Dufan, Do Fun Everyday!

Hari kesembilan
Rabu, 6 agustus 2014

Here we are, ke Ancol lagi. Jika dua tahun yang lalu kami berkunjung ke Gelanggang Samudra, kini janji aku dan Luc pada Cinta Cahaya, kami penuhi hari ini.
Kami pergi ke Dufan atau Dunia Fantasi Jaya Ancol di Jakarta.

Entah kapan terakhir kali aku datang kesini, tapi moment ke Ancol kali ini sangat aku dambakan karena sudah sejak di Belanda aku menunda mengajak anak anak ke taman bermain karena ingin menunjukan Dufan pada si kembar, sehingga si kembar harus bersabar menunggu hingga ke Indonesia.

Setelah bernego dengan adikku, dia berhasil menukar jadwal kerjanya dengan hari weekend pada bosnya, sehingga hari rabu ini dia bisa mengantar kami ke Ancol. Kami datang bertujuh, aku sekeluarga dan adikku serta istri dan anaknya Ghaly yang baru berusia tiga tahun sahabat si kembar.

Memasuki pintu masuk Ancol, petugas pintu menghitung kami sebanyak 6 orang, ponakanku yang kecil tidak dihitung, biaya masuk ke Ancol sebesar 25 ribu perorang ditambah parkir mobil 20 ribu, total 170 ribu.

Saat tiba di Dufan, aku segera antri di pintu masuk, aku melihat tarif yg berbeda yaitu 250 ribu dan 280 ribu. Aku bertanya apa bedanya? Ternyata harga 250 ribu perorang hanya berlaku untuk satu hari, sedangkan 280 ribu berlaku untuk satu tahun, sehingga mereka bisa datang berkali kali ke dufan selama periode satu tahun tanpa membayar lagi. Aku bertanya pada adikku apakah dia akan datang ke Ancol lg di tahun ini, seperti biasanya dia menggeleng (dia selalu berusaha menolak jika aku menawarkan sesuatu) dari gelengannya maka aku bilang pada petugas loket bahwa aku hanya membeli tiket untuk hari ini saja. Petugas loket berkata bahwa Cinta dan  Cahaya  sudah dikenakan tiket masuk sementara Ghaly masih lolos alias gratis karena tingginya belum mencapai 100 cm, sementara Cinta dan Cahaya sudah 105 cm dan 105 cm. (Beberapa hari kemudian aku tau dari temanku bahwa tiket masuk sebelum lebaran adalah 175 ribu untuk tiket perorang/hari dan 250 ribu untuk satu tahun) Musim lebaran dan liburan harga mana yang tak naik? Hahaha. Dan tiket hari ini untuk 250 ribu rupiah dikali enam.

Hampir seharian kami di Dufan, mulai pukul 12 siang hingga setengah 8 malam. Dan kami semua sama sama mempunyai komentar yang serupa saat keluar dari Dufan. Menyenangkan. Permainannya cukup banyak, kami tak perlu antri terlalu lama. Cinta, Cahaya dan Ghaly sangat sangat menikmati main bom bom car mini, dan diantara pengunjung yang bermain bom bom car Ghaly adalah peserta terkecil dengan tingkat kemahiran yang luar biasa. Dia menyetir sendiri, berkelok kelok menghindari tubrukan dengan mobil lainnya. Sedangkan Cinta Cahaya bekerja sama dalam mengendarai mobil, Cinta sebagai penginjak gas, sedangkan Cahaya sebagai pengendali stir. Saat posisi keduanya dibalik maka kekacauan terjadi, mobil yang mereka kendarai hanya berputar tak tentu arah atau tak mau jalan sama sekali. Karena tak banyak anak anak yang bermain bom bom car mereka bisa terus terusan bermain tanpa antri lagi. Seru!

Liburan ke Indonesia? Ayo jangan lewatkan Dunia Fantasi! Do Fun everyday!

111_1064IMAG2223

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s