Menjauhkan yang dekat, mendekatkan yang jauh

Mungkin semuanya udah pada tau soal dampak negatif bagi yang terlalu ‘mendalami’  kehidupan maya,  terlalu tergantung pada smart phone atau apapun istilahnya.  Walaupun aku ga terlalu tergantung,  tapi bisa dibilang rasanya kini aku kembali ke jaman enam tahun yang lalu saat aku selalu mengecek hp setiap saat.  Walau yang dicek agak berbeda dengan konteks yang sekarang.

Setelah beberapa kali aku melihat tayangan yang mengajak untuk tidak terlalu terlibat didunia maya,  sebetulnya beberapa waktu yang lalu Luc sudah sedikit mengingat kan,  walau dengan kata yang seperti nya tidak ditujukan padaku tapi rasanya aku tersindir juga.

Saat itu,  kami berada di sebuah pesta ulang tahun,  salah satu kenalan kami sesekali mengecek  mobile nya dan beberapa kali mengetik sesuatu,  mungkin menjawab atau sedang ngobrol,  entahlah!  Dalam perjalanan pulang,  Luc berceloteh… Katanya,  untunglah kamu tak seperti wanita tadi yang selalu memegang mobile nya,  kamu hanya tak bisa pisah dari mobile saat berada di rumah. Dan akupun sambil berkata kencang,  itupun  setelah anak anak tidur ya…. Jam delapan malam,  sahutku yang langsung dijawab Luc dengan kata : ja ja ja!  Sambil melirik padaku.  Aha, dia menyangsikannya.

Adanya WhatsApp sangat aku sukai,  layanan tersebut memudahkan ku berkomunikasi dengan saudara saudaraku di Indonesia juga teman teman di Belanda.  Mengirim pesan untuk bertanya kabar,  atau untuk sekedar janjian.

Aku juga membuat group dengan beberapa teman dekat,  tidak setiap hari berkomunikasi tapi setidaknya seminggu sekali kami saling bertukar kabar. Group WhatsApp juga memudahkan ku bertanya home work jika aku tak masuk sekolah,  dan berkomunikasi dengan teman sekelas atau dosen.

BBM tidak terlalu populer disini,  tapi karena teman semasa SD ku meminta nomor Pin BBM agar aku bisa masuk group alumni SD akhirnya akupun mendownload bbm di hp ku. Dan rasanya sejak aku mendownload bbm bisa dihitung dengan jari aku pernah membuka untuk mengeceknya.

Luc,  seorang programer yang setiap hari berada di belakang komputer tidak hanya di kantor tapi di rumahpun dia suka sekali membuat program,  di rumah tentu saja hanya untuk hobby.  Dulu sewaktu aku tengah hamil tua dan genokolog meminta untuk menulis atau menghitung berapa kali aku merasa kontraksi,  hari itu juga setelah kami pulang dari rumah sakit Luc segera membuat program untuk mengetahui berapa kali aku merasa kontraksi,  aku hanya disuruh menekan tombol esc,  maka disitu sudah tercatat pada jam berapa saja aku kontraksi dan dalam rentang waktu berapa,  jadi kami bisa melihat grafik yang kemudian terbentuk.  Walau program itu hanya aku gunakan sehari karena hari berikutnya aku sudah dilarikan ke rumah sakit untuk melahirkan.  Mungkin terlihat sia sia pembuatan program itu,  tapi aku berterima kasih.

Apakah dia tergantung pada medsos karena dia seorang programer? Jawabnya tentu saja Tidak! Dia baru punya hp satu tahun yang lalu saat anak anak berusia 4 tahun dan masuk sekolah dasar,  karena pihak sekolah meminta nomor hp kami, sebagai nomor yang cepat dihubungi,  maka mau tak mau Luc harus mempunyai hp, karena aku orang kedua yang bisa datang dengan cepat jika pihak sekolah meminta kami datang,  berhubung aku sekolah dan tempat sekolahku lebih jauh dari tempat kerja Luc,  lagi pula aku naik kendaraan umum sedangkan dia naik mobil. Ada untungnya dengan Luc membeli hp karena aku mendapat hp baru dan dia menggunakan lungsuran dariku.

Saat liburan membawa laptop atau tablet? Tidak! Kami membawa buku.  Dan kami berdua adalah orang orang yang kadang terlihat seperti orang di tv,  membaca buku sebelum tidur sebelum akhirnya mematikan lampu duduk untuk kemudian tidur.

Walau Luc adalah orang yang tidak membaca tulisanku, karena aku menulis dalam bahasa Indonesia,  tapi dia lah yang selalu menyemangati ku untuk selalu menulis. Katanya menulis lebih bermanfaat daripada memelototi fb,  hahahaha. Mungkin sirik karena gak punya account fb,  hahahaha.

Nah untuk menggugah ingatan kita tentang pentingnya kehidupan nyata,  ada baiknya kalian juga nonton kampanye yang satu ini,  walau mungkin sudah sering lihat,  tapi mari kita lihat sekali lagi…. Yuukk mareee.

Jangan Sampai Kehilangan KEHIDUPAN DI DUNIA NYATAmu, Karena DUNIA MAYAmu.
http://www.youtube.com/watch?v=tE2M2Tq6bH4

Advertisements

25 thoughts on “Menjauhkan yang dekat, mendekatkan yang jauh

    • Iya ya aku aja dulu pake HP Dari tahun 1997 an jaman sonny E segede gaban
      Di tempat kerjaannya yang dulu pernah dikasih HP juga sih, itupun dipaksa dibawanya krn dulu suka tugas ke luarkota sebulan sakali dan dia sulit dihubungi Karena ga ada HP, jadilah kantor ngasih HP, dan dia ga suka sama sekali

  1. waaah, keren mbak. saya mulai jarang baca buku, mau baca buku jepang pusing, paling bacain buku cerita bergambar punya nisa chan. hihihi. mau minta kirimin buku dari indonesia, mihil ongkir. haduuu. pelariannya baca online di internet. -_-;;

    • Iya mahal di ongkir, sama aku ga pernah minta dikirimkan buku dari Indonesia, tapi setiap pulkam hunting buku termasuk yang wajib dijalani, jadi aku punya stock buku untuk satu atau dua tahun ke depan. Sekarang mulai baca novel Belanda yang ringan dan gampang grammatica nya, tipis lagi 😉

      • buseet, nyetok buku untuk satu tahun dua tahun? itu berapa buku mbak?? trs dibawa semuanya ke belanda? overweight ga bagasinya? hihihi.

      • Hihihi untungnya engga overweight, pulkam yg terakhir mungkin bawa pulang 7 buku ke belanda, novel novel yg ga berat kok krn kertasnya yg buram gitu dan ringan. Kebetulan sudah dia tahun berturut turut kita pake emirates, secara bagasinya 30 kg per orang dikali 4 dah dpt 120, trus mungkin krn kita ga pada modis jadi bawaan baju minim banget, seringnya pake persediaan yg ada di Indonesia atau beli disana dan ga dibawa pulang ke belanda, lumayan space nya buat barang yg memang ga ada di belanda dan dicita citakan ingin dibawa ke Sana salah satunya buku 😉

    • Akkk!! Kamu kereeennn sudah keluar labirin FB rupanya. Akupun ingin sebenarnya. Kata suamiku, FB itu kayak penyakit *penyakit buat istrinya maksudnya hahaha* — Numpang komen bentar yayang 😀

      • Kalo Fb 6 tahun yg lalu masih oke lah.. Gak terlalu “berisik” isinya.. Sekarang…, duuuhhh.., orang cenderung jadi kurang santun dan peduli dengan perasaan orang lain ketika “berbicara” di Fb dan Path (dan media sosial secara umum) hanya karena mereka tidak bertemu muka langsung saat mengetik pembicaraan..😫

  2. saya termasuk yang susah banget lepas dari hape dan rajin banget ngecek hape. bukan selalu buat chatting sih, tapi buat browsing dan ngisi waktu kalau lagi bosen. tapi ya jeleknya itu. kadang di depan orang juga masih ngecek hape 😦

    • Aku malahan jadi sering ngetik hp setelah beberapa bulan terakhir ini setelah aktif di WordPress, apalagi setelah posting maunya ngecek terus, dulu mana pernah ngecek hp sampe kadang hp nya mati 😉

  3. Aku ngecek Hp kalau mau upload foto di Instagram. FB ditengok kalo ada yang mentioned. Twitter buat baca-baca berita. blogwalking kalau sempat *kadang dirapel haha* Iya, tapi benar sekali, kadang terlalu intim sama alat komunikasi, sampai lupa cara berkomunikasi didunia nyata

    • Nah saran yang bagus tuh matiin mobiel, dulu di kelas ga pernah ngeluarin hp di meja, sekarang suka benerin grammatica atau sekedar liat worden boek, jadi suka ngeluarin hp, jadi suka check email atau yg lainnya klo kedengeran bunyi…… Uh

  4. Mbak itu seriusan baru punya hp 4 tahun lalu ??? kok bisa yaaaa #masihHeran hahaha.
    Btw aku benci banget kalo udah kumpul ngobrol trus temen masih sibuk ama HP nya. Rasa nya pingin gw lempar aja hahaha

    • Tahun lalu mas, baru beli HP. Pas anak 4 tahun pas mereka masuk SD dan gurunya minta nomor telepon yang dapat dihubungi cepat, yak jadilah diapun harus punya HP. Tapi sekarang walaupun punya HP ternyata tak efektif, aku pernah menghubungi dia pas dia kerja, eh HPnya mati. Ternyata baterenya abis dan dia kadang lupa nge charge, bahkan bisa berhari hari dia bawa HP yang ga ada baterenya, parah kan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s