Quality time with my lovely parents

Hari ke duapuluhsatu
Minggu, 17 Agustus 2014

Rencananya hari ini ingin melihat perlombaan tujuh belas agustus di Cibiru, tapi dari pagi saat toa di mesjid berubah fungsi untuk memanggil para peserta lomba, aku tak beranjak untuk mempersiapkan Cinta dan Cahaya mengikuti lomba, mengingat waktunya yang sempit karena pukul 11 pagi aku ditemani ibu dan ayah harus segera keluar rumah untuk berburu batik di pasar baru atau apapun yang bisa aku bawa ke Belanda.

Dan cita cita untuk mengikutkan Cinta Cahaya dalam perlombaan makan kerupuk pupus sudah. Pukul 11 siang Cinta dan Cahaya sudah dibawa bibiku, dia akan dibawa jalan jalan ke taman lalu lintas Bandung dan menginap satu hari dirumahnya.
Sementara aku akan menginap selama tiga hari bersama Luc di hotel Sensa Bandung. Ayahku menurunkan Luc di jalan Cihampelas, dia boleh berkeliaran di sana dan jika sudah capek Luc bisa langsung check in di hotel sementara aku akan menyusul jika urusanku di pasar baru sudah selesai.

Acara ke pasar baru ini sungguh seru, begitu mobil di parkir di jalan Otista, kami segera berburu mie kocok di pinggir jalan otista. Bertiga saja, seperti dulu sewaktu aku masih tinggal bersama orang tuaku. Kemudian kami mendatangi pasar baru, membeli bed cover satu ukuran besar dan dua buah ukuran single untuk Cinta dan Cahaya. Tak kuberitahu soal bed cover ini pada Luc karena jika dia tahu dia akan duluan protes karena mana mungkin kami bisa membawa ke Belanda barang sebesar itu.

Selain berburu bed cover, aku juga mencari baju batik untuk guru ngajiku di Belanda, tapi ukuran yang dicari tak ada, walaupun XL tapi tetap saja kecil tak mungkin muat di badannya. Hingga akhirnya aku menemukan batik untuk diriku sendiri hihihi, biasa…. tujuan awal untuk seseorang, saat yang dicari tak didapatkan daripada tak membawa hasil lebih baik belikan untuk diri sendiri saja kan.

Selesai urusan pasar baru, kami bertiga datang ke hotel dimana Luc berada, istirahat sebentar, sholat dan lain lain lalu siap siap pergi untuk makan malam berempat. Adikku sudah merekomendasikan agar kami makan malam di Nanny’s Pavillon di jl Riau, mengingat perut Luc yang belum kembali normal setiba dari Lombok, apalagi kalo bukan urusan diare. Maka disarankan makan ala western saja.

Ibuku yang biasanya tak begitu suka makan diluar, kali ini sangat menikmati moment makan malam ini, berkali kali dia mengungkapkan beginilah makan malam yang dia inginkan, tak terlalu ramai tempatnya, penyajian yang cepat dan makanan yang lezat. Aku kira kenapa saat ini kami bisa makan dengan tenang karena tak ada anak kecil diantara kami, biasanya jika ayah dan ibu makan di luar akan selalu ada beberpa orang cucunya ikut bersamanya, tergantung siapa yang mengajak makan tersebut, jika kakakku yang mengajak kakakku maka akan ikut pula dua anak anaknya, tapi kini Cinta dan Cahaya sedang menginap di rumah bibiku, tentu saja heboh anak kecil tak terjadi malam ini.

Dan kami berempat benar benar menikmati makan malam ini dengan bahagia, bercengkrama saling bercerita dan bercanda.

Terima kasih ibu dan ayah. Atas doa yang tak pernah putus untuk kami, atas semua kasih sayang yang telah diberikan yang tak  mungkin bisa kami tandingi. Semoga kesehatan, kedamaian dan kebahagian akan selalu bersama kalian. Aamiin. 
IMAG2373IMAG2381IMAG2384IMAG2385

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s