It’s your choice: Beautiful or Average!

Belum lama ini Dove mengeluarkan kampanye yang mengajak para wanita untuk meyakini bahwa dirinya ‘cantik’. Dalam survai mereka, bahwa 96% wanita tidak menggunakan kata ‘cantik’ untuk menggambarkan diri mereka.
http://www.boredpanda.com/self-esteem-social-experiment-choose-beautiful-dove/

Kampanye yang dilakukan Dove adalah bertajuk ChooseBeautiful yang menantang wanita di seluruh dunia untuk memutuskan untuk menjadi cantik dan mengevaluasi kembali citra diri mereka – menjadi lebih baik. Eksperimen tersebut dilakukan di  stasiun di Sao Paulo, Delhi, Shanghai, San Francisco dan London. Para wanita diberi pilihan sederhana untuk masuk melalui pintu “Cantik ”  atau pintu “Rata-rata”.

Nah sekarang pertanyaannya, pintu mana yang akan aku masuki jika aku diberi pilihan seperti itu? Jika secara spontan aku sepertinya aku akan masuk ke pintu rata rata. Secara aku memang sadar bahwa aku tidak berada dalam  standar kecantikan yang diciptakan manusia (tinggi, kurus, berdada alias seksoy). Tapi kok rasanya aku juga akan dengan sangat bergembira dan antusias jika memasuki pintu yang bertulisan kata cantik tersebut.

Tentu saja saat ini aku bukan gadis remaja yang mempermasalahkan tentang bentuk tubuh dan kecantikan, akan tetapi melihat video kampanye Dove ini setidaknya menyadarkan diriku sendiri bahwa setiap harinya kita dihadapakan pada ribuan pilihan, entah apapun itu,  yang pasti diantaranya kita bisa memilih untuk menyatakan atau merasa bahwa aku cantik dan bisa menjadi lebih baik.

Seperti apa yang pernah aku ceritakan disini bahwa You are beautiful, kamu hanya berada di negara yang salah, bukan berarti aku merasa istimewa karena memiliki kulit yang banyak diingini wanita disini pada umumnya. Tapi disini aku  belajar bahwa perbedaan tidak ditentukan oleh warna kulit, perbedaan ditentukan oleh hal lain salah satunya adalah apakah kita bisa menghargai orang lain atau tidak. Jika aku melihat seseorang tidak menghargai orang lain, kita bisa langsung melihat seperti apa orang tersebut. Benar seperti apa kata ibuku, menghargai seseorang tidak akan membuat dirimu menjadi kecil.

Balik lagi ke iklan Dove, mari kita nikmati sama sama video ekperimen dari Dove ini, apa yang mereka pilih?

Advertisements

27 thoughts on “It’s your choice: Beautiful or Average!

  1. Seperti lagunya Christina Aguilera “You are beautiful no matter what they say…
    Words can’t bring you down, no, no..
    Cause you are beautiful in every single way..” Begitu teteh suka bilang sama anak-anak gadis teteh.

    Postingan yang cantik teeeeh… 😊😊👍👍

      • Tehh abdi suantenna nuju bindeeeng..tikamari haciih–haciiih teras.. janten cocok pisan nembang ndangdut hihihi

        Biar menambah percaya diri betul teh, tapi jangan terlalu percaya diri pisan, ntar bilih takabur nya… pokokna mah kalau ada yg bilang neko2 tentang fisik, cuekin aja.. jangan terlalu dimasukkan ke hati..eta tah barudak sok seueur anu nga bully nya teh..:(

      • Iya betul ari percaya diri teuing bisi jadi ga tau diri. Ah masa masih usum bully? Meni palalaur, mungkin krn anak2 abdi kah msh kecil, blm denger soal bully mah

      • Masih teeh…barudak SMP/SMA tah yg masih suka gitu, kadang anak teteh cerita2 gitu, langsung emaknya “nyanyi” kalau spt itu ndak baik, dan jangan sampai seperti begitu. Bagaimana kalau dia sendiri yg dibully.. ? jd hrs belajar menghormati siapapun itu.

  2. Get rid the Barbie standart ya Yayang..😁😁.
    Aku jg masih sering ngerasa gaķ pede ama diri sendiri, tp kalo dipikir ya ngapain jg gak pede, malah ngeribetin diri sendiri.

    • Iya itu si barbie hahahaha. Betul ga ada guna klo ga pede, tapi aku termasuk orang yg ga pede juga sih, dalam arti aku selalu menganggap diri ini kurang, dan itu malah merepotkan. Ini juga pembelajaran buat aku sendiri untuk mencintai tubuh kita sendiri, jadi mari kita belajar percaya diri hehehe, hambatan buat aku sih itu

    • Wah aku juga rada begitu, tapi klo masalah fisik ga pede udah lewat jamannya, sekarang lebih ngerasa selalu kurang dan itu ga enak banget, untunglah ada suami yg ngasih tau klo aku udah ga pede dan dia pemberi semangat

  3. Waktu aku kecil sering dibully sama teman-teman karena hidungku besar dan lebar. Sampai aku kuliah merasa ga PD dengan hidung itu. Tapi entah kenapa semenjak kerja tinggal di Jkt, tidak ada yang mempermasalahkan dan memperolok hidungku lagi, kepercayaan diri mulai tumbuh, akhirnya lama2 ya cuek sendiri dan selalu mensugesti bahwa orang tidak dilihat dari bagus jeleknya bentuk tubuh 🙂 Thanks sudah berbagi tulisan bagus Yang 🙂

    • Betul Deny, orang tidak dilihat berdasarkan bentuk tubuhnya.
      Dulu pun walau secara tak langsung ada saja orang yg bertanya kenapa aku kecil sendiri dlm keluarga sementara saudaraku yg lain tinggi, fase tak percaya diri pada tubuh sendiri hanya berlangsung saat smp, setelah itu aku biasa aja punya tubuh pendek.

  4. i am loveable and i am capable…kamari kenging elmu eta..
    berarti harus capable oge untuk mengatakan dan merasakan “Saya Cantik”nya..

    secara..kita dibesarkan dengan image rata-rata..hahahaha….

    nuhun ah..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s