Secangkir kopi (tidak) pahit

Sejak kapan aku suka minum kopi? Seingatku sejak kelas empat SD. Ga normal untuk anak jaman aku kecil dulu.
Gara garanya karena aku selalu ikut minum kopi dari cangkir ayahku tiap hari bisa pagi dan juga malam hari. Selalu begitu setiap hari jika tidak minum kopi rasanya ada yang kurang.

Masuk SMP aku bersahabat dengan penggila kopi sejati. Kami suka berburu membeli kopi yang dijual satu sachet di warung jaman aku SMP dulu baru mulai munculnya kopi jenis 3 in 1. Rasanya beli di warung udah keren banget.

Jaman SMA aku masih berteman dengan kawanku penggila kopi itu masih cukup puas dengan kopi sachet-an itu, nah menginjak bangku kuliah temanku sudah tahu dimana tempat kopi yang enak aku tak bisa lagi berburu kopi dengannya maklum uang sakuku mana cukup untuk ngopi di tempat yang elit.

Berbeda dengan kawanku itu dia bisa membedakan mana kopi yang berkualitas atau kopi yang biasa saja dia juga tau dengan tepat cara menyeduh kopi yang baik, harus dengan air mendidih dan berapa putaran saat mengaduk kopinya menurut dia kopi yang enak adalah kopi yang tidak terlalu manis. Sedangkan aku asal tidak terlalu encer dan pakai gula dan kream sudah cukup lah bagiku. Tetap tak bisa membedakan mana kopi berkualitas atau bukan.

Datang ke Belanda ternyata aku berjodoh dengan orang yang tak suka kopi sama sekali, saking tak sukanya pada kopi jika aku baru minum kopi dia sama sekali tak mau menciumku. Namun begitu, saat aku datang ke rumah yang kemudian kami sebut rumah kami, dia menyediakan alat untuk membuat kopi yang berada dalam ukuran canggih pada saat itu (hampir enam tahun yang lalu).

Dan cerita tentang perangkat pembuat kopi yang aku punya ternyata dikagumi ayahku saat lima tahun yang lalu dia menengokku untuk yang pertama kalinya di Belanda, menurutnya kopi nya terasa sedap dan dibuatnya gampang. Alat yang aku punya adalah Philip Senseo yang biasa saja, yang menggunakan kopi pad, bukan bentuk capsule yang tersedia dalam berbagai macam pilihan bisa late atau capuccino. Dan tak lama setelah ayahku pulang dari kunjungan yang pertama, Luc mengirimkan alat yang sama yang aku punya di sini ke Indonesia. Kemudaian problem segera muncul, kami harus mengirimkan kopi pad secara berkala ke Indonesia karena hingga saat ini ayahku tak menemukan kopi pad dijual di Supermarket di Indonesia, juga saat aku dan Luc mengecek ke beberpa supermarket ternama di Bandung, kopi pad yang biasa saja itu tak tersedia di sana.

Beberapa bulan yang lalu aku menemuka Luc yang tengah sibuk searching mengenai kopi, kemudian katanya kopi yang lezat itu jika langsung dibuat dari biji kopi, maka kesimpulannya ia ingin menghadiahkan alat pembuat kopi untuk ayahku, katanya ada dua keuntungan jika membeli alat tersebut, ayahku bisa menikmati kopi yang lezat dan biji kopi tak perlu dikirim dari Belanda, ayahku bisa dengan mudah mendapatkannya di Indonesia, dan salah satu penghasil kopi terbaik tentunya dari Indonesia.

Seminggu yang lalu, tukang pos datang membawa dus besar yang aku bisa tebak isinya dari tulisan yang ada diluar dus tersebut. Aku menebak untukku atau untuk ayahku? Jawabanya segera terjawab saat malam hari tiba, Luc menyuruhku naik ke kamar sementara dia dan anak anak sibuk membungkus dus yang sudah aku tebak isinya.

Tanggal 10 oktober 2014 adalah hari ulang tahunku, pagi pagi sekali Luc dan anak anak sudah menyelamatiku, dan pagi itu kami sibuk sekali, kami memutuskan tidak membuka kado yang sudah dibungkus Luc dan anak anak, rencana membuka kado adalah saat Luc pulang kerja nanti sebelum kami pergi ke restaurant untuk merayakan ulang tahunku bersama keluarga kecil kami. Ritual pagi yang selalu penuh drama karena harus menyiapkan anak anak ke sekolah tak juga membaik walau aku sudah bangun lebih pagi.

Datang ke sekolah dua temanku tanpa aku sangka sebelumnya mereka memberikan kado untukku. Aku bahagia bukan karena mereka memberikan kado untukku tapi karena mereka ingat ulang tahunku. Mirrele dosen kami memberikan suprise dengan menyanyi bersama sama teman sekalasku saat istirahat tiba. Seru dan heboh, juga saat teman temanku terbelalak tak percaya saat mengetahui umurku.
IMAG2635

Pulang Luc dari kantor, kami tak sempat lagi membuka kado. Setelah aku memasukan buket bunga yang dibawa Luc sepulang dia kerja ke vas bunga, kami terburu buru pergi ke restauran.
IMAG2629
Disana kami dilayani oleh pelayan yang ramahnya super sekali. Cinta dan Cahaya berkata bahwa hari ini aku berulang tahun, dan tentu saja aku segera mendapat ucapan selamat dari pelayan restaurant tersebut. Saat makanan penutup tiba, pelayan itu menambahkan kembang api di ice cream Cinta dan Cahaya, tentu saja kembang api itu menambah kecerian kami hari itu.
IMAG2615

Barulah pada pagi harinya di hari sabtu, aku bisa membuka kado dari Luc. Seperti yang sudah aku kira sebelumnya, Luc menghadiahiku alat pembuat kopi, bukan dari pad lagi tapi langsung dari biji kopi. Kami sama sama mengetes alat itu untuk pertama kalinya, menurut yang Luc baca di internet, alat itu akan menghasilkan kopi yang lezat jika sudah menghasilkan 20 cangkir kopi. Ternyata aku tak perlu menunggu hingga 20 cangkir untuk menghasilkan kopi yang lezat. Saat Luc memberikan cangkir pertama capuccino aku sudah mencium bau semerbak dari kopi yang dihasilkannya. Aromanya yang harum semerbak, penampilan yang ditampakkan oleh si capuccino saat berada di cangkir tak kalah hebat dengan capuccino yang disuguhkan di cafe, dengan buih putih yang menyembul di cangkir rasanya pantas jika kopi ini tersaji setiap pagi di rumah orangtuaku untuk mengawali pagi mereka.

Bagaimana, Yang? Lezat kopinya? ย Lezat seruku. Manisnya pas, tidak pahit dan busanya mantap!
Ok, bisa jadi bahan pertimbangan untuk membeli satu lagi untuk ayah jika kita punya uang lebih, ujar Luc.

Aku hanya menggangguk. Tentu saja akan selalu ada kemudahan jika kita berniat memberiakan sesuatu untuk orang tua kita, bukan?

So, selamat menikmati secangkir kopi, kawan…..
IMAG2616

Advertisements

20 thoughts on “Secangkir kopi (tidak) pahit

  1. happy belated birthday mbak. walau bukan pencinta kopi, sesekali kuminum juga kalo lagi pengen. soale harumnya yg semerbak itu menggoda mbak ๐Ÿ˜€

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s