Zwemdiploma – Sertifikat berenang

Sebelum aku datang ke Belanda, aku sudah bisa berenang, walau bisa dikatakan terlambat. Aku belajar berenang saat aku kuliah. Dulu waktu jama SD hingga SMA tentu saja belajar berenang dari sekolah, tapi kebanyakan main main airnya dari pada serius belajar. Ya wong mo belajar gimana, gurunya hanya satu sementara urid muridnya puluhan, jadilah kami lebih sering sibuk masing masing dari pada mendengarkan instruksi guru olah raga.

Tapi untunglah saat kuliah aku memberanikan diri belajar berenang, jadi lumayan lah aku bisa gaya katak dengan jarak dari satu titik ke titik yang satunya di kolam renang. Jangan suruh aku berenang water trappen karena aku tak bisa.

Nah suatu hari aku berenang bersama temanku di Belanda. Dia ngikik waktu melihat cara renangku sambil lalu dia berkata, pasti belum pernah les renang di Belanda ya? Aku mengiyakan, temanku menyarankan agar aku mengikuti les renang disini, katanya banyak manfaatnya karena kita jadi tau cara menyelamatkan diri sendiri jika kita kecebur di kolam. Teknik yang akan kita dapatkan akan berbeda jauh dengan cara belajar berenang yang kita tau saat di Indonesia.

Dulu selalu belajar dari meluncur, setelah bisa meluncur kita belajar gaya bebas, kemudian belajar gaya katak dan yang terakhir gaya punggung. Mungkin dilain sekolah akan lain mana dulu yang diajarkan oleh guru renangnya, namun semenjaka aku SD ternyata urutan itu saja yang selalu diajarkan dan kebanyakan dari kami hanya mampu hingga gaya katak saja.

Tau kan gaya katak, kalau gerakan tangan dalam keadaan membuka berarti gerakan kaki dalam keadaan menutup atau lurus, begitupun kebalikannya, muka berada dibawah air dan baru bisa mengangkat kepala saat kita sudah melakukan gerakan tangan membuka dua kali, saat gerakan mengangkat kepala dilakukan saat itulah kita mengambil nafas. Dan umumnya kita berenang dengan gerakan cepat. Semua konsep yang aku pelajari jaman belajar berenang di Indonesia adalah berenang sesuai dengan buku alias teori yang benar, gerekan renang yang umumnya dilakukan para perenang dalam pertandingan renang.

Kamu sedang berenang atau kamu sedang bertanding?

Nah pertanyaan itu yang dilakukan temanku saat melihat caraku berenang. Ternyata saat aku belajar berenang di Belanda, instruktur renang langsung menyuruhku melompat dari pinggir kolam renang, aku bilang padanya saat aku memulai berenang renang kalau aku ingin belajar dari awal, jadi saat aku melompat dari pinggir kolam renang, kedalaman kolam tersebut hanya satu meter saja, jai ga kelelep dong saat aku loncat. Dari situ aku langsung disuruh berenang gaya punggung, tangan di pinggang, kalo istilah Sunda nya sih melak cangkeng, trus kita disuruh berenang diatas punggung atau terlentang dan kaki bergerak seperti gerakan kaki katak, membuka dan menutup. Terus itu sampai kita bisa, kemudian berenang diatas perut alias perut berada dipermukaan air, dan kepala harus tetap berada di atas air. Gerakan tersebut dilakukan saling bergantian.Β Kemudian kita diajarkan gaya bebas juga.

Nah kemarin tanggal 29 Januari 2015 adalah hari bersejarah untukku, aku berhasil menamatkan les berenangku dan meraih zwemdiploma, aha! Setelah aku belajar sebanyak 23 kali 45 menit. Lamanya waktu yang dibutuhkan seseorang untuk mencapai diploma A yaitu diploma terendah dalam Zwemdiploma akan berbeda untuk setiap orangnya. Untuk berenang di tempatku aku dikenakan biaya 56 euro untuk sepuluh kali kedatangan.

Lalu apa saja sih yang harus ku lakukan saat ujian berenang ini?

Pertama aku berada dalam kolam dengan kedalaman 3 meter. Dengan menggunakan baju rennag dilapisi kaos lengan pendek, celana pendek dan sepatu. Dari pinggir kolam dalam keadaan pakaian lengkap tersebut, aku harus meloncat ke kolam, sampai kakiku mencapai dasar kolam dan naik ke atas lalu berada diatas setelah hitungan ke lima belas aku harus mulai berenang dengan gaya katak tapi kepala tetap diatas sehingga kita bisa menghirup udara sesuka hati, berenang hingga mencapai tanda (tepat di tengan tengah kolam) dari situ aku harus membalikan badan dan kini aku terlentang dan mulai berenang hingga ujungg kolam renang.

Dari ujung satu aku harus melakukan gerakan yang sama berenang dengan gaya katak dan di tengah tengah kolam aku harus membalik dan mulai dengan derakan gaya punggung di permukaan air hingga mencapai titik dimana aku loncat ke kolam, dari situ aku harus naik ke atas kolam renang tanpa bantuan tangga, jadi seperti memanjat tebing dengan baju basah kuyup.

Selesai itu aku harus membuka pakaian basahku beserta sepatu dan kembali meloncat ke kolam dengan gerakan untuk siap menyelam. Diseperempat jarak kolam renang terdapat lubang yang harus aku lalui, tanda itulah yang harus aku capai dalam menyelam setelah melewati lubang barulah aku boleh muncul di permukaan air dan melanjutkan berenang mengelilingi kolam renang dengan gaya katak yang caranya beda dengan di Indonesia, disini kepalaku harus tetap berada di permukaan air. Selesai mengelilingi kolam renang gerakanku berubah menjadi gerakan berenang dia tas punggung. Semua gerakan tersebut harus dilakukan dengan santai, karena kamu bukan berada dalam pertandingan, hahaha.

Selesai dari situ aku kembali naik ke atas dan mulai berenang dengan gerakan bebas, persis seperti yang dulu di pelajari di Indonesia, kemudian dengan gerakan punggung dan kaki, tidak melingkari kolam renang tapi cukup hanya sampai ujung kolam renang.

Lalu naik aku harus bisa mengambang dengan muka dibawah permukaan air selama 5 detik dilanjut 5 detik mengambang dengan kaki dan tangan dibuka dan kebalikannya (mengambang dengan punggung dipermukaan air) selama 10 detik kemudian 10 detik dengan tangabn dan kaki terbuka (membentuk bintang).

Terakhir, aku boleh naik lagi keatas dan langsung terjun lagi untuk water trappen selama 1 menit. Water trappen nya kedua tanganku harus berada di atas melambai lambai pada para hadirin yang menonton, kemudian aku harus memutar searah jarum jam kemudian kebalikannya.

Selesai water trappen, lalu…… Gefeliciteerd Yayang. Hehehe aku lulus! Dan mulai minggu depan aku melanjutkan belajar renang untuk meraih diploma B. Lebih sulit? Tentu saja, tak hanya celana pendek dan kaos pendek tapi harus pake baju tangan panjang dan celana panjang.

Di Belanda, setiap anak diharuskan mempunyai diploma A, B, dan C. Aku tak tau apakah hukumnya wajib atau tidak. Tapi anak anak sudah mendapat panggilan untuk mengikuti les berenang pada umur 4 tahun. Karena kolam renang yang aku hubungi sedang full maka Cinta dan Cahaya baru mendapat antrian untuk belajar renang saat umur mereka 4 tahun setengah. Mereka berenang selama 30 menit dua kali dalam seminggu. Kini mereka sudab berada di kolam dua, minggu depan mereka akan dinaikan di kolam tiga. Di kolam tiga tersebut adalah anak anak yang sudah layak untuk mendapatkan diploma A, mereka akan belajar berenang dengan menggunakan baju dan sepatu. Untuk belajar renang Cinta dan Cahaya dibiayai oleh pemerintah, alias gratis.
http://translate.google.nl/translate?hl=en&sl=nl&u=http://nl.wikipedia.org/wiki/Zwemdiploma&prev=search

Berminat memperoleh zwemdiploma? Ayo daftarkan diri anda, siapa tau anda bisa jadi lifeguard seperti Pamela Anderson atau David Hasselhoff!

Advertisements

22 thoughts on “Zwemdiploma – Sertifikat berenang

    • Wah ke kotanya jauh? Ternyata beda banget setelah les berenang, kita ga takut loncat ke air, dulu walaupun bisa renang tapi pas turun ke airnya selalu hrs lewat tangga, sekarang tinggal loncat aja. Wah berarti aku beruntung ya kolam renangnya deket banget dgn rumah tinggal jalan kaki

  1. untuk belajar renang aja di biayai pemerintah ya,,asiik, saya malah gk bisa berenang sama skali,kebanyakan teman2 suami sya terheran2 knp sya tidak bisa berenang krn menurut mereka indonesia kan negara kepulauan pasti banyak pantai dan sudah tentu bisa berenang πŸ™‚

  2. Selamat ya mbak atas diploma-nya…waks ternyata untuk dewasa pun pakai diploma sertifikasi segala ya? Semoga sukses untuk diplomasi B-nya ya Mbak..
    Aku sudah bisa berenang dari kecil kebetulan ortu hobi berenang, jadi saya sama adik diajarin gitu..tapi ya di Indonesia gak pakai sertifikasi segala..hihihi

    • Hi Indah, makasih πŸ˜‰
      Iya ternyata dikasih diploma juga. Sebetulnya di tempat ku ada khusus buat dewasa yg programnya persis buat anak anak dua kali seminggu selama 30 menit, tapi karena waktunya malam jam 8, jadi aku pilih yg siang dan ada instrukturnya juga, tapi sayangnya cuma seminggu sekali

  3. Di Belanda karena negaranya banyak kanal/air minimal diploma A itu wajib Yang. Enak ya di Rotterdam gratis les berenangnya. Ngga semua pemkot bayar les berenang gratis loh. Waktu anakku dulu les berenang bayar sendiri, dan sekarang juga dipemkotku masih bayar sendiri.

    Selamat ya udah dapet zwemdiploma A. Semoga Cinta & Cahaya lulus πŸ™‚

    • Mba makasih atas tambahan infonya.
      Iya kita termasuk yg beruntung dpt gratis, di tempat kami tinggal setiap anak diatas 4 tahun bisa mengikuti satu kegiatan olah raga atau kunst kita pilih berenang dulu tapi banyak pula anak lain ikut kegiatan menari atau musik dulu karena mereka berpikir berenang ada di program sekolah saat mereka di groep 3. Atau ada juga yg ikut dobel berenang bayar dan satunya ikut musik yg gratis, karena belajar musik bayarnya lebih mahal dari renang
      Terimakasih mba, hihihi mudah2an mereka lulus juga, dapet laporan dari instrukturnya cinta masih suka maen maen hahahaha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s