Hidup di lemari es

Udara dingin yang sudah beberpa hari ini berada di bawah nol derajat celcius menyebabkan air kolam yang ada di taman berubah menjadi es, sehingga bebek bebek yang biasa berenang disana kini hanya bisa berjalan di atas air sembari kedinginan. Dan tentu saja air kolam yang membeku itu selalu menjadi perhatian anak anak. Dulu sewaktu pertama kali ke Belanda aku pernah melihat anak anak main ice skiting di kolam yang lebih besar. Tapi setelah itu di tahun tahun berikutnya aku tak pernah lagi melihat air kolam yang betul betul mengeras.

Kemarin sore, aku melihat kejadian seorang anak jatuh di kolam yang  berada di taman sebelah sekolah anak anak. Kejadiannya cepat sekali, aku memperhatikan dua orang anak yang sedang mencoba menggapai air kolam yang telah berubah menjadi es. Saat anak laki laki yang lebih kecil menggapai air kolam dengan ranting, tiba tiba saja byurrrrrr, si anak jatuh ke kolam dengan posisi kepala nyungsep ke air. Aku berlari ke arah mereka sembari menjerit jerit tak karuan, untunglah seorang bapak yang sedang naik sepeda segera melemparkan sepeda yang tengah dijalankannya dan berlari ke arah anak tersebut, menolong naik ke aras.

Sayang kejadian tersebut tak dilihat oleh Cinta dan Cahaya, sehingga aku tak bisa menjelaskan secara detail bahaya yang mengancam jika ingin mencoba kekuatan es di musim ini.

Tadi pagi saat kami berangkat sekolah kami melewati tempat kejadian perkara hari kemarin, kuceritakan pada anak anak bahwa sangat sangat berbahaya jika berada di pinggir kolam saat ini apalagi berjalan diatas es yang belum keras. Mereka seperti biasa ikut nimbrung perkataanku dan membenarkan bahwa mereka tahu itu berbahaya, menurut ibu guru juga katanya.

Nah, tibalah usai sekolah. Kami melewati pintu gerbang sekolah bagian samping yang langsung disuguhkan pada kolam dimana kejadian seorang anak yang nyemplung ke air, dan disana beberapa anak laki laki yang telah bubaran sekolah tengah memasukan kakinya di kolam untuk mencoba kekuatan air yang telah membeku, sementara yang lainnya melempari kolam tersebut dengan batu besar dan sebagian yang lain mengetuk ngetukan dengan ranting. Kalau saja mereka tahu kejadian kemarin, sepertinya mereka bakalan berpinggir panjang untuk berada disana.

Cinta melihat pemandangan seperti itu dengan antusiasnya segera berlari ke pinggir kolam yang langsung aku bentak sekuat tenaga untuk segera kembali, Sambil nyerocos tak karuan dia menghiba hiba  meminta ijinku untuk mencoba memegang air membeku itu.

Euleuh euleuh ini anak, baru tadi pagi aku menerangkan bahwa mereka tidak diperbolehkan melakukan itu, sekarang merengek rengek tak karuan.

Bagi mereka yang selalu bertanya tanya bagaimana rasanya salju…. inilah jawabanku…. bayangkan masuk ke lemari pendingin yang suhunya tentu dibawah nol derajat, tapi ini lemari es yang luas yang disertai angin maha dasyat, yang jika berlama lama disana membuat tangan dan hidung kita sakit.

Mau coba?

IMG_20150123_150704992_HDR[1]

Burungpun jalan jalan di atas air

Burungpun jalan jalan di atas air

Advertisements

26 thoughts on “Hidup di lemari es

  1. Duuh itu untung cepat2 ditolong ya…duuh kabayang lamun telat…

    Barudak mah biasa teeh sok panasaran…udah tau eta teh bahaya..sok keukeuh wae …

    Ngga ada palang pemberitahuan teh kalau dilarang menginjak/jalan di atasnya..??

    Aaah ari barudak mah nya, meski dipasang oge..angger wee …

  2. Untung cepat tertolong ya, kalau ga, enggak bisa membayangkan,
    lha saya seminggu aja dikasih hujan di daerah tropis berturut dengan jeda hanya sesaat, tulang2 serasa beku *faktor uzur kalau ini mah.

  3. Waktu tahun kemaren bulan Mei pertama kali ke Belanda, aku benar-benar ga tahan dengan anginnya. Super dingin dan kencang padahal 11 derajat. Walhasil bibirku berdarah pecah dan kulitku mengering

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s