Jalan Buah Batu

Hari kedelapan
Selasa, 5 Agustus 2014

Sejak aku lahir, aku sudah dibesarkan di jalan buah batu. Dulu rumah ayah ibuku di GG empang, sebuah gang yang berada di jalan buah batu dekat daerah Kordon. Kemudian saat aku kelas dua SD, kami pindah ke jl. Buah batu 227 rumah kakek dan nenekku tempat ibuku dibesarkan. Rumah itu sudah dirombak habis ayahku, sejak kami pertama pindah ke rumah itu, sedangkan kakakku yang paling besar masih ingat bentuk rumah sebelumnya saat kakek dan nenekku dulu masih ada.

Kini rumah peninggalan leluhur kami bukan milik kami lagi, Rumah tersebut sudah terjual saat aku berada di semester terakhir di bangku kuliah. Dan kita Buah batu 227 menjadi toko ban besar dengan nama Lautan

Jalan buah batu telah berubah total, semuanya telah menjadi berbagai macam pertokoan, tetangka sebelah kami telah menjadi rmah makan fastfood Hoaka hoka Bento, depan rumahku dulu kini telah menjadi sebuah bank, di sebelahnya tempat praktek dokter gigi, sebelahnya lagi telah menjadi sebuah salon. Yang masih aku kenal saat aku berjalan di sekitar rumahku dulu adalah warung lotek Bi Cicih dan soto nya, kini Bi Cicih sudah dikeloa anaknya yang aku kenal dengan sebutan bi Nyai yang cantik, dan warung loteknya sudah berubah menjadi warung warung kecil pada umumnya yang menjual makanan ringan, minuman dan rokok saja. Warung loteknya sudah berganti sejak beberapa tahun yang lalu oelh tetangga di tiga rumah sebelumnya, yang masih tetanggaku juga, yang menurut ibuku adalah teman main ibuku saat masih kecil dulu, namanya Anyah, dan warung lotek itu pernah masuk TV di acara kuliner dengan pembawa acara pak Bondan.

Waktu aku masih SD dulu, supermarket pertama di jln Buah Batu adalah supermarket Trina, sudah ada sejak tahun 80 an, sejak Griya Yogya berada di Jln Buah batu maka keberadaan Trina semakin tak menentu, tak banyak pengunjung yang datang lagi, hingga akhirnya beberpa kali berganti kepemilikan, walau masih berupa supermarket tapi tak pernah kembali seperti jaman kejayaannya dulu. Sedangkan Griya yang dulu kecil saja, kini semakin besar saja bahkan Mac Donald yang berada di sebelahnya kini semakin ramai saja, walau besarnya masih tetap seperti pertama kali Mac D ada di

Dan hari selasa itu saat aku turun dari angkot buah batu di depan toko buku sebelah bank BTN di depan toko kue Kartika sari, aku segera memasuki toko buku tersebut (namanya lupa) memborong beberapa novel untuk dibawa ke Belanda. Keluar dari situ berjalan menyusuri jalan buiah batu. Makan di rumah makan soto kudus depan Griya Bubat, membeli dunkin donat di sebelah toko Prima Rasa, kemudian memasuki supermarket Griya untuk membeli susu dan minuman. Kemudian berjalan menuju nomor 227, ke rumah kami dulu dimana sudah menunggu ayahku untuk membawa aku dan Luc kembali ke Cibiru, dimana rumah orang tua kami berada setelah mereka pindah dari jalan Buah Batu.

Ya, walaupun kami sudah tidak tinggal di jalan buah batu 227, tapi tempat itu masih selalu dijadikan basecame bagi kami. Pemilik lautan ban tetap ramah pada kami, kadang mereka masih menyuguhi kami teh botol atau coca cola saat kami menunggu.

Jalan buah batu selalu menjadi jalan yang paling sering aku lewati dan memori indah selalu ada di rumah itu.

Advertisements

12 thoughts on “Jalan Buah Batu

    • Dear Shesil,
      Maaf klo tulisanku mengingatkan tentang trina jaman dulu, aku termasuk orang yang mengalami saat Trina dari Jaman dulu, dulu pernah ada kolam renang disana, bibiku yg temen bermain pemilik Trina kadang ikut berenang disana, seingatku dulu disana ada restaurant yang dilengkapi taman dan kolam ikan kecil, tak ada restaurant seperti itu di Jaman dulu hanya ada di Trina. Karena ibuku lahir dan dibesarkan disana, beliau kadang bercerita tentang pemilik Trina dulu.
      Salem untuk keluargamu Shesil

  1. Aku juga bnyak di bkin kaget dgn kota bandung.aku asli dr buah batu daerah jl cipagalo.nenek ku rumah nya jl cipagalo no 163.. skarang pun di kontrak oleh pet shop.krn nenel tinggal dgn bibi di jl cijaura..padahal kangen sekali suasana cipagalo sblum ada pintu Tol Buah batu..sejuk dn tdk gersang

  2. Hii ..sy rikha ..sy kebetulan tdk sengaja baca artikel mba ..sy tertarik baca karena disitu ada nama warung lotek bi cicih ama bi nyai yg kebetulan mertua sy dan sy jg pernah tinggal disana sayang skrng dah gak jualan.. mereka sering cerita dulu tentang awalnya lautan ban tp sy lupa lg ..memang buahbatu skrng sdh berubah total ..salam kenal yahh ..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s