Happy Italy – The fastest restaurant ever

Tiga minggu yang lalu aku mendapatkan pesan suara di HP dari seorang teman, Claudia. Dia mengajak kami makan siang di Happy Italy, pesan yang berduarasi satu setengah menit itu membuat aku tersenyum sekaligus penasaran, katanya….. aku kangen banget ama kalian semua (aku, Luc dan anak-anak), mari kita ketemuan hari ini juga, aku berencana ke restaurant Happy Italy pukul dua siang nanti, restauran yang menyenangkan buat anak anak dan membuat kita happy juga karena harganya yang super murah.

Aku tertawa mendengar kata katanya yang terakhir, saat itu juga aku menelepon Claudia dan berkata bahwa aku tak dapat bergabung dengan dirinya karena saat itu aku sedang berada di Roermond dan berkata mungkin Luc dan anak anak tertarik akan ajakannya karena pada saat aku di Roermond Luc berada di rumah menjaga anak anak, Claudia setuju dia akan menghubungi Luc saat itu juga.

Baru aku tahu setelah aku datang ke rumah, bahwa Luc, Cinta dan Cahaya tak dapat bertemu dengan Claudia hari itu karena Cinta dan Cahaya menolak makan di Happy Italy dan tetap  bersikeras  ke rencana semula pergi ke indoor fun park Jungle di Vlardingen.

Dan kemarin kami memaksakan pergi ke centrum karena masih harus membeli kado buat acara pakje avond tgl 5 Desember nanti. Karena Cinta baru pulih dari sakit, tak mungkin kami mengajak jalan di luar, aku dan Luc berstrategi bahwa kami akan gantian mencari kado murah meriah untuk anak anak di Hema, karena Cinta dan Cahaya suka sekali main kasir kasiran di Hema Beurs Rotterdam, jadi cara termudah untuk membuat mereka asyik bermain adalah mengajak mereka ke Hema, mereka bisa makan alakadarnya sambil bermain, dan aku bisa belanja secara bergantian dengan Luc ke bawah.

Berhasil membeli beberapa mainan untuk mereka, kami segera berjalan menuju tempat parkir. Secara tak sengaja aku melihat restauran Happy Italy, teringat pada ajakan Claudia dan sangat tertarik dengan informasinya mengenai harganya yang super murah, aku dan Luc langsung berbelok masuk. Cinta dan Cahaya bersorak, karena mereka masih menagih ice cream yang tak aku belikan saat kami masih di Hema, melihat kami masuk ke restaurant dengan suara lantang Cinta berujar, kalau kami makannya pinter (dalam ari kata makannya habis) kita boleh pesan ice cream kaann……. We’ll see! Ujar Luc tegas.

Saat kami dipersilahkan duduk di tempat yang telah ditunjuk oleh pelayan restauran, Cinta dan Cahaya langsung bersorak saat melihat tak jauh dari tempat kami duduk terdapat arena bermain untuk anak anak, ada mandi bola, dan arena memanjat balok yang dilapisi busa mirip mirip dengan yang ada di Jungle hanya dalam skala yang lebih kecil. Kami mengizinkan mereka bermain disana. Kemudian aku dan Luc segera melihat menu dan benar benar terbelalak melihat harganya yang super murah, Luc memesan satu buah pizza Fiama untuk Cinta dan Cahaya seperti biasanya memesan pizza margarita untuk mereka sedangkan aku yang saat itu memang benar benar lapar mengingat di Hema aku hanya memesan capacino saja aku memasan pasta spagety. Untuk minumnya aku memesan munt thee fresh sedangkan Luc memesan teh biasa, untuk Cinta dan Cahaya tetap tak pernah berubah apapun makannannya minumnya susu coklat panas with whip cream.

Selesai memesan, pelayan yang super ramah mendatangi meja yang lain yang belum dilayaninya, dan tak sampai lima menit minuman pesanan kami datang diikuti pelayan yang lain yang mengantar makanan pesanan kami. Pertama tama datang pasta pesanku diikuti pizza untuk Cinta dan Cahaya, kemudian pelayan yang membawa pizza anaka anak datang kembali membawa kan pesanan Luc.

Saat pasta datang, spontan Luc berseru pada pelayan  bahwa dia tak menyangka akan datang secepat itu. Benar benar tak sampai lima menit. Selain pesanan yang datang secara cepat, yang membuat kami merasa nyaman adalah personil yang melayani kami yang sungguh sungguh super ramah, rasanya aku tak merasa berada di negara Belanda, tapi merasa berada di negara eropa yang iklim  panas, hangat dan ramah.

Yang membedakan dari restauran yang lainnya adalah, personil yang berseliweran, Happy Italia sepertinya royal sekali memperkerjakan orang, ada empat orang yang berbeda yang datang menyajikan pesanan kami, mungkin itulah mengapa restauran ini cepat sekali pelayanannya. Dan seperti restauran lain yang ada disini para personilnya adalah orang orang yang cekatan.

Yang menambah poin plus makan disini adalah, di meja kami tertulis bahwa restauran ini melayani membungkus makanan yang tak bisa kami habiskan di restauran, alias doggy bag. Mendapat tulisan tersebut membuat aku semakin nyaman untuk membungkus makanan yang tak habis. Hari itu kami membawa pizza margarita ke rumah karena anak anak hanya memakan sepotong kecil saja. Tentu saja mereka tak tertarik makan jika arena permainan terhampar di depan matanya.

Menyediakan jasa pembungkusan makanan sisa alias doggy bag

Menyediakan jasa pembungkusan makanan sisa alias doggy bag

Dan slogan yang ditawarkan di restauran ini benar benar sesuai dengan kenyataan yaitu… the fast Italian…. dan tentu saja membuat bahagia. Happy at Happy Italy? Yes!

Saat kami melangkah keluar restaurant, aku terkaget kaget dengan antrian yang panjang di depan restaurant, menanti meja yang yang kosong, dan tentu saja dari mereka adalah muda mudi yang akan bermalam minggu……
IMAG2939

Pintu masuk yang dijejali orang orang yang mengantri

Pintu masuk yang dijejali orang orang yang mengantri

Pasta Del Giardino

Pasta Del Giardino

Pizza Fiama

Pizza Fiama

IMAG2936   IMAG2937 IMAG2938  IMAG2945IMAG2932IMAG2933IMAG2929

Advertisements

5 thoughts on “Happy Italy – The fastest restaurant ever

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s