Floating market Lembang, Lost and Found

111_0976Hari ketujuh
Senin, 4 Agustus 2014

Dari namanya sudah menarik perhatianku, pasar terapung … wiw keren abis kayaknya. Maka schedule mengunjungi floating market sudah terjadwal sejak dari Belanda.

Dan hari ini, aku sekeluarga plus ayah dan ibuku berangkat pukul 9 pagi dari rumah. Sampai di jalan buah batu aku meminta ayahku menghentikan mobil di salon smile depan rumahku dulu buah batu 227. Disitu ada salon anak yang cukup istimewa karena anak yang dipotong rambutnya bisa menikmati potong rambut sambil duduk di atas mainan yang di depannya ada TV yang memutar film kartun anak anak. Sambil menunggu Cinta dan Cahaya dipotong poninya, aku menikmati cuci dan blow rambut disitu.
IMAG2177IMAG2178
Melanjutkan perjalan ke arah lembang, ayahku mengambil jalan melewati punclut, melewati jalan tersebut walau kecil tapi setidaknya kami tidak terjebak macet.
Ternyata floating market di lembang dulunya adalah situ emuh. Ide bagus sekali untuk menyulap situ emuh yang dulunya biasa saja menjadi tempat wisata yang mendatangkan income yang bagus.
Untuk masuk ke floating market dikenakan biaya masuk perorangnya 10.000, biaya tersebut sudah termasuk minuman yang akan kita terima begitu memasuki pintu masuk. Minuman tersedia dalam bentuk dingin dan panas, kami semua mengambil minuman pada saat kelaur dari floating market karena pada saat masuk antrian panjang sekali, kami memutuskan untuk mengambil minuman pada saat kembali pulang.

Dan ternyata, aku begitu terpana begitu masuk kedalam, bukan karena disitu terhampar situ emuh yang indah, tapi terkaget kaget begitu melihat lautan manusia di depanku hingga situ emuh yang telah dirombak pun kini tak terlihat lagi, terhalang oleh orang orang yang sibuk berfoto foto. Dan moment berfoto di depan floating market pun aku lewatkan, aku memutuskan akan mencoba kembali setelah pulang nanti.

Setelah masuk ke area danau, dari arah pintu masuk berbelok ke arah kanan, berjalan terus kami menemukan area kelinci. Disana anak anak sedang memeberi makan kelinci, untuk memberi makan kelinci kami harus membayar sebesar 20.000 rupiah peranak dengan cara membeli koin. Dengan gembira Cinta Cahaya memberi makan kelinci kelinci yang sudah kekenyangan diberi makan oleh anak lainnya, bahkan ada beberpa kelinci yang bersembunyi menghindari anak anak yang berusaha menangkapnya untuk diberi makan wortel.
IMAG2184IMAG2187

Untuk membeli makanan yang ada disana, kita harus membeli koin terlebih dahulu. Ada tiga jenis koin seharga 5000, 10000 dan 20000. Aku membeli beberapa koin dengan jumlah total 160.000.

Kami menyusuri deretan perahu yang menjual beraneka macam jajanan, sementara di pinggir nya terdapat kursi dan meja untuk pengunjung yang menikmati makanannya. Beberapa kali kami harus melewati makanan yang ingin kami beli karena melihat antriannya yang panjang. Untunglah Cinta dan Cahaya segera menemukan makanan yang ingin mereka beli, apalagi kalau bukan aromanis yang selalu menarik perhatian anak anak.

Aku kembali kecewa karena pesananku sate maranggi habis terjual saat aku antri, padahal saat itu masih pukul 2 siang, sementara pengunjung makin membludak.

Saat aku akan kembali dimana Luc, ayahku, Cinta dan Cahaya menunggu kami di bagian ujung floating market, aku melihat Luc datang tergopoh gopoh sambil menyeret Cinta, sementara ayahku berada di belakang Luc tak kalah paniknya. Lalu teriakan Luc saat memanggilku merontokan jantungku seketika.

Yayang, aku kehilangan Cahaya! Teriaknya ke arahku yang masih beberapa meter lagi dari tempat Luc berlari ke arahku. Aku menjerit mendengar teriakan Luc. Saat itu pikiranku melayang kemana mana, seseorang membawa Cahaya? Aku berlari ke arah ayahku, kulihat ayahku sama paniknya dengan Luc. Di tengah hatiku yang bergemuruh, air mataku telah siap meluncur saat itu, dan aku mendengar Luc berteriak mamanggil nama Cahaya dan menunjuk ke arah depan langkahnya, itu Cahaya! Serunya.

Aku melihat Cahaya berlari ke arahku, airmataku turun saat aku memeluknya. Dan hatiku semakin tak menentu saat mendengar isak tangis Cahaya sambil berkata terisak isak meminta maaf padaku. Dia tau kesalahannya, pergi tanpa sepengetahuan kami.

Aku memandang sekeliling, mengukur berapa jauh Cahaya seorang diri berjalan, foating market berbentuk seperti huruf U, SI kembar aku tinggalkan bersama ayahku dan Luc di tempat mainan anak anak yang berada di paling ujung sedangkan Cahaya ditemukan di ujung U yang satunya. Cahaya berkata dia bermaksud menyusulku, tapi sosokku hilang dari pandanganya dan dia berusaha terus berjalan mencariku. Berkali kali Cahaya meminta maaf sambil berurai air mata dan aku bertubi tubi menciumnya.

Saat itu juga aku ingin  segera pulang. Floating market semakin membuatku tak karuan. Semua begitu chaos dimulai dari pengunjung yang membludak, antri saat membeli makanan yang menyebalkan hingga menghilangnya Cahaya. Untuk menyelamatkan koin yang masih tersisa (kami hanya sempat membeli aromanis untuk Cinta dan Cahaya, dan nasi timbel untuk ayahku) aku membelikan koin yang tersisa dengan minuman dingin, di floating market semua dihargai sama mulai coca cola 500 ml dan teh kotak atau pun air mineral 500 ml semuanya seharga 10.000 rupiah.

Keluar dari floating market ternyata kami masih ‘menikmati’ suprise selanjutnya, suprise selanjutnya adalah saat kami membeli kelinci untuk Cinta dan Cahaya di pinggir jalan menuju Bandung. Pengalaman membeli kelinci pernah aku ceritakan di tulisanku yang berjudul Buy two get one.

Luc antri aromasin (sugar spin) untuk si kembar

Luc antri aromasin (sugar spin) untuk si kembar

Penjual makanan di floating market

Penjual makanan di floating market

Luc-Cinta, Nenek-Cahaya

Luc-Cinta, Nenek-Cahaya

111_0970111_0973

Advertisements

2 thoughts on “Floating market Lembang, Lost and Found

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s