Antri ke dokter

Hari selasa, saat jemput Cinta di sekolah gurunya laporan bahwa Cinta sangat pendiam di sekolah dan badannya sedikit panas.
Malamnya Cinta ternyata sakit panas badannya mencapai 39,1 derajat Celcius.

Hari rabu panas badannya turun, dia bersikeras tetap ke sekolah karena hari rabu ada Zwarte Piet ke sekolah.
Pukul 10 pagi, gurunya memintaku datang menjemput Cinta karena Cinta bebar benar sakit, dia mengeluh sakit telinga.

Tadi pagi, Cinta dengan panas badan yang masih tinggi dia laporan bahwa dia lapar dan ingin sekali makan, Tentu aku gembira setelah sehari kemarin tak ada makanan yang berhasil masuk ke perutnya, setelah Cahaya berangkat ke sekolah diantar papanya, aku segera menyiapkan makan pagi untuk Cinta, dia makan beberapa sendok sereal. Tak berapa lama dia muntah, mengotori karpet rumah kami. Setelah memandikan dia membereskan muntahannya, aku segera mengambil telepon dan menelepon dokter.

Di ujung sana saat aku meminta janji untuk bertemu dengan dokter, si assisten berkata bahwa jadwal hari ini sudah penuh, aku bertanya apakah besok masih ada tempat yang kosong untuk Cinta? Dan dengan santainya si assiten menjawab, ….. aku akan membuatkan janji untuk hari selasa, karena hari senin pun sudah penuh!

Whaaaatttttttttttttttt?????
Selasa??? Aku harus menunggu lima hari lagi untuk memeriksakan Cinta?

Saat aku masih berbicara dengan assisten dokter, Cinta kembali muntah dan kali ini aku melihat rambutnyapun terkena muntahan karena dia muntah saat masih berbaring.

Oh My God!

Advertisements

27 thoughts on “Antri ke dokter

    • Tadi waktu denger Baru bisa hari selasa, aku minta nomor telpon dokter lain, untunglah asistennya kemudian Tanya secara detail kemudian dia telpon baik setelah bicara dengan koleganya, dan kami bisa datang pas jam 12 siang pas jam istirahat dokter.
      Disini biasanya jika tidak bisa ke dokter yang biasa sebelum ke rumah sakit kita harus telpon dokter pos dulu. Karena dokter biasa / dokter keluarga hanya bekerja di hari kerja saja. Dokter pos bisa dijangkau 24 jam termasuk hari libur.
      Terima kasih May…

    • Yayang, aku tambah info ya untuk Maya. Di Belanda ke UGD sebaiknya dengan rujukan dokter keluarga atau dokter jaga (dokter pos). Misalnya semua orang langsung ke UGD pemerintah Belanda khawatir UGDnya nanti penuh. Dan memang prioritas untuk yang membutuhkan. Bahkan kalo kita telpon dokter keluarga untuk buat janji, asistennya akan tanya lewat telpon keluhannya apa dsb..dsb..Kadang advis si asisten untuk tunggu dan pantau kondisin yang sakit.

      • iya betul betul, asistennya suka kasih saran. Waktu anak anak kena cacar juga, kita ga bawa mereka ke huisarts karena suami baca dulu di internet cara nanganin cacar dan menurut yang dia baca ga perlu dibawa ke huisarts cuma beli semacam bedak di apotik saja, makasih mba tambahannya

      • Iya, aku setelah positif tes hamil, mau buat janji di dokter pribadi, asistennta bilang ngga perlu mevrouw. Kan udah tahu pasti hamil, langsung aja ke praktek bidan. Aku bingung dan kesel tapi tanya ke ipar memang gitu. Jadi pingin nulis tentang ini juga deh Yang 🙂 Eh si Cinta udah sembuh?

      • Cinta belom sembuh, tapi udah ga muntah muntah lagi, panasnya juga turun, tadi pagi cuma 38 aja, jadi kitanya lebih tenang.
        Iya mba ayo tulis tentang bidan disini. Dulu waktu aku ketauan hamil pake test pack di rumah, suami langsung afspraak dengan bidan, cuma satu kali kesana, karena sebelum datang kunjungan yang kedua, aku sakit dan diperiksa ke dokter, pas aku bilang lagi hamil dokternya bilang pengen check janinnya juga, di echo eh ada dua, dia bilang siapa bidannya? sambil bilang aku harus ditangani genokolog sambil dia langsung bel ke bidanku, telponnya yg suaranya dikeluarin ke speaker gitu, jadi kita bisa denger pembicaraannya. Amazing buat aku yg secara baru dua bulan di Belanda, trus liat koordinasi antara dokter dan bidan gampang banget, koordinasinya bagus, saat itu juga aku langsung dirujuk ke rumah sakit untuk pemeriksaan selanjutnya.

      • Ooo gitu ya mbak, wah pengetahuan baru tuh. Beda lingkungan emang beda peraturan ya. Ada bagusnya dan benernya jadi UGD gak penuh sama kasus non urgent 🙂

    • Disini kalau dokter keluarga/huisarts tidak bisa dijangkau, kita bisa telpon dokter pos dulu. Aku pernah ke dokter pos jam 2 pagi setelah Nahan sakit perut Dari sore, begitu selesai di cek dokter pos ternyata aku dikirim ke rumah sakit dan harus nginep 3 hari, Karena memang ada yg ga beres dgn perutku. Kalau langsung ke UGD belum ada pengalaman, semoga jangan. Ngeri

    • Iya mba, untungnya aku bilang ke asistennya boleh minta nomor dokter lain ga? Baru deh dia nanya ada apa dgn Cinta, setelah dapat penjelasan dia bilang mo telpon lagi, ga lama dia telpon balik dan nyuruh dateng jam 12 siang, ternyata cinta diperiksa pas jam pause nya dokter, begitu kita dateng tempat praktek langsung dikunci hahaha, dan dari 4 macem obat satu diantaranya antibiotika, Baru Kali ini dokter kasih obat antibiotika buat cinta

      • Ah mudah-mudahan Cinta sekarang udah sembuh ya. Lain kali kalo situasinya begini lagi bilang aja mau spoedafspraak Yang. Memang dokter umum disini hanya ada waktu 15 menit per pasien dan memang planningnya ketat.

      • Iya mba makasih sarannya, kadang aku ga ngerti karena dulu terima beres dari suami aja yang biasanya bikin afspraak, sekarang harus mulai sendiri yang nanganin. Ia betul planningnya ketat banget, dulu pernah liat pasein yang maksa maksa ke dokter zonder afspraak, yg di ballie nya sampe ngejelasin kalo verkouden aja ga perlu ke dokter.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s