Apa yang paling kau takutkan?

Saat terbangun di pagi musim dingin, saat matahari belum muncul pada pukul delapan pagi dan aku masih ingin berada di balik selimut tapi aku mendengar suara Cinta Cahaya yang ingin segera keluar dari kamarnya.
Maka kegaduhan di pagi hari akan segera dimulai………
Dan impianmu untuk masih berada di balik selimut hanya mimpi belaka.

Saat aku harus menempatkan Cinta Cahaya di kinderwagen.
Bukan hanya karena aku harus menggendong salah satu dari mereka terlebih dahulu menuruni tangga, sementara yang lain harus menunggu di atas dan berteriak teriak ingin ikut turun juga bersamaku, dan ketika aku tiba di lantai bawah di mana kinderwagen berada aku harus bejuang begitu sengitnya untuk memasukan salah satu dari si kembar yang telah turun bersamaku terlebih dahulu. Dan itu bukan perkara mudah!

Aku harus menekan tubuhnya dengan sekuat tenaga karena pemberontakannya yang tak mau duduk di kursi kinderwagen. Aku harus mengunci tubuh mungil nan kuat itu dengan tali tali pengaman di kinderwagen, dan aku masih harus naik ke atas untuk membawa kembar yang satunya lagi yang masih tertinggal di atas.
Dan double night mare harus aku telan dalam waktu yang berurutan.

Saat aku mendorong kinderwagen melewati lapangan parkir mesjid besar Turki di Rotterdam setelah aku mengambil anak anak dari child day care.
Lapangan parkir yang luas, memudahkan pandangan untuk melihat keadaan sekitar. Aku bisa melihat dengan leluasa hingga ke halte Allard Piersonstraat dimana langkahku harus menuju untuk membawa si buah hati pulang ke rumah. Setelah seharian pula aku berada di sekolah.

Dan hati ini akan semakin menjerit saat aku melihat bis sudah tiba di halte sementara aku masih mendorong kinderwagen di lapangan mesjid yang luas itu.
Dan bis besar itu seolah mentertawakanku saat tubuh besarnya melewatiku.
Kemudian aku harus menunggu bis selanjutnya 15 menit kemudian!
Menggosok gosokkan tanganku ke tangan mungil Cinta Cahaya jika aku lupa memaikannya kaus tangan untuk membuat mereka sedikit hangat di terpaan angin kencang di musim dingin.
Berkali kali membetulkan kupluk mereka, dan mereka akan kembali menariknya.

Tibalah bis yang dinantikan tiba.
Jika aku mendapatkan supir bis yang bijak, dia akan membukakan pintu belakang bis dimana aku bisa langsung naik dan menempatkan kinderwagen di bagian tengah bis. Kadang aku mendapatkan orang yang langsung sigap membantuku menaikan kinderwagen ke bis, tapi tak jarang orang membiarkanku terlebih dahulu baru mereka menolong setelah aku begitu kesulitan menaikan duo kinderwagen yang besar.

Kegiatan menjemput atau mengantar anak anak dari child day care alias kinderopvang alias tempat penitipan anak untuk usia anak mulai 6 bulan hingga 4 tahun, harus aku lakukan tiga kali seminggu.

Minggu lalu aku menemui dokter, memeriksakan gatal di tangan kiriku. Saat aku memperlihatkan tanganku… dokter hanya melihat sekilas sambil berkata lirih….. obatnya ada dalam hatimu, hilangkan stress atau ketakutan yang ada dalam hatimu…
Stress away, itchy away!
Begitu simplekah?

So, Yayang apa yang paling kau takutkan?
Menaikan Cinta Cahaya ke atas kinderwagen?
Menaikan kinderwagen ke atas bis?
Mendorong kinderwagen di lapangan mesjid yang luas sehingga kau bisa melihat bis yang datang ke halte?
Mengejar bis saat akan menjemput anak anak?
Atau menunggu bis selanjutnya setelah kau tertinggal bis?

What?????!!!!!!!!!!!!!
Hanya itu yang membuat gatal di tangan kirimu muncul?

Yayang, ada ribuan ibu lain yang cemas anaknya tidak bisa makan.
Cemas tak bisa memberikan susu bagi bayinya.
Ada ibu yang berdoa siang malam agar anaknya yang seorang pemimpin suatu negeri mampu menjalankan amanahnya sebagai pemimpin.
Ada ribuan ibu lain yang cemas dan berharap anaknya mendapatkan yang terbaik, dan mereka tidak takut hanya karena sekedar mendorong kinderwagen dan melihat bis yang ditunggunya melintasinya.

PS: Night mare of waiting bus! Hahaha……..

Rotterdam, 28-11-2011
(suatu hari, saat si kembar masih berusia dua tahun)

Advertisements

7 thoughts on “Apa yang paling kau takutkan?

    • Sekarang ga ada mbak, tapi pernah muncul lg beberapa hari sebelum orangtuaku berkunjung kemari, mungkin karena kaki ngadain renovasi rumah sedikit, aku agak kesel krn renov nya jadi moloir dari waktu yg diperkirakan. Trus si gatel muncul lg, langsung inget kata kata dokter, mungkinkah krn stress? Ga taulah mbak….

  1. Dokternya benar banget mbak. Hati yg gembira adalah obat yg paling manjur. Jangan biarkan stres jahat (malstress) terus menekanmu mbak. Stres jahat ini memengaruhi sistem kekebalan tubuh soale

  2. Kayaknya setiap ibu atau wanita atau manusia secara umum punya kekhawatiran masing-masing yg sifatnya pribadi dan individual. Jadi menurutku, wajar kalo kamu ngerasa stres dengan kegiatan antar jemput anak kembarmu itu.., meski mungkin ada orang lain yg menganggap kesulitanmu itu tak seberapa dibanding kesulitan mereka.., karena hidup ini bukan perlombaan “siapa yang paling stres sedunia”..😌

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s