Indonesia? Of course…. go to Salon

Hari kedua
Rabu, 30 juli 2014

Kami datang ke rumah (Bandung) pukul 1 pagi, perjalan menuju Bandung walau padat tapi bisa dikatakan lancar. Hebatnya Cinta Cahaya masih full energy dan baru bisa berangkat tidur pukul setengah lima pagi setelah adzan subuh dari mesjid depan rumah berkumandang, itu menurut cerita ibuku karena aku sudah tidur nyenyak dan baru bisa bangun pukul 8 pagi, sedangkan si kembar baru bangun jam 12 siang.

Jam 2 siang aku dan Luc sudah berada di mobil kakakku yang akan berangkat reuni dengan teman SMA nya sementara aku minta diturunkan di BIP sebuah mall di jalan Merdeka. Hari ini jadwal Luc potong rambut, sementara aku minta dicuci blow saja, tapi saat si tukang blow menyisir rambut dia menyakinkanku bahwa rambutku sudah tak berbentuk dan harus segera dirapihkan, maka aku pun mengiyakan saat tangan terampilnya mulai memotong rambutku, padahal salon langgananku bukan di tempat ini, biasanya aku datang hanya untuk cuci blow saja sementara Luc memotong rambut untuk yang ketiga kalinya setiap dia datang ke Indonesia, selalu di Jhonny Andrean salon di BIP.

Ya, sejak aku tinggal di Belanda aku tak bisa lagi sering ke salon. Pengalaman pertamaku ke salon di Belanda adalah beberapa bulan setelah aku tinggal di Belanda, aku datang  ke salon bersama temanku yang juga baru datang ke Belanda, temanku mendapat informasi dari suaminya tentang tukang potong rambut yang berdarah Suriname Jawa, menurut dia mungkin cocok untuk kami yang orang Indonesia. saat itu aku disambut oleh wanita kira kira berusia 30 tahunan yang berkulit sama denganku dengan ramahnya, aku hanya minta dirapikan sedikit saja begitu pula temanku. Beberapa saat saja si tukang cukur sudah selesai memeotong rambut kami, sedikit suprise karena rambut kami tak dicuci sebelum atau sesudahnya, hanya disemprot sedikit saja persis seperti apa yang dilakukan tukan cukur langganan ayahku sebangsa barber shop. Dan begitu menuju kassa, wanita ramah itu menyodorkan kartu nama dan berkata bahwa lain kali jika kami bermaksud potong rambut lagi, kami harus membuat afspraak. Kemudian dia menyebutkan angka fantastis yang hampir membuat jantungku copot. Apa 45 uero hanya untuk merapikan rambut saja? Dan itu harga per orang!

Sambil berjalan pulang aku dan kawanku tertawa tawa dengan hati dongkol, rencana setelah dari potong rambut kami bermaksud makan makan di centrum tak dapat dilakukan. Sejak itu aku memploklamirkan diri untuk sebisa mungkin tak potong rambut di Belanda, sedangkan kawanku hingga saat ini dia masih datang ke salon yang sama, dai bilang dia hanya datang untuk potong rambut setahun sekali ke salon tersebut, menurutnya dia sudah pernah mencoba ke salon yang lain, tapi tak cocok. Begitu pun aku, aku pernah datang ke salon sekitar rumah yang berharga 20 euro, tapi begitulah cara mereka memotong hanya memendekan saja tanpa memberi sentuhan model pada rambutku.

Dan kini setiap ke Indonesia, hal pertama yang selalu kami lakukan adalah datang ke salon. datang ke negara dengan jasa pelayanan yang murah dengan layanan yang maksimal.

Terima kasih tukang cukur di Indonesia, you are the best!

 

 

Advertisements

13 thoughts on “Indonesia? Of course…. go to Salon

  1. Asik akhirnya nyalon ya yang. Enaknyaaa!! Aku juga kalo mudik pastiii deh minimal sekali ke salon. Disini aku punya langganan kapster seumuran aku keturunan Maluku jadi suka cerita2 ttg keluarga dll, dan harga nya memang sekisar 45-55 euro sekali knipbeurt. Tapi aku puas sama hasilnya. Nah belakangan ini dia klien nya membludak & hampir gak ada waktu cocok sama aku yg kerja. Akhirnya sibuk cari salon baru tp gak pernah sukses krn kapper sini kok gitu ya, motongnya asal dan model nya kayak nya template gitu 2 model aja…Akhirnya nemu satu yg satu gedung sm kantor baru tp ya gitu harga nya fantastis, 60 euro an sekali knipbeurt. Gimana mau sering sering ya? hahaha.

    • Waduh 60 euro, klo harga segitu menurutku benar benar perampokan hahahaha, ga tau kenapa aku masih belum bisa menerima harga potong rambut seucrit dengan harga 45 euro, hihi ternyata emang kisaran harganya segitu ya, wah apalagi pake cuci dan blow, hik hik kenapa mahal banget

      • Iya harga tenaga manusia disini dihargai mahal ya ga kayak di Indonesia. Tapi at least motongnya bagus kek ya walau 45 euro tp kalo hasilnya WAUW juga kita pertimbangkan hihihi 🙂

  2. Jaman aku kuliah, pas duit tinggal minta, aku gak pernah keramas di rumah, keramasnya di salon terus. Sekarang setelah kerja aku jarang banget memanjakan diri di salon, hmmm… kayaknya sebelum pindah harus jadi pengunjung setia salon ya, biar puas.

    • Walah enak banget bisa keramas terus di salon, itu surga dunia hihihi. Waktu kecil dulu aku pernah bilang ke ibuku pengen punya salon suatu hari nanti, biar klo keramas tinggal datang ke salon hahaha

  3. Wah pelangan setia johnny andrean ya Suka deh…
    Wah aku juga banyak tamu belanda tahun ini jadi sering ngobrol dan sedikit belajar kata kata yang simpel.
    Memang Indonesia surganya salon dan spa asal jangan nyasar di salon pluss..pluuus ya mbak.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s