Auto Theorie Examen – Ujian teori SIM

Udah pada ngerti kan kalau ngambil SIM di Belanda susah nya minta ampun. Nah hari kamis minggu lalu, dimana hari tersebut aku berhasil dapat diploma berenang, hari itu juga aku berhasil lulus dari ujian teori SIM. Ingat hanya teorinya doang belum prakteknya!

Jadi begini ceritanya, dimulai dengan kedatanganku ke Belanda enam tahun yang lalu, Luc udah berpesan agar aku segera ambil SIM secepatnya begitu aku dateng, kata Luc dapat SIM di Belanda biayanya mahal banget karena diwajibkan ikut les melalui tempat kursus yang terdaftar, nah bayarannya sejamnya itu mahal (menurut ukuran kami). Luc berharap aku tak berlama lama les dan dapat dengan cepat memperoleh SIM, mengingat aku adalah pengemudi dengan jam terbang tinggi sewaktu hidup di Indonesia, ceila! Karena aku sudah nyetir mobil sejak umur 18 tahun, dan jarak rumah ke kampus lumayan sangat jauh begitu juga saat kerja. Luc bilang semakin cepat lulus  maka biaya yang dikeluarkan akan semakin kecil karena aku tak harus berlama lama ikut kursus.

Tapi begitu aku menginjakan aku ke Belanda aku tiba tiba hamil, dan urusan mengejar SIM jadi bukan urusan perioritas, kemudian harus ikut inburgering, kemudian melanjutkan sekolah bahas Belanda, hingga dua tahun lalu aku mulai berniat akan memulai kursus mobil.

Tapi kemudian aku sudah kenal banyak orang Indonesia disini, dan aku mendengar pengalaman mereka, susah katanya. Teorinya susah banget, banyak dari mereka yang berkali kali ga lulus. Nah cerita temen sekampungku di Bandung, rumah tetanggaan eh di Belanda pun tinggal di Rotterdam dan datang ke Belanda pun hanya beda dua minggu saja! Dia berhasil ambil SIM hanya dengan satu kali ujian teori dan satu kali ujian praktek, alias lulus sempurna! Dan dia pula yang terus menyemangatiku agar secepatnya ambil SIM.

Dari dia aku mengikuti sarannya, ambillah kursus teori sebelum ujian teori, itu menolong kita mendapatkan trik mengisi soal ujian dan dari dia aku disarankan agar mengambil kursus di tempat B karena di tempat kursus tersebut banyak peserta kursus adalah orang orang pendatang seperti kami (Cina, Marokko dan Turki), nah bahasa Belanda mereka kan kebanyakan kayak aku pas pasan  hihihihi jadi si pengajarnya bisa lebih sabar ngadepin orang kayak kami bahkan menurut temanku itu, ditempat dia kursus teori, mereka pergi sama sama dari tempat kursus dengan menyewa taksi sejam sebelum berangkat mereka masih mendapat les tambahan berupa latihan soal yang konon dipercaya bakalan  keluar di saat ujian hanya kata katanya dibolak balik, hihihi, Nah makin tertariklah aku ingin kursus teori disana, tapii…. Luc menolak! Jauh katanya dan biayanya lebih mahal, huhuhuhuhu. Kandaslah cita citaku ingin ambil kursus di tempat B.

Dan dua bulan lalu atas kemauanku sendiri, aku memulai les nyetir mobil (praktek). Didaftarkan oleh Luc, mulai saat itu pula aku latihan sendiri untuk teorinya di rumah menggunakan buku pinjaman dari temanku itu, yang kemudian hanya aku baca dua halaman pertama saja karena selanjutnya aku lebih suka belajar dari CD yang (juga) dapat pinjaman dari temanku, dan hampir tiap malam aku menjajal soal soal di latihan soal itu.

Awal Januari instrukturku mendaftarkan aku untuk mengikuti kursus teori selama 3 hari  mulai jam 18.30 hingga 21.30 di perusahaan yang sama. Aku ikut kursus mobil di Hers.
http://rijschoolhers.nl/

Untuk biaya kursus selama tiga hari itu termasuk ikut ujian teorinya, kami dikenakan biaya 85 euro (50 euro biaya kursus, 35 euro biaya ujian). Dari 20 peserta kursus tentu saja aku yang paling tua, anak anak muda itu rata rata berumur 18 tahun saja, bahkan diantara mereka baru berumur 17 tahun, yang selama kursus mereka banyak bertanya dan berdiskusi dengen instruktur. Aku hanya menyimak saja, lebih banyak ga ngertinya dan lebih paham belajar sendiri di rumah dengan bantuan CD. Setiap selesai  les kami diberi soal soal yang kami kerjakan persis seperti nanti akan ujian, kami mengerjakan soal secara klasikal, soal terpampang di layar monitor dan kita tinggal memencet tombol jawaban yang telah tersedia dimeja dimana kami duduk. Setiap selesai latihan, hasil akan terpampang secara otomatis di layar dan aku kemudian dikenal karena akulah satu satunya orang yang selalu lulus, bahkan ada di satu latihan aku mendapat nilai sempurna alias tanpa salah.

Kemudian berbisik bisiklah teman disampingku bertanya sudah berapa kali aku ikut ujian, aku menggeleng. Aku belum pernah ikut ujian teori, rencanaku tanggal 29 Januari 2015 aku akan ikut ujian. Ternyata, kebanyakan dari peserta kursus pernah berkali kali ikut ujian teori bahkan ada yang sudah empat kali juga tapi belum lulus.

Maka setelah tiga hari ikut kursus (tgl 26,27,28 Jan) di hari ke empat tanggal 29 Januari 2015 aku mengikuti ujian teori.

Hari itu salju turun di pagi hari, Belanda mendung, slecht weer orang sini bilang. Pukul sembilan pagi aku sudah berada di tempat ujian, dengan diantar Luc yang khusus ambil cuti untuk hari bersejarahku, berkali kali dia menguatkanku untuk tidak kecewa jika aku tak lulus nanti, dan dia akan terus mendukungku dengan ambil cuti kembali jika aku harus ujian lagi. Pukul setengah sepuluh aku aku segera keluar dari mobil dengan perasaan berdebar, masuk ke ruangan mengambil nomor antri dan memasukan nomor undangan dari tempat kursusku, tanda bahwa aku sudah terdaftar untuk mengikuti ujian hari ini. Kemudian nomorku tertera di monitor, aku harus masuk ke ruang ujian. Tahun 2015 adalah dimulainya sistem baru dalam mengikuti ujian teori. Peserta ujian tidak lagi mengerjalan soal rame rame dari layar yang ada di depan mereka, tapi kami berada di depan komputer sendiri sendiri, seperti normalnya ujian di sekolah, kami dapat mengatur waktu sendiri, artinya jika kami sudah mengerjakan satu soal kami bisa langsung memijit tombol ke soal berikutnya. Dari 65 soal ujian kami harus mengerjalan dalam waktu 30 menit dan ternyata aku bisa menyelesaikan dalam waktu 25 menit. Begitu tombol einde di klik maka munculah hasil ujianku. Aku lulus! Air mataku mengalir, aku hanya bisa memelototi layar komputer, hingga pengawas ujian menghampiriku dan berbisik ke padaku…. gefeliciteerd! Aku disuruh ke luar, sementara peserta ujian yang lain masih berada di bangku mereka.

Theorie examen terdiri dari 65 soal, 25 soal mengenai gevaarlijk situatie dari 25 soal ini kita boleh salah sebanyak 12 soal, dan 40 soal tentang rambu rambu dan keselamatan, dari 40 soal kita boleh salah 5 soal. Jika salah satu dari dua bagian tersebut melebihi jumlah salahnya maka otomatis kita tak lulus. Sementara aku dari 25 soal aku salah tujuh dan bagian kedua aku salah 4 soal! Dan aku tentu saja lulus, walau masih ada salah tapi tak menjadi soal buatku yang penting aku lulus hahahaha.
http://cbr.nl/index.pp?

Hingga saat ini aku telah mengikuti les praktek selama 13 kali, yang aku ikuti sekali setiap minggu, dan menurut rencanaku lesnya akan aku gandakan jika aku telah lulus teori ini. Ujian teori berlaku satu setengah tahun, artinya dalam jangka waktu satu setengah tahun (dulu satu tahun) aku sudah harus mengikuti ujian praktek mobil, melebihi waktu tersebut aku diwajibkan ikut les teori lagi, alias hasil ujian teoriku kadaluarsa.

Lamanya les praktek mobil tergantung masing masing orang, sesuai kemampuannya, cuma menurut data yang aku baca rata rata mereka menghabiskan waktu antara 35 hingga 40 kali les. http://www.rijbewijsinfo.nl/autorijbewijs/rijbewijs/Rijles_Hoeveel-rijlessen

Untuk satu kali les nyetir aku dikenai biaya 58 euro per100 menit. Harga tersebut termasuk harga normal jika dibandingkan di tempat kursus yang lain. Dari beberapa teman yang sudah punya SIM mereka menghabiskan biaya 3000 hingga 4000 untuk meraih SIM mobil biaya tersebut membengkak karena rata rata dari mereka harus berkali kali mengulang ujian praktek, satu kali ujian 180 euro (di tempat aku mengikuti kursus). Yang lebih ekstrim lagi ada seorang kenalan yang menghabiskan biaya 6000 euro hingga mendapatkan SIM.

Kini aku tinggal berdoa semoga aku bisa segera mengambil ujian praktek mobil, semoga kalau bisa aku bisa lulus dalam satu kali ujian walau rasanya tak mungkin. Jika aku bisa secepatnya selesai maka bukan saja bebanku berkurang, karena aku gampang gugup dan tak suka berada di situasi semacam les mobil namun dari pada itu aku dapat menyelamatkan keuangan keluarga jika aku cepat lulus, hahaha.

Luc bercerita, bahwa jaman dia mengambil SIM dulu sekitar 25 tahun yang lalu, saat dia umur 17 tahun an, tak ada seorangpun dari orang yang dia kenal dapat satu kali lulus ujian praktek. Maka terbelalaklah dia saat tiga dari orang yang bercerita padaku dia lulus ujian praktek dalam satu kali ujian. Jaman Luc dulu minimal dua kali ujian baru lulus. Tapi kebanyakna dari generasi Luc bisa satu kali lulus saat ujian teori. Sementara teman teman kursus teoriku mereka adalah orang orang yang berkali kali harus ujian teori karena tak lulus lulus.

Beruntung lah aku karena selain belajar di rumah aku diajari selama dua kali oleh tetanggaku, dia menerangkan dengan telaten di rumahku saat si kembar sekolah. Terimakasih tetanggaku…. dia seorang wanita muda berusia 24 tahun yang baru lulus ujian praktek dalam satu kali ujian tapi tiga kali dalam ujian teori, Ya Allah semoga aku bukan kebalikannya!

Kini aku mengerti mengapa SIM disini sangat sulit diraih, karena peraturan yang ada harus benar benar masuk di kepala, tanpa mengetahui peratuaran lalu lintas disini, kita tak akan mungkin punya SIM. Dan juga bukan didapat dengan biaya yang sedikit, jika dihitung rata rata 3000 euro itu sama dengan menghabiskan 45 juta rupiah untuk mendapatkan SIM.

Nah buat teman teman di Belanda, bagaimana pengalaman kalian dengan Rijbewijs yang super sulit di dapat disini, tapi amat sangat mudah didapat di Indonesia?

Advertisements

19 thoughts on “Auto Theorie Examen – Ujian teori SIM

  1. SIM Indonesia gak diakui di Belanda. Aku punya SIM Indonesia, nyampe sini mesti ikut tes juga..nyesek banget.
    Tes praktek-nya itu nyebelin banget..ntar kapan-kapan aku ceritain ya..sekarang sudah punya SIM Belanda sih dan nyetir tiap hari ke kantor tapi kalau inget proses ngambil SIM Belanda tuh masih gedeknya setengah mati.
    Dan kenyataannya tetep aja gak bagus-bagus amat orang Belanda nyetir di jalanan..tiap hari ada aja kecelakaan. Udah gitu juga banyak yang “rude”, udah tahu jalanan tuh maximal buat 50 KM/jam, masih maksa intimidasi supaya di atas 50 dengan nyetir sedekat mgkn sama mobil-ku. Sinting deh..
    Oh ya mau nambahin, si Dutchie tuh lulus praktek satu kali ujian…tapi menurut-ku kualitas nyetirnya tetep aja kurang bagus..hihihihi..itu lulus cepat gitu karena modal pede..
    Weleh, jadi curhat..semoga sukses ya mbak untuk mendapatkan SIM Belanda-nya 🙂

    • Ya itulah…. suami aja bilang jarang banget ada yang lulus dalam satu kali ujian praktek. Nah imnstrukturku kalo aku lambat dikit abis lampu merah dia nyerocos terus buat tancap gas, ga boleh telat dikit, nah aku yang udah biasa nyetir di Indonesia ga biasa lah dengan cara nyetir disini. Jadi semua harus diubah total! Ibuku juga dia nyetir di Indonesia begitu liat cara Luc nyetir dia bertanya tanya kenapa harus nengok te kiri dan kenan setiap kali mo belok? Kan udah liat dari kaca spion, ternyata kita harus liat dodehoek juga hahaha, trus kenapa ya walau jalannya yang bari batu bata kita mesti juga nyetir di 50 km, jadinya ajrut ajrutran, nyetir serasa kesetanan. Memang ajaib deh!
      Makasih Indah atas dukungannya, semoga cepet selese ini les mobil udah cape rasanya…..
      Ayo berbagi pengalaman gimana ceritanya, berbagi tips. Beruntung dirimu sduah berlalu dengan perjuangan Rijbewijsnya. Aku sempat maju mundur loh saat memulainya mendengar beberapa pengalaman temen yang menyesakkan tentang les mobil…..

  2. Aku langsung merasa cupu, sementara di US termasuk mudah aja aku baru lulus tes teori setelah 2x gagal! ahah, dan road test pertama pun gagal, huhu. Biaya juga jauh banget… di sini hanya sekitar $300, bahkan bs lebih murah kalo sedari awal ga perlu ikut kursus. Mahal sekali ya berarti di sana…! Ahh.. Makin gak sabar pengen interview buat mamarantau.com, boleh ya nanti share ttg suka-duka bikin SIM ini..! :’D

    • Disini wajib ikut les, walaupun kita udah pengalaman di Indonesia, Sim di Indonesia ga berlaku. Tapi kenalan ku yg suaminya expatriate disini (orang Indonesia) Sim Indonesia nya bisa langsung ditukar disini, dia tinggal disini selama dua tahun, beruntung banget ga pake jatuh bangun dapetin Sim nya. Sementara aku….. Huhuhu

  3. Waaahhh!! penuh perjuangan yaaa Yayang untuk dapet SIM. Eh, ga hanya SIM sih ya, hidup jauh dari negara sendiri emang selalu penuh perjuangan hehehe. Nanti kalo ada cerita-cerita baru keep udpdate ya biar bisa buat bahan belajaran buat new comer ini. Thanks for sharing such a great information
    Sekalian nanya, kira-kira buat aku yang ga bisa nyetir mobil sama sekali, akan lebih susah ga ya untuk bisa ngikutin ritme kursusnya? itu kan berarti aku musti belajar dari nol. Beda dengan kamu

    • Tenang pasti diajarin dari awal, kan anak anak sini belajar dari awal juga, cuma kebetulan teman teman dari Indonesia memang sudah pake mobil sendiri waktu mereka tinggal di indonesia, jadi mungkin bisa lbh cepet selesai nya, aku waktu hari kedua les, udah disuruh masuk snelweg, tambah zenuwachtig dong!

      • Iya, aku selama di Indonesia ga berani naik Sepeda Motor ataupun mobil. Mengandalkan jalan kaki, angkutan umum, dan sepeda. Makanya ga bisa setir mobil karena males belajar heheh. Tapi disini aku niat pengen belajar 🙂

  4. Kalo menurut aku diluar segala keribetannya, belajar nyetir di belanda ngajarin kita nyetir dgn tertib dan ‘rapi’. Di Indo kan moncong siapa yg nongnong duluan dia yg punya jalan hehehe. Makanya aku suka bgt dgn aturan voorraang yg memudahkan ketertiban di jalanan. Mba Yayang di Indo nyetir ga? Pengalamanku, tmn2 yg blm pernah nyetir sblmnya bisa lulus dlm sekali ujian. Itu krn mrk belum ‘terkontaminasi’ cara2 nyetir yg salah di Indo.
    Anw, sukses ya mba buat ujiannya.. Yg penting rileks en mnta ujian hr sabtu pagi pas jalanan sepi hehehe (ini trik instrukturku dulu)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s