Hearing Hands….. One day with no barriers

Suatu hari adikku semata wayang pulang ke rumah dengan senyum sumringah dan cerita seru mengiringi wajahnya yang berseri.
“Aku ditraktir seorang bapak di warung kupat tahu!” Serunya.
“Tak hanya aku saja, tapi semuanya!”Lanjutnya.

Kemudian mengalirlah cerita yang kemudian menginpirasiku untuk sesekali berbuat begitu juga. Saat itu adiiku duduk di bangku kelas satu SMP, dia dengan beberapa temannya mampir ke warung kupat tahu langganan nenek moyang kami (saking tuanya!) di Jl. Pasundan Bandung, kupat tahu mangun reja, yang warungnya tak berubah sejak aku kecil dulu hingga aku mengajak Luc makan disitu jika aku pulang kampung ke Bandung.

Ada seorang bapak yang tengah menikmati kupat tahu, selesai makan si bapak sekedar bertanya pada adikku dan kawan kawannya, cuma pertanyaan basa basi yang tak basi, saat anak anak tersebut masih menyantap kupat tahu, si bapak yang telah selesai makan segera membayar kupat tahunya sambil berkata ke ibu penjual kupat tahu itu sekalian juga dengan anak anak itu. Tentu saja adikku and the gank terkejut bahagia, sambil berkali kali berterima kasih pada si bapak dermawan.

Kejadian tersebut sesungguhnya sangat sederhana, anak anak tersebut sangat tidak menyangka akan diberi hadiah oleh orang asing. Mungkin kita juga sudah sering membaca atau melihat contoh bahwa memberikan sesuatu secara suprise pada orang lain dapat memberikan suatu arti. Teringat kejadian yang membuat adikku bahagia, suatu hari aku duduk di samping supir angkot saat pulang kerja. Saat aku membayar ongkos angkot aku berkata pada si supir, aku bayar untuk enam orang, satu untukku dan lima yang ada di belakang. Eta, nu di pengkeur rerencangan? Tanya si supir. Aku menggeleng. Dan komentar si supir membuatku ikutan nyengir…… “Ah si eneng aya aya wae!”

Kemarin malam, Luc memperlihatkan sebuah video yang membuat mataku berkaca kaca. Iklan dari samsung yang sebetulnya sudah diluncurkan satu minggu yang lalu, mungkin kalianpun sudah melihtanya. Tak ada salahnya jika sekali lagi nonton…..

Muhharam Yazgan yang hanya bisa berkomunikasi dengan bahasa isyarat karena bisu tuli. Suatu hari dia mendapat suprise dengan melihat orang yang bersinggungan dengan dirinya di hari itu bisa berkomunikasi dengan bahasa isyarat, mulai dari orang yang berpapasan dengannya ‘berkata’ selamat pagi, kemudian tukang roti yang menyebutkan pesanannya, hingga supir taxi yang bisa berkomunikasi juga.

Dan suprise yang diberikan Samsung untuk Muharram membuat Muharram menangis haru. A world without barriers is our dream as well. Itulah pesan yang ingin disampaikan Samsung.

Jadi, alangkah damainya dunia jika kita semua bisa memikirkan kebahagian orang lain. Do you?

Yuk di check lagi pesannya!

Advertisements

30 thoughts on “Hearing Hands….. One day with no barriers

  1. Iklan2 LN memang banyak yang menyentuh hati ya, kemarin lihat iklan AIA yg edisi anak muda merantau di LN trs tau2 Ibunya nongol sambil bawa masakan kesukaan bocah itu juga bikin meler, eh terharu..
    Btw, kebaikan kecil gini malah kadang lebih membekas ya๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜ dan memang lebih baik lagi kalo bisa ditularkan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s