Akhirnya Facial juga!

Hari ke duapuluhdua
Senin, 18 Agustus 2014

Setiap ke Indonesia, aku selalu menyempatkan diri buat di facial. Kebiasaan itu muncul sewaktu masih kuliah dulu, pergi dengan beberapa orang teman, di facial di salon salon rumahan, hal itu juga berlangsung hingga sudah bekerja. Tak sering paling dua atau tiga bulan sekali. Nah di akhir akhir masa kerjaku barulah aku mampu di facial di tempat perawatan kulit yang agak lumayan di Bandung. Aku pilih di Natasha yang berada di daerah Talaga Bodas. Tetap sejak dulu aku tak pernah tertarik jika ditawari produk produk dari mereka, secara aku tak terlalu suka bermake up juga aku tak suka jika harus berlama lama membersihkan muka, jadi kalaupun ditawarkan aku selalu pilih sabun muka saja yang bisa dikerjakan di kamar mandi. Cepat dan praktis.

Sejak tinggal di Belanda datang ke tempat perawatan kulit adalah waktu yang selalu didambakan dan kini aku selalu mengajak ibuku datang ke Natasha. Lucunya jika ditanya kapan terakhir kali datang kesini, selalu kami jawab sudah lama kira kira satu tahun yang lalu. Ya wong mudiknya hanya bisa satu tahun sekali kecuali mudik tahun ini yang baru bisa dua tahun kemudian karena tahun lalu orang tuaku yang berkunjung ke Belanda.

Pagi itu pukul 10 pagi kami sudah nongkrong di Natasha, aku dan ibuku janjian bertemu di Natasha, aku dtang dari Sensa Ciwalk sedangkan ibuku datang dari rumahnya dari Cibiru. Aku datang sendirian naik angkot dan ibuku diantar ayahku. Pukul satu siang kami sudah selesai. Wah rasanya wajah berubah halus dan mulus, hahaha.

Membayangkan orang orang yang ada di Indonesia dan yang berbudget berlebih tentunya bisa dengan sesuka hati mendatangi salon kecantikan. Walah enaknya….

Setelah kami makan siang, kami menjemput si kembar di rumah bibiku. Aku membawanya ke hotel diantarkan ayahku. Tak kuberitahukan pada Luc bahwa aku akan datang bersama anak anak, saat mereka datang dihadapan Luc, Luc menciumi mereka dengan senangnya kemudian dia bercerita bahwa sejak aku meninggalkan dirinya tadi pagi, dia hanya diam saja di hotel tak jalan jalan atau nonton film di bioskop seperti yang selalu dilakukannya. Perutnya masih tak juga membaik karena itulah dia hanya diam saja di hotel karena mudah jika harus bolak balik ke toilet. Duh kasian……… Lalu ucapnya aku bahagia sekali kalian datang, rasanya depresi  tinggal seharian di hotel hanya berteman TV dan internet saja.

Aku menanggapinya sambil lalu, itulah yang tak pernah aku mengerti, mengapa Luc dan ternyata banyak dari suami suami bule teman temanku yang lebih suka memilih hotel daripada di rumah? Alasan Luc kadang dia perlu waktu pribadi juga, dia tidak terbiasa jika setiap saat ada orang di luar keluarga intinya, apalagi kalau tiba tiba tetangga datang dan Luc harus ikut mengobrol juga. Dia hanya tidak terbiasa. Dan menurut Luc liburan adalah waktunya hanya untuk diri sendiri dan aku saja, kalau bisa Cinta dan Cahaya pun dititipkan dulu, hahaha.

Tapi kami sangat beruntung karena Cinta Cahaya tidak terlalu harus bersama kami. Kami bisa pergi tanpa anak anak sampai berhari hari lamanya, sementara mereka bersama ayah ibuku. Tentu saja orang tuaku hanya mengawasi saja karena aku menitipkan alias menggaji juga seorang pengasuh anak setiap kali kami datang ke Indonesia.

Pernah suatu saat ibuku berpesan, urusan anak adalah urusan dan tanggung jawab orang tuanya, jangan sekali kali membebankan pada kakek neneknya. Hahaha dan ini baru terjadi dalam sejarah keluargaku, dulu tak pernah kakak kakakku menitipkan anaknya pada kakek neneknya, sekarang hanya aku yang tega menitipkan anak anakku pada kakek neneknya. Tapi kan mereka paling cepet hanya setahun sekali bisa berjumpa dengan kakek neneknya, dalihku mencoba mencari pembenaran.

Jadi proses mutualisma pun terjadi, aku dan Luc bisa bebas bergerak tanpa anak anak sesaat, ayah dan ibuku pun bisa berkangen kangen dengan cucunya. Betulkan? Hehehehe…..

Tapi aku pernah kena batunya juga, tahun lalu saat kami berlibur ke Portugal ( ke ibunya Luc), Cinta dan Cahaya kami titipkan selama lima hari pada omanya itu, sementara kami bermobil ria menjelajahi Spanyol wilayah Andalusia. Begitu datang dengan rasa kangen yang amat sangat aku langsung memeluk anak anak, tapi sepertinya mereka tak kangen sama sekali. Kemudian dengan polosnya Cinta berujar kepadaku, kenapa kalian sebentar perginya? Seru loh dengan oma Angela saja…….

Dan hatiku hancur berkeping keping……………

Advertisements

7 thoughts on “Akhirnya Facial juga!

  1. Hahhahahha kata yang teakhir menusuk ya..

    Oh waktu ke lombok kemarin aku ngak lihat si kembar btw pengasuhnya bisa pakai bahasa inggris atau si kembar bisa bahasa indonesia…?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s