Gie

Aku sibuk di belakang computer, melototin Fb maksudnya. Sementara Luc sibuk memilah milah film apa yg akan ditontonnya segera, semuanya film Indonesia.

Arisan twee, serunya.
Rumah kentang.
Jamila dan sang presiden.
Cinta.
Pintu terlarang.
Cinta tapi beda.

Kemudian serentetan judul sebangsa kubur, kuntilanak dan pocong dilontarkan Luc diiringi suara keyboard up and down dalam memilah milah judul film.

Masih membelakangi TV, aku mendengar cuplikan film yg sedang disortir Luc,

‘Taukah kamu, si Iqbal nembak gua hari ini’ seru si artis sambil cengengesan.
Yang kemudian disusul seruan protes Luc.
‘Hah, masa ditembak orang itu masih bisa tertawa?’

Hohoho, rupanya Luc membaca terjemahan dari apa yang dilontarkan si artis tersebut.
‘Hit’ disini bukan arti tembak/ditembak yang sebenarnya.

Dan setelah chek sana check sini, malam itu akhirnya kami menonton film Gie.

Sebuah film mengenai sosok  Soe Hok Gie, yang tak pernah aku tuntaskan filmnya saat aku menontonnya pertama kali di Indonesia.

Dan film Gie dianugrahi Luc dengan score 7,5. Tahukah artinya nilai segitu bagi Luc? Artinya film yg baik, bagus dan punya arti.

http://id.wikipedia.org/wiki/Gie

Bagiku, aku selalu tergila gila pada Nicholas Saputra, seperti jatuh cinta pada pandangan pertama, apalagi setelah aku liat filmnya Janji Joni (film yang mendapat pujian juga dari Luc).

Nicholas, where are you now?
Rotterdam, 19 Juni 2013

Gie_film

Advertisements

5 thoughts on “Gie

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s