Meisya si Japanese girl

with Mikako and Ai Ginza-Tokyo, July 2006

with Mikako and Ai
Ginza-Tokyo, July 2006

Hari ke duapuluhtiga
Selasa, 19 Agustus 2014

Hari ini dapat kunjungan dari Meisya. Meisya si cantik yang kini tinggal di Jepang. Ada cerita sendiri sewaktu Cinta dan Cahaya pertama kali ketemu. Waktu itu di awal bulan jan 2010. Cuaca ekstrim luar biasa. Untuk pertama kalinya aku berkunjung ke rumah seorang teman di Groningen.Aku baru tiga bulan keluar dari rumah sakit, aku baru lepas dari suster yang membantuku yang setiap dua kali sehari pagi dan malam datang ke rumahku, dan saat itu fisioteraphy masih datang ke rumahku satu minggu sekali.

Temanku Puti mama dari Meisya menerima kedatang kami, dia memasak capcay dan ayam bumbu kecap untuk kami, masih belajar katanya hahaha. Sama sama pendatang baru dari Bandung yang hijrah ke Belanda dan tak pernah ke dapur untuk memasak sebelumnya selama tinggal di Bandung dan tentu saja sama dengan diriku (dan aku kira banyak yang senasib dengan kami). Dan tralaaaaaaaaa pemula ini sudah bisa menyuguhkan masakan lezat.

Cahaya-Meisya-Cinta (Jan 2010)

Cahaya-Meisya-Cinta (Jan 2010)

Satu tahun kemudian kunjungan Puti sekeluarga ke Rotterdam.

Hingga mereka sekeluarga harus hijrah ke Jepang. Karena bung Amel mendapat pekerjaan baru disana, dan kami tak sempat bertemu untuk bersay goodby.

Ternyata saat liburan ini kami bisa bertemu kembali di Bandung. Puti sekeluarga sedang mudik ke Bandung begitu juga diriku.
Ternyata say goodby yang belum sempat terucapkan berubah menjadi say hello saat berjumpa di Bandung.

Walau waktunya singkat, dan kami tak sempat bercerita banyak, tapi Cinta dan Cahaya menikmati pertemuan meraka kembali, berlari ke sana kemari. Yang dua bicara bahasa Belanda dan yang satu bicara bahasa jepang. Seru lucu dan kocak. Meisya sudah lupa lagi bahasa Belanda padahal dia masih sempat sekolah di Belanda. Kini dengan mudahnya dia berbahasa Jepang. Untunglah sebagai penyambung bahasa mereka bertiga saling menerjemahkan ke bahasa Indonesia. Walau lebih banyak berlarian daripada bercerita, tapi itulah dunia anak anak, apapun bahasa mereka, mereka akan saling mengerti satu sama lainnya.

Reuni agustus 2014

Reuni agustus 2014

Dan kenapa kita orang dewasa walaupun dalam satu bahasa yang sama kadang tak pernah saling mengerti? Hahaha.

Terima kasih Puti dan Meisya atas kunjungannya, dan serbuk ajaib yang berubah jadi permen. It’s really amazing!

Puuuuut kapan aku bisa balik ke Jepang?
Kangen Syibuya tempat nongkrong hampir tiap sore bersama Ai and the gank, pas nyebrang di stopan yang super ramai itu. Kangen ngumpulin tissu gratisan. Kangen Yokohama. Kangen Yamanasi, Tokyo, Fukuoka. Kangen berat dengan Nishiyama san “mother of Tokyo” yang memperlakukanku bak seorang putri. Terlebih itu aku kangen pada ibu keduaku Sachie Ogata, dari beliau aku belajar bagaimana menjadi seorang istri yang melayani suami dengan cinta dan pengabdian, dan tak seujung rambut pun aku tak akan mampu seperti dia. Okasan maafkan aku yang belum juga membawa Luc seperti janjiku saat kutelepon dirimu untuk mengabarkan bahwa aku akan menikah. Ya Tuhan baru aku sadari bahwa aku ternyata dikelilingi oleh orang orang hebat. Tersadar bahwa aku punya warna warni hidup yang ceria dan fantastis.

Ya Tuhan, nikmat apa lagi yang telah aku dustakan?

Syibuya!

Syibuya!

Advertisements

4 thoughts on “Meisya si Japanese girl

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s