Korban modis

Hari itu.

Prakiraan cuaca mengabarkan akan ada storm sejak siang hari dengan kecepatan angin bisa mencapai 9 bft alias 75 sampe 88 km per jam.

Cahaya sedang tergolek lemas karena sudah seminggu lamanya dia kena cacar air.

Suamiku sudah dua hari tidak masuk kerja karena sakit, dan dia hanya bisa tergolek saja di sofa biru rumah kami, tidak makan, tidak duduk di balik meja komputer seperti biasanya dan yang paling fantastis dia tidak nonton film. Hebat luar biasa karena dia tidak memegang keyboard XBMC untuk mensortir film yang biasa ditontonnya.

Dan Cinta hari itu vervelend banget! Maunya nempel terus pada diriku, padahal masih banyak pekerjaan yang harus aku kerjakan. Mungkin karena partner bermainnya sedang terbaring sakit dan yang lebih mengecewakan  dia tidak bisa menaiki punggung besar dan menyuruhnya berkeliling rumah, sementara dia tertawa tawa di atas punggung besar itu. Ya, bermain kuda bersama papanya.

Tapi hari itu aku (harus!) keluar rumah sejenak.
Aku mendapat kabar menggembirakan dari seorang teman, bahwa akan ada banjir diskon di toko pakaian tempat dimana biasanya aku membeli pakain, terutama untuk si kembar.

Akhirnya setelah minta izin dengan khidmatnya pada suami yang sedang sakit, setelah Cinta Cahaya tidur siang dengan lelapnya, aku pergi juga.

Diskon tersebut akan dimuali pukul 17.00 hingga 21.00. Biasanya toko sudah tutup sejak pukul 6 sore, khusus hari itu serasa koopavond bisa belanja hingga jam 9 malam.

Setelah mengamati trik dari temanku itu, aku diharuskan datang sebelum pukul 5 sore, memilih pakaian terlebih dahulu dan baru mengantri di kassa tepat jam 5 sore. Trik yang cerdas sekali pikirku, maka aku sudah tiba sekitar pukul 4 sore di toko tersebut, dengan hati yang berbunga.

Tapi…..
Tepat pukul 4 sore aku telah tiba dii toko yang aku cita citakan, dan alangkah terkejutnya ketika mendapati toko sudah ramai sekali, kalo boleh mendramatisir keadaan disana ga kalah ramai dengan pasar baru bandung, hahaha.

Orang hilir mudik saling sikut, memilih pakaian, ada yang berceceran di lantai tapi mereka tak menghiraukannya.

Aku terbelalak melihat orang orang yang begitu kesetanan, persis di film addicted to shoping.

Saking ramainya aku tak bisa menikmati shoping time kali ini, aku hanya melirik pakaian sekenanya, tidak berbelanja bijak dengan melihat dengan seksama lingkaran berwarna apa di balik tag harga yang menggantung di pakaian tersebut. Aku hanya mengambil pakaian yang aku dan si kembar butuhkan, bodohnya diriku yang tidak memanfaatkan crazy discount yg hanya berlangsung satu hari itu.

Tiba di kassa.
Jantungku hampir copot karena melihat antrian yang panjang, toko yang sedang mengadakan diskon adalah toko pakaian sebangsa Yogya Departement store di Indonesia dan hampir di seluruh kota di Belanda terdapat toko tersebut, dan yang aku datangi adalah toko terbesar di Rotterdam, toko dengan 4 lantai! Dan di setiap lantai terdapat dua buah kassa.

Berdiri di antrian kassa.
Aku menghibur diriku dengan mengamati orang orang sekitar yang sedang mengantri pula, umumnya mereka datang berkelompok, yang satu mengantri yang satu masih memilih pakaian kemudian mereka saling bertukar tempat, umumnya mereka datang sekeluarga. Tersenyum simpul melihat seorang bapak yang sedang mengantri dengan mulut terkatup, tanda tak senang hati! Sementara sang istri bolak balik menyerahkan hasil buruannya.

Tersenyum simpul saat menyadari tak banyak rambut pirang di antrian, yang ada berambut hitam sepertiku (lebih hitam maksudku) dan umumnya mereka yang menutup rambutnya.

Dan berbagai bahasa mulai aku dengar………

chau sing fu ku…..
szang cshoung zing….
firr show maa…..
arg far hu….

dan sebangsanya!

Tiba di dekat kassa, aku sedikit bernafas lega, dan hatiku senang. Melirik ke arah antrian di sampingku karena seseorang di balik kassa berbicara dengan orang yang sedang membayar belanjaannya, kata kata mirip peringatan untuk tidak melakukan hal tersebut lagi, aku melirik karena ingin tahu…

Dan Ya Tuhan,….
Dua manita yang sedang menyerahkan belanjaannya di kassa, ternyata memasukan pakaian yang akan mereka beli ke keranjang belanjaan yang biasa dibawa ke pasar atau supermarket,  tak tanggung tanggung mereka membawa tas dorong  tersebut sebanyak 4 buah dan semuanya telah penuh pakaian,  mereka berdalih lebih mudah berbelanja dengan tas dorong. Dan wanita di balik kassa itu memperingatkan lain kali untuk tidak melakukan hal tersebut lagi, mereka boleh memasukan pakaian yang telah mereka beli ke tempat manapun yang mereka suka asal telah dibayar, jangan sebelum dibayar!

Ya, tapi itu lebih mudah buat kami, jawabnya, hahaha. Mungkin orang orang disitu juga setuju dan kalau bisa pake shoping car sekalian.

Sesampainya di rumah.

Suamiku tertegun, melihat barang yang kubawa, dan tanyanya, apakah mencapai 3 digit? Aku tak menjawab. Dan tersenyum senyum wink wink minta dikasihani dan minta dimaafkan. Stout Yayang!

Hari ini, satu hari setelah fighting with crazy shoping.

Tanganku pegal pegal, pundakku apalagi, aku mulai batuk, hidungku mancer terus.

Nah Yayang, selamat menikmati perjuanganmu menjadi korban modis alias modal diskon, hahaha.

Tapi tetap berharap, jika suatu hari nanti aku mau bergila ria menjadi modis (modal diskon) aku ingin datang bersama temanku itu, karena dia sangat pintar mengatur strategi dan memilih dan melihat dengan cermat barang apa yang harus dibeli, dan se chaos apapun keadaannya kami akan selalu bisa tertawa dan menikmati dengan senang hati.

Hidup korting!
Hidup Aanbieding!

I love it

Rotterdam, 8 Dec 2011

Advertisements

8 thoughts on “Korban modis

  1. Berarti dimana-mana sama aja ya teh orang itu , di Jerman oge upami nuju usum diskon..beuuu siga anu bade aya perang wae, beli banyaaaaaak…sikut sana-sini..hehe

    Abdi mah males teeh kalau sudah lihat banyak orang mah, apalagi liat antrian super panjang, suka ngga jadi tah..simpen deui wae hehe
    Teu sabaran kitu… terus sok janten lieur mastaka ningal jalmi seueur teh.. 😀
    Tapi kabita ningal diskonan mah.. hihi

  2. Hahaha Aku juga akan melakukan hal yang sama koq mbak, modal diskon. Bahkan di jakarta aku hoby pilah pilih baju diskonan yang ada dikeranjang kata SPG istilahnya baju diskon yang ada ” di wagon” .

  3. Dept store apa nih yang, Bijenkorf ya? Paling males klo yg berburu diskon gt deh soalnya agresif bgt orang2 nya…tp klo rame2 seru juga kali ya hahaha. Aku jarang bgt beli baju ke toko gt paling online.

    • Bukan Pie, ini toko c&a murah meriah buat anak kembar, waktu itu baru tau ada diskon dibuka sehari dari sore sampe malem, barang yg udah di diskon di diskon lg di jam tersebut, heboh deh!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s