Banjir kartu pos

image

Pertengahan February yang lalu,  aku menerima email dari gurunya Cinta dan Cahaya bahwa tema di sekolah saat ini adalah mengenai pos. Artinya anak anak akan dikenalkan tentang seluk beluk perposan di Belanda. Untuk meramaikan tema tersebut bu guru meminta orang tua murid bahkan oma opanya untuk berkirim kartu pos ke sekolah.

Berikut email dari bu guru,

Beste ouders/verzorgers,

Na de vakantie starten wij met het thema post. Om dit thema meer betekenis te geven, willen wij om uw medewerking vragen.

Wij willen ouders/opa’s en oma’s/tantes en ooms etc. vragen om post te sturen naar school. Dit kan een brief of kaart zijn zodat wij in de klas ‘echte’ post ontvangen. Het zou fijn zijn als u de post aan de groep zou willen richten, dit ter voorkoming van teleurgestelde kinderen die niet zoveel post krijgen.

Mocht u de komende vakantie op reis gaan, is het wellicht een leuk idee om daar vandaan een kaart naar school te sturen.

Verder willen wij u vragen om uw kind een postzegel mee te geven zodat uw kind zichzelf een kaart of brief kan sturen. Hierdoor ervaren de kinderen welke weg de post aflegt.

Mendapat permintaan dari bu guru tersebut,  langsung saja aku mengirim pesan pada keluargaku di Indonesia,  peran singkat di group WhatsApp keluarga. Kakak ku menjawab antusias dan akan meminta anaknya untuk mengirimkan kartu pos pada Cinta dan Cahaya.

Satu minggu kemudian Cahaya menerima kartu pos dari Indonesia. Dari seseorang yang tidak kami kenal,  Aha siapakah dia?

Saat bu guru menunjukkan kartu pos tersebut padaku untuk minta diterjemahkan karena kartu tersebut akan dibacakan di depan kelas,  ternyata kartu tersebut dari teman keponakan ku.

Kok bisa? Ternyata ponakan ku meneruskan permintaan ayahnya alias kakak ku pada group korespondensi nya.  Anak anak Abg itu girang bukan main mendapat orang yang bisa dikirimi kartu pos dengan harapan tentu saja mereka akan mendapat balasan kartu pos dari Cinta dan Cahaya.

Dan tadi siang saat aku menjemput anak anak, bu guru memberikan surat dan kartu yang diterima Cinta dan Cahaya. Ada 17 kartu yang diterima Cahaya,  sedangkan Cinta 15 kartu. Dengan diberikannya kartu kartu tersebut artinya tema pos di sekolah Cinta dan Cahya telah berakhir, dan kartu pos tersebut bisa dibawa pulang tak lagi di pajang di kelas mereka. Gurunya Cinta juga meminta beberapa perangko dari Indonesia untuk koleksi pribadinya. Konon perangko dari Indonesia memiliki kualitas yang baik dan tentunya gambar gambar yang bagus dan berseni.

Bu guru berterima kasih karena kartu yg diterima kelas mereka terdiri dari berbagai negara,  Cinta dan Cahaya menerima kartu dari Swiss dari sahabat Luc yg sedang berlibur disana,  dari oma mereka yang tinggal di Portugal dan Indonesia,  dari tante mereka di Belgia dan Belanda (tante jadi jadian,  karena mereka dua teman karibku) dan tentu saja dari sepupu mereka (terima kasih Megah) beserta group korespondensi nya.

Oh ya Cinta pun menerima kartu yang dikirimkan sendiri ke alamat rumah,  dia dan teman sekelasnya (dan bu guru tentunya) berjalan ke bis surat dan mengirimkan kartu hasil karya mereka sendiri.

Seru ya…. Walau sederhana,  sejak kecil mereka sudah dikenalkan untuk berkirim surat dan caranya secara langsung,  menerima dan mengirim sendiri.  Dan aku hanya tersenyum geli saat Cahaya berkata padaku bahwa jika dia besar nanti dia ingin jadi post bode alias tukang pos!  Hehehe…..

Advertisements

14 thoughts on “Banjir kartu pos

  1. Waa, berkirim kartu pos ke luar negeri memang asyik banget Mbak. Saya pernah kirim kartu pos via situs postcrossing, rasanya bahagia sekali melihat kartu pos saya lintas benua sampai ke Jerman sana :hehe.

  2. Sedih liat di Indonesia orang jarang banget yang mau pakai kartu pos. Padahal kartu pos itu sesuatu yang sangat personal. Saya suka.
    Dulu tahun 90-an kalo mau kirim ucapan selamat hari raya pasti ke kantor pos beli kartu pos. Disana sudah berjejer tukang buat tulisan indah menunggu jasanya dipakai.

  3. Wah seru bgt mba..
    Aku sekarang ikutan postcrossing dan rasanya seru menanti2 postcard from ‘stranger’. Hihi
    Sejak d uk, temen2 di Indo banyak yg request dikirimin postcard. Bahagia bgt klo temen2 udah nerima postcard aku.

    Jadi pengen ngirim postcard deh ke cinta dan cahaya 😚

  4. miris.. setelah baca tulisan teteh, di Indonesia kantor pos, media cetak (Koran, majalah) tenggelam oleh keganasan teknologi..
    Kartu posnya unyu – unyu ya..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s