Persedian musim dingin

Hari ini aku tak masuk sekolah, setelah sehari sebelumnya dosenku memberi kabar bahwa hari selasa ini dia tak dapat mengajar karena dia keseleo sangat parah hingga tidak bisa berdiri apalagi berjalan.

Maka malam itu juga aku segera masuk dapur setelah anak anak tidur jam delapan malam. Memenuhi pesanan Cinta yang minta dibikinkan pempek sejak dari beberapa bulan yang lalu. Cerita mengenai Cinta yang doyan pempek emaknya agak janggal juga, berhubung beberpa bulan terakhir ini aku semakin disibukkan untuk urusan ini itu, maka urusan menyiapkan makanan kesukaan keluarga cukup terbengkalai juga, berkali kali Cinta minta pempek dan aku selalu berjanji untuk membuatkannya, namun tak kesampaian juga hingga aku memutuskan memesan pada seseorang yang sudah cukup terkenal disini membuat pempek lewat pos, pempek terkirim namun Cinta tak mau memakannya, dia minta buatanku. Kemudian seorang kawan membawa pempek buatannya, dan kembali Cinta menggeleng.

Dan malam itu aku menggiling 1 kg ikan panga disatukan dengan 1 kg tapioca. Tak cukup disitu aku menambahkan membuat pempek tanpa ikan setelah melihat resensi http://www.justtryandtaste.com/2012/11/pempek-dos-pempek-gurih-walau-tanpa-ikan.html dan hasilnya hingga pukul 11 malam aku masih berkutat di dapur dan tak sempat kulanjutkan sisa adonan pempek yang masih harus direbus, besok saja, pikirku.

Dan hari ini, pagi setelah mengantar anak anak ke sekolah aku menyempatkan diri ke toko bunga, menikmati bunga bunga, membeli beberapa untuk menambah koleksi tanaman di rumah. Bahagia rasanya setelah mengantarkan anak anak tak harus ke sekolah tapi menikmati pertokoan di sekitar kami tinggal.

Sampai di rumah niatku untuk melanjutkan sisa adonan pempek semalam, sedikit terganggu saat aku berpikir bahwa inilah saat yang tepat untuk mengisi frezzer yang kosong. Kemudian aku mengeluarkan tiga bungkus kulit lumpia, membiarkannya pada suhu kamar agar mencair dan bisa digunakan untuk membuat lumpia. Sambil menunggu cair aku langsung membuat isi lumpia semarang. Dua kaleng rebung yang telah dipotong korek api, setengah kilo gram daging ayam dan lima buat telur ayam, semuanya aku tumis dan ditambahkan bumbu royko. Dikatel yang lain aku membuat isi lumpia sayuran kesukaan Cinta dan Cahaya. Hanya berisi irisan bawang bombay, spitkool, daun bawang dan wortel.

Setelah semunya jadi aku duduk di depan tv, sambil menggulung lumpia. Di TV tersaji acara rumpi dari Trans TV dengan pembawa acara (Fenny Ros?) yang memanggil dirinya sendiri dengan sebutan ka Ros. Yang jadi bintang tamunya adalah Ange Lelga yang bercerita tentang tas kremes-nya. Si kremes itu bisa mendatangkan untung hingga 200 juta rupiah perbuahnya, dia beli, dipakai kemudian di jual kembali. Saat itu aku mendengarkan cerita dia sambil tanganku sibuk menggulung lumpia untuk ransum kami. Rasanya aku bagaikan ibu ibu di gang gang sempit yang dulu pernah aku datangi saat aku masih bekerja di lembaga survey. Melihat acara TV semacam gossip dan sebangsanya sambil tangannya mengerjakan pekerjaan rumah, sambil mulutnya sesekali ikut mengomentari atau sekedar celotehan… ah artis mah bisa beli apa aja, kita mah cuma bisa nonton. Pernah suatu hari aku bertanya pada ibu ibu tersebut, bagaimana perasaan mereka melihat tontonan kemewahan di TV? Mereka hanya menjawab lugu dan pasrah, ah biasa aja…. itu kan udah hidupnya mereka serba enak, kita mah gini aja sudah syukur.

Mengingat itu, aku seperti dihadapkan kenyataan inilah aku, sibuk setiap harinya dengan urusan anak anak, suami dan diriku sendiri. Semuanya berkutat di urusan rumah dan sekolahku. Aku menjalankannya dengan pasrah dan biasa saja, seperti sesuatu yang sudah seharusnya. Begitupunkah dengan Angel Lelga? Apakah dia juga merasa bahwa sesuatu yang dijalankannya adalah memang begitulah seharusnya? Dan perkataan dia bahwa hanya dua hal yang dia takuti yaitu cowok jelek dan jatuh miskin. Jawaban konyol sekaligus jujur.

Tapi sudahlah mari lupakan acara TV yang tak mutu itu Β (eehhhmmm tapi aku tetap menontonnya hingga abis) kembali ke masalah semula, masalah ransum di musim dingin. Dan ini lah hasilnya, 45 buah lumpia semarang dengan menggunakan double kulit lumpia, 55 buah lumpia vietnam dengan single kulit lumpia. Dan puluhan pempek lenjer dan belasan pempek kapal selam. Semuanya aku kemas manis di plastik, aku tulisi nama dan tanggal pembuatannya dan siap dimasukan ke frezzer.

Kelak saat anak anak minta, aku tinggal mengeluarkannya dari frezzer dan menggorengnya, dan jika ada teman Indonesia yang datang ke rumah aku dengan mudah bisa menyiapkannya secara cepat.

Praktis bukan, ayo tengok isi frezer kalian, jika masih kosong cepatlah buat…..

Lumpia semarang

Lumpia semarang

IMAG3041

Vietnam Loempia

IMAG3044

Siap masuk frezzer

Advertisements

31 thoughts on “Persedian musim dingin

  1. Teeh meni rajiin pisaan, nganjang aaah iraha-iraha kaditu πŸ™‚

    Pernah nyoba pakai ikan victoriabars fillet ngga teh..? Itu aroma dan rasanya persis tenggiri teh, cuma lebih lembut ngga menyengat kaya tenggiri.

    Saya suka buat siomay/batagor trs jualan ke sobat-sobat, lumayaaan nambah uang jajan hehe

    Oh ya Tilapia juga enak teh buat empek-empek..:)

    • Hayu diantos! Belum nyiba pake ikan viktoriabas. Dulu sebelum dikasih tau temen kalo bikin pempek suka pake ikan makarel, tapi baunya nyengat banget. Pas pake ikan panga gampang pisan, panga nya juga yg beli di frezzer gitu. Ikan tilapia pernah nyoba tapi buat dimakan pake nasi aja yang digoreng kering. Wah jempol kalo dah bisa dijual hasil karyannya, hebat!

      • Saya juga beli yang bekuan gitu teh, lebih murah harganya hehe

        Kalau makarel mah kayany kurang cocok ya aromanya buat bikin empek2 atau siomay..

        Aaah temen2 mah beli itu karena mereka lg males bikin sendiri teeh, bukan karena bikinan saya enak hehe
        Yg beli juga itu lagi..itu lagi..sobat2 dekat, ngga berani nawarin ke yang jauh mah.

      • Gpp yang deket dulu, nanti nambah langganan. Ayo lanjutkan, aku mah suka seneng klo ada temen yang bikin bikin trus dijual, kan artinya rajin dan ada kemauan, secara aku jarang beli juga sih karena mikirnya klo ada waktu bikin sendiri dan lebih murah, kecuali kalo lagi males baru suka beli hihi

    • Hahaha, kayaknya freezer kosong ga masalah klo masih bisa nemu makanan yg bisa langsung dateng di depan rumah kita😁….. Duuuhhh kangennya aku ama abang abang yg Jalan makanan…..

      • Yayang, kayaknya kalau di Indonesia ada winter , abang2 itu kira2 bakalan cuti juga, gak ya hehe. Koq aku bahas sih πŸ™‚

        Di Indonesia emang gampang banget cari makan ya, cuman buka pintu ehhh udah dateng makannya. Makanya susah diet *alesann*

      • Hahaha, bisa jadi tuh. Tapi beneran lho setiap mudik kita kalap manggilin setiap abang yang lewat. Seriap ada bunyi bunyian telinga langsung berdiri😁

  2. rajin banget yah yang..aku klo bikin kok langsung habis ya hahaha. ga pernah deh bias dimasukin freezer. pasti langsung dimakan dan dibagi bagi. bikin pempek itu seharian dan makannya cuma 10 menit ya, hehehe.

    • Hahaha betul, bikinnya lama tapi makannya bentar, makanya mending sekalian bikin banyak.
      Berarti makanan buatan dirimu nongkrong di freezer orang lain dong….. nah itu lebih manfaat karena dibagi bagi, butuh big heart lho untuk bisa berbagi makanan Indonesia disini hihihihi, btw aku juga gitu kok sebagian aku kasih ke yang lain hihihi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s