Gili Trawangan – Summer in Europe, Autore – Pearl Farm Guided Tours

Hari ke delapanbelas
Kamis, 14 agustus 2014

Rencana hari ini adalah menyebrangi pulau. Kami berencana ke Gili Trawangan. Nama Gili trawangan mulai aku kenal, saat teman sekelasku yang berasal dari Lituania menceritakan liburannya dua tahun yang lalu di Gili Trawangan. Dengan cueknya aku bertanya dimana Gili Trawangan itu? Dia menjawab di Lombok, di salah satu pulau di negaramu yang indah itu. Dia bercerita bahwa liburan selama tiga minggu hanya dia habiskan di pulau kecil tersebut tanpa melihat daerah lainnya di Indonesia. Haahhh? Bagaimana bisa? Menghabiskan waktu di sebuah pulau tanpa melihat daerah lainnya di Indonesia yang cantik ini? Hehehe. Tapi dia menjawab, di Gili Trawangan dia mendapatkan liburan yang menyenangkan.

Maka berbekal cerita dia, aku dan Luc memutuskan mengunjungi pulau tersebut saat liburan di Lombok kali ini. Pagi itu saat mas Eka menjemput ke hotel dimana kami menginap, dia bercerita bahwa naik speed boat ke Gili Trawangan sekitar 700 ribu, duh dalam hati kok ga sesuai lagi dengan di buku panduan tentang Lombok yang mencantumkan harga 350-400 ribu untuk speed boat dan 10 ribu saja perorang jika menaiki perahu motor yang mangkal di bangsal yang berangkat setiap satu jam sekali itu.

Sebelum ke Gili Trawangan, kami mengunjungi Autore terlebih dahulu. Tapi sayang saat kami datang pukul 11 siang, jadwal untuk mengunjungi peternakan mutiara ini sudah penuh, dan akan kosong pada mulai pukul 2 siang nanti. Maka dengan terpaksa kami harus mengunjungi gili Trawangan terlebih dulu dan harus kembali lagi pukul 14.30 dimana jadwal dengan Autore untuk melihat peternakan mutiara disepakati.

Kami tiba di Gili Trawangan tepat pada adzan Dhuhur berkumandang. Kaget sekaget kagetnya begitu kami turun dari speed boat dan disuguhi pantai yang indah namun dipenuhi para bule yang tengah berenang dan berjemur, bahkan saat speed boat yang kami tumpangi akan menepi di pantai, asisten sopir speed boat harus berteriak teriak untuk menghalau orang orang yang tengah berenang agar menjauhi speed boat yang akan menepi, wih ada ada aja.

Saat menginjakan kaki, dan berjalan menyusuri jalan, aku berkomentar pada Luc kenapa bisa pulau Indoneswia ini hanya berisi bule saja? Dimana penduduk aslinya? Yang langsung dijawab dengan gelengan kepala Luc. Dan komentar Luc kali ini membuatku terpingkal pingkal…. Aku kira aku liburan di Indonesia, bukan di Eropa! Tapi rasanya aku kembali ke Eropa saat ini.

Dan sambil berjalan mencari cafe, Luc sudah mewanti wanti untuk tidak terlalu lama di Gili Trawangan karena dia tidak ingin terlambat sampai di Autore nanti. Akhirnya kami menemukan cafe yang sedikit jauh dari tempat kami turun dari speed boat tadi, cafe nya sepi. Kami bisa duduk di tenda yang menghadap laut tanpa banyak gangguan. Aku hanya memesan es alpukat dan pisang goreng saja, sedangkan Luc makan nasi dan ikan.

Pisang goreng ala Gili Trawangan

Pisang goreng ala Gili

Pulau Lombok dikelilingi pulau pulau kecil, pulau pulau keci tersebut disebut gili. Diantara gili gili yang ada di Lombok, Gili Trawangan merupakan primadonanya, letaknya di barat laut Pulau Lombok berjajar dengan Gili Meno dan Gili Air. Tak hanya wisata pantai di pagi dan siang hari saja seperti scuba diving, snorkeling, bermain kayak, berselancar, berenang dan lain lainnya, di malam haripun Gili Trawangan menawarkan hiburan lain. Apalagi kalau bukan kehidupan malam yang tak ada matinya.

Pulau yang berdiameter 3 km (utara-selatan) dan 2 km (barat-timur), kita bisa mengelilingi pulai tersebut hanya dengan waktu satu jam saja dengan menggunakan sepeda yang banyak disewakan di pulau ini. Atau bisa juga menggunakan cidomo (sebangsa delman).
IMAG2306

Tepat pukul 2 kurang lima belas menit, aku menelepon tukang speed boat untuk menjemput kami. Mereka datang sepuluh menit setelah aku menelepon. Dan pulau yang berisi bule bule itupun kami tinggalkan. Kami tak lebih dari dua jam tinggal di Gili Trawangan. Walau begitu aku punya pengalaman melihat keindahan Gili Trawangan, menikmati pantai yang indah sambil duduk selonjoran di cafe yang berdiri dari beberapa bale yang menghadap pantai, sehingga pengunjung lainnya bisa sedikit berjauhan dari bale yang satu dengan yang lainnya.
IMAG2319
IMAG2325IMAG2330

Pukul setengah tiga kami sudah berada di pertenakan mutiara. Kami dipandu oleh wanita muda dengan bahasa Inggris yang fasih. Autore adalah perusahan milik Australi yang bergerak dalam pengembangan mutiara.
111_1256
Dengan mengikuti Autore pearl farm guided tours aku jadi mengetahui cara pengembangan mutiara. Dengan detail wanita muda (lupa namanya) yang memandu kami menjelaskan bagaimana mutiara dibuat. Kami dibawa ke labotarium yang salah satunya pembuatan planton untuk makanan kerang dimana nantinya mutiara akan dipanen. Menjelaskan bagaimana memasukan nukles kedalam kerang yang nantinya akan menjadi mutiara yang cantik. Pokoknya dengan mengikuti tours tersebut kita akan mendapatkan pengalaman yang mengasyikan, kita belajar mengenai proses budidaya mutiara, melihat bagaimana tehnologi dan alam berjalan seimbang menghasilkan mutiara yang cantik. Belajar bagaimana membedakan mutiara yang berharga dan langka dari mutiara berkualitas rendah. Semua rahasia itu bisa ditemukan dengan mengikuti tour di Autore. Dengan biaya 180 ribu perorang (minimal dua orang dalam satu tour) kita bisa belajar banyak.

nukles dimasukan ke cangkang kerang

nukles dimasukan ke cangkang kerang

berbagai ukuran/usia kerang

berbagai ukuran/usia kerang

IMAG2344
IMAG2345

Dan di akhir tour kami dibawa ke showroom Autore. Disana diperlihatkan berbagai macam mutiara yang sempurna, aku bisa mencoba beberapa perhiasan dari mutiara yang berharga dengan satu mobil kijang atau yang seharga rumah. Di showroom itu dijual juga mutiara yang berharga ratusan ribu saja. dan setelah kami mempelajari mutiara yang baik dan rendah kami menjadi tahu mengapa mutiara mutiara tersebut dijual dengan berbagai macam harga.
IMAG2349
IMAG2348
111_1257

Keluar dari showroom aku tersenyum karena berhasil membawa ‘sesuatu’ dari sana, Eka bertanya apa isi tas yang aku jinjing, aku menjawab yang jelas bukan untukku dan langsung disambut gelak tawa Luc.
IMAG2355

Perjalanan hari ini dilanjutkan dengan mengunjungi beberapa tempat oleh oleh khas Lombok. Kami dibawa ke tempat penjualan kaos buatan Lombok, merknya Sasaku. Disana aku membeli kaos buat ayahku, Luc, Cinta Cahaya juga untuk ponakanku. Sasaku mengingatkanku pada kaos Joger Bali dan kaos Caladi-nya Bandung.
IMAG2357111_1246111_1248
Kemudian kami juga dibawa ke tempat oleh oleh makanan. Apalagi kalau bukan sebangsa kerupuk kulit sapi dan kerbau! Ada juga dodol dari rumput laut, bahkan sambal plecing pun ada. Dan tentunya aku tak mau ketinggalan untuk membawa si sambal super pedas itu ke Belanda.
IMAG2359
Hari ini Luc memintaku untuk makan malam di hotel saja, cukup kuliner Lombok untuk saat ini ujarnya. Maka sebelum kami ke hotel aku meminta supir untuk membawaku ke tempat jualan baso. Dan malam itu hanya aku dan mas Eka saja yang asyik menyantap baso di warung baso H. Anang yang cukup laris dan sesuai seleraku, sementara Luc asyik menemani kami makan baso dengan lahapnya ditemani dua macam jus yang dipesan Luc sekaligus.
IMAG2362

Advertisements

5 thoughts on “Gili Trawangan – Summer in Europe, Autore – Pearl Farm Guided Tours

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s