga,serem yah pas kita ada maling masuk dan kita juga di dalam rumah,takutnya tuh malah nanti pas mereka ketahuan malah ngapa2in kita

  6. Ya ampun, sedih banget rumahnya kemalingan Yang..semoga pelaku nya ketangkap segera ya. Di dorp aku juga sering ada berita kemalingan, sedihnya yg kemalingan pasti deh pasangan manula. Kami beruntung tinggal di apartemen 10 lantai dengan system intercom dan pintu dengan kamera. Jadi kalo ada yg ngebel ngaku2 mau nyerahin paket atau ngadain goede doelen bias kita screening. Ada ID nya gak, pake seragam gak, kalo keliatan anak2 iseng atau mencurigakan kita pasti gak bukain pintu nya. Trauma yg pasti kalo kemalingan…Off topic, kemaren kita juga jualan di kota lumayan barang rongsokan yg menuh-menuhin basement hilang eh dapet duit 😛

    • Iya kalo sistem keamanannya cukup baik, maka bisa lebih bisa diminimalis kejadian kemalingan, kebetulan rumah kami rumah biasa yang begitu trotoar disitulah pintu masuk rumah, jalanan sepi enak deh maling masuk rumah.
      Iya akupun dari tahun lalu berencana ingin jualin barang barang ga kepake tapi kok belum terlaksana juga hahaha, masih males beberes sibuk ama urusan ini itu . Semoga tahun depan bisa terlaksana buat jualan 🙂

  7. Turut berduka Yang untuk temanmu. Semoga ada jalan keluar yang terbaik. Dan aku juga baru tahu kalo kalian pernah kemalingan.

    Aku kemaren jadinya ke centrum Rotterdam Yang, ramee banget muter2 sampe Markthal. Akhirnya pulang ga bawa apa2 haha. Tapi gpp, puas muter2 4 jam.

    • Terima kasih Deny, iya nyebelin banget rumah pernah dimasuki maling. Untunglah semua barang yang hilang diganti oleh pihak asuransi, sampai uang yang ada di celengan yang kita sendiri ga tau berapa jumlahnya, cuma kita kira kira saja mereka ganti, juga biaya pergantian pembuatan kartu VVR ku yang ikut diambil si maling semuanya diganti sampe biaya foto nya pun diganti.
      Wah pasti rame banget ya di centrum Rotterdam, kita pernah sekali kesana, dan kapok ga mau muterin centrum lagi pas koningsdag, ribet klo jalan sama anak anak, lebih ke tempat yang agak sepian. Ah ikut seneng dengernya bisa menikmati Rotterdam, ayo kapan kesini lagi?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s