Candu

Begitu bangun pagi, ada dia yang menunggu untuk dibuka, atau tepatnya aku yang antusias ingin segera menemuinya.
Diantara jam jam bermain Cinta dan Cahaya, dia juga ikut menemani.
Bahkan setelah suamiku pulang, aku terkadang masih menoleh noleh si dia, berusaha melihat perkembangan terkini tentangna.

Sialnya begitu aku tidur, aku bisa terbangun gara gara mimpi ada sebuah jempol yang muncul!

Dam! Hampir empat tahun sudah aku kena candunya……

Mark Zuckerberg……. mengapa dikau membuat candu itu……

Rotterdam, 19 Oktober 2010

Ppffffffff itu dulu lho!!!! Sekarang? πŸ˜‰

Advertisements

19 thoughts on “Candu

    • Aku juga ga bikin lhoπŸ˜€πŸ˜€πŸ˜€
      Udah sibuk dgn blog. Ga tau kedepannya, mungkin aja tertarik bikin.

      Eh teh Dewi, aku nulis tentang bahasa Indonesia juga, mo nge tag in teh Dewi di tulisan itu tapi belum bisa caranya, hihihi emak yang ini gaptek pisan huhuhu(nanti nanti mo nyoba nge link in)

      • Aaah jadi bahagia ada temennya ..
        Tambah bahagia ternyata ada temen yg gaptek hihihi

        Sok atuh diantos postinganna, ieu nuju di jalan, pulang dr Berlin, eeehh ada kecelakaan, jalan Tol nya ditutup…huhuhu..mana lapar geuraaa ..😁😁

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s