Cianjur dan Buburnya!

Hari ke empatbelas
Minggu, 10 Agustus 2014

Setelah melewati macet panjang yang menghebohkan, akhirnya sampai juga di Cianjur. Kami tidur di hotel TW yang sebelumnya sudah direservasi kakakku, kami semua masih menunggu di mobil saat kakakku balik lagi ke arah kami, dia meminta istrinya turun. Kami melihat mereka bolak balik di depan lobby hotel yang kecil, atau mungkin disebut penginapan. Kemudian istrinya mengabarkan padaku bahwa mereka berdua merasa kamar yang mereka pesan berbau asap rokok, padahal no smoking area. Mereka berdua meminta pertimbangan Luc. Dan saat Luc kembali padaku di mobil dia berkata tak ada masalah bau rokok dengan kamar yang dipesan kakakku. It’s ok. Katanya.

Bicara mengenai rokok, hal yang wajar jika di Indonesia selalu berhubungan dengan asap rokok, penduduk Indonesia terutama laki laki adalah perokok walau tak semuanya. Tapi bisa dikatakan amat sangat banyaklah. Nah aku yang terlahir sebagai satu satunya anak perembuan dari empat bersaudara, tak satupun dari saudara saudaraku yang merokok. Mungkin ini didapat dari ayahku yang bukan perokok. Anehnya ibunya walau bukan perokok aktif tapi yang aku ingat tentang mamih (ibu dari ayahku) beliau kadang merokok. Nah saat aku berjodoh dengan Luc, dia adalah orang yang amat anti rokok. Melihat orang merokok disekitarnya dia segera menjauh. Saat aku hamil dulu, Luc yang paling cerewet menjagaku agar tak kena asap rokok.

Walau aku bukan perokok tapi aku bukan orang yang anti rokok. Biasa saja. Dulu sewaktu aku kecil, aku yang kerap dimintai tolong oleh bibiku untuk membeli rokok ke warung. Adik ibuku ini adalah perokok berat, dulu minimal dua bungkus rokok gudang garam filter setiap harinya. Lucunya ketiga kakak ibuku yang lakilaki tak seorangpun yang merokok.
Oh ya kok jadi cerita tentang rokok? Lupa tema kali ini adalah tentang Cianjur ya…

Pagi hari kakakku yang tinggal di Cianjur sudah datang ke hotel. Sementara yang lainnya sarapan di hotel aku meminta Jerry (kakak keduaku) dan istrinya untuk jalan jalan ke pasar Cianjur, kangen akan pasar tradisional Cianjur dulu sewaktu kuliah aku KKN di Cianjur dan rasanya senang sekali waktu bisa datang ke pasar Cianjur untuk membeli barang barang kebutuhna selama KKN. Jarak yang jauh dari pelosok tempat KKN menyebabkan saat datang ke kota Cianjur serasa menemukan peradaban kembali.

Jika Kota Cianjur begitu identek dengan oleh oleh manisan Cianjurnya, bagiku yang bikin kangen akan Cianjur adalah bubur Cianjurnya yang aku suka. Pokoknya bubur yang paling enak yang pernah aku coba. Langganan ayah dan ibuku jika datang ke Cianjur adalah jongko/warung tenda yang kecil yang ada di depan toko oleh oleh yang berjajar di jalan besar Cianjur. Nama jalannya aku tak tahu. Jongkonya kecil, tapi bersih dan apik menjadi nilai tambah yang menggugah selera saat duduk nongkrong di tendanya. Penjualnya ibu ibu. Walau disamping warung tendanya ada penjual bubur lain yang lebih besar dan profesional, tapi kami tak tertarik untuk makan disana.
Saat kakakku akan memarkir mobilnya, kami berteriak riuh karena melihat mobil ayahku akan keluar dari tempat parkir depan tukang bubur. Ternyata ayah, ibu dan adikku yang datang dari arah bandung dengan tujuan ke rumah kakakku telah mampir terlebih dahulu ke warung ini.

Ayahku segera ikut memesan lagi saat rombongan kami memesan bubur, masih lapar katanya hahaha. Tapi percayalah makan bubur Cianjur seakan tak ada kenyangnya. Nikmat. Yang membuat istimewa dan membuat beda dari bubur lainnya adalah sayur kuning bawang daun yang menggugah selera.
IMAG2273IMAG2275

Dan jadwal hari ini adalah kami sekeluarga besar, berkumpul di rumah kakak keduaku di Cianjur. Dia bekerja di sebuah bank swasta di Bandung tapi karena istrinya yang seorang bidan dan menjadi pegawai negri maka sulit sekali untuk meninggalkan Cianjur dan pindah ke Bandung mengikuti kakakku. Apa boleh buat kakakku harus tiap hari bolak balik Bandung Cianjur, hanya kadang kadang saja suka menginap di rumah orang tuaku di Bandung jika dia merasa lelah sekali. Namanya keluarga harus ada seseorang yang mengalah bukan?

Dari Cianjur, aku dan Luc akan ikut kembali ke bogor ke rumah kakak pertamaku, sedangkan Cinta dan Cahaya akan dibawa ayah dan ibuku ke Bandung. Karena hari senin pagi aku dan Luc harus sudah ada di bandara Soekarno Hatta untuk terbang ke Lombok, dan berlibur disana berdua saja!

Halo Lombok, kami datang!

Advertisements

4 thoughts on “Cianjur dan Buburnya!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s