I Love You…. All my beloved children

Kemarin pagi aku tercenung membaca tulisan ibuku. Tidak menulis menggunakan bahasa Inggris seperti biasanya, beliau menulis dalam bahasa Indonesia.

Aku terharu membacanya.

Dia, ibuku adalah seorang ibu yang tak mudah berkata kata untuk mengungkapkan segala perasaannya kepada kami. Sepanjang ingatan kami beliau jarang sekali marah, selalu menyetujui kegilaan kami anak anaknya, dan fatwanya yang selalu membuatku tergetar adalah…. jalanilah hidupmu Yang, dengan jalan yang diridhoi Allah, carilah jalan Itu. Inshaa Allah Yang Maha Kuasa akan melindungimu. Dan aku ibumu akan selalu mendoakanmu!

Hari kemarin itu, saat aku membaca tulisannya, aku tak pernah tahu bahwa ibuku selalu ingat sekecil apapun pemberian yang kami pernah berikan. Terbayang olehku apakah ini karena dasyatnya kasih sayang seorang ibu? Ibuku hanya mampu mengingat kebaikan sekecil apapun yang kami pernah lakukan dan dia tak mampu mengingat kesalahan kesalahan kami yang begitu banyak.

Seperti komentar adikku yang mengomentari tulisanmu… Ibu, terimakasih atas semua kasih sayang yang telah diberikan kepada kami, Semoga kita semua selalu dalam lindungan Allah….

Berikut tulisan ibuku yang aku copy paste;

    Sekitar 28 tahun yang lalu, saat itu aku sedang asyik membaca, yah membaca sebagai kepuasan hati, hiburan dan pengisi waktu yang luang. Tiba tiba datang  anak muda umur sekolahan smp, anak muda cakap dengan sedikit senyum dan gerak yang manja menghampiriku…dan langsung duduk disampingku.. tiba tiba dia mengepalkan sesuatu pada tanganku dan langsung pergi lagi sambil tak lepas dengan senyumnya. kuhentikan bacaanku dan kuliahat apa yang ada ditanganku… dan ternyata dua butir buah anggur merah yang ranum, kupandangi anggur itu dengan penuh rasa tak terperikan, dan aku langsung bertanya dalam hati dari mana dia dapat buah anggur itu. Yang menjadi pikirku kenapa tidak dia langsung saja makan buah anggur itu dan malahan dia berikan padaku dengan suka hati dan penuh cinta tentunya, karena dengan sampainya anggur itu padaku, tentulah memerlukan pengorbanan, cinta dan perhatiannya padaku. Kupandangi punggung anak muda itu kupanjatkan doa untuknya: Kau telah berikan buah anggur untukku dan insyaAllah kau telah merintis jalan untukmu kelak dapat memetik anggur ditempat buah anggur itu datang sendirinya kala kita menginginkannya. Terimakasih Rul…Tapakilah terus jalan itu dengan ridhoNya.

     Dan beberapa  saat yang lalu, aku baru saja siap siap buka puasa sunatku, tiba tiba datang anak muda lain tidak berbeda jauh kegantengannya dengan anak muda pertama dia memberikan bungkusan kecil seraya berucap itu dari teman, dia ingin itu untukku dan kubuka…. sebuah kue bulan …. kupandang kue itu dan kupikir betapa dia menahan perasaannya untuk tidak makan kue itu bersama temannya dan malahan dia simpan untuk disampaikan lepadaku sebagai rasa kasih sayang dan perhatiannya.Ah kau telah menghilangkan rasa dahagaku, berbuka dengan dengan cucuran limpahan kebahagiaan yang kau datangkan, kugigit kue itu dengan iringan doa untukmu : insyaAllah kau selamanya tidak akan merasa kehausan, selalu dalam kecukupan,dalam ketenangan karena sifat syukurmu. Terimakasih Ri…. Yah berjalanlah terus  menapaki jalan itu dan raihlah ridhoNya.

     Hari hariku kini aku lalui dengan keseharin yang cukup normal dan secara rutin  datang kiriman dari tempat yang jauh melalui pos paket. Selalu kuterima kiriman itu penuh haru dan penuh rasa rindu, bagaimana tidak terbayangkan pengirim paket itu, orangnya yang mungil dan cantik cantik dan seorangnya lagi ganteng, ramai ramai penuh semangat  memikirkan,  mencari, mengumpulkan, segala sesuatu  dan mengirimkannya agar bisa sampai pada kami sebagai rasa limpahan kasih sayang ,rindu dan perhatian tanda hati yang selalu bersatu. kubuka satu persatu kiriman itu, setiap jenisnya kau bungkus dengan kantong kantong plastik pengaman, dan yang kubayangkan…. tangan mungilmu bersama tangan tangan  mungil yang lainnya sibuk memasukkan jenis kirimanmu itu kedalam kantong kantong plastik itu dan mengikatnya, kuraba bungkusan bungkusan itu berapa ratus berapa ribu…. dan tentu saja tak akan terhitung banyaknya sidik jari sidik jari tangan tangan mungil yang menempel pada setiap bungkusan bungkusan itu…tak terhitung dan  sepertinya tak nampak dalam penglihatan. Yah tak terhitung rasa cintamu pada kami dan sebanyak itu pula ridho kami untuk kalian…. tak kan terhitung tak kan terlihat. Terimakasih  Yang ! Teruslah kalian rintis jalan kemenangan…. tapakilah  dan raih ridhoNya. 

     Ada  kisah lain kira kira 5 tahun yang lalu, akupun dapat sesuatu bingkisan  yang langsung aku terima dari pengirimnya seorang yang cakap juga dan lebih kalm, seraya berkata itu untukku, dan …. kutahu…dari penjelasannya dia baru saja mendapat  gaji pertamanya, kubuka hadiah itu dan….sepasang sepatu  diperuntukkan untukku,…. sepatu sesuai dengan seleraku, Kau tahan segala keinginanmu dari hasil gaji pertamamu, , dengan …..penuh perhatian dan kasihmu kau dahulukan persembahan padaku, kau telah mengamankan surgamu, kau tahu dimana surgamu….ada dalam ridhoku. Terima kasih Bay ….Jalanlah terus menjaga dan mengamankan ridhoku…. sebagai ridhoNya

     Kalian mungkin telah banyak  berbuat yang besar besar hebat, mengagumkan, membanggakan ….tapi apa yang kalian perbuat untukku dengan penuh rasa hormat, kasih sayang dan baktimu penuh keikhlasan,  sungguh mempunyai nilai yang besar dan balasan  disisi Allah. Aamiin

     Untuk  anakku yang lain yang telah menemaniku dengan  penuh kebaikan kesabaran dan ikhlas. Terima kasih apa yang kalian perbuat tidak akan sia sia, ridhoNya bersamamu. Aamiin

 

Aku diantara kakak kakaku dan adikku, tanpa sengaja kami duduk berjajar berdasarkan yang paling tua hingga yang paling kecil (des 2011)

Aku diantara kakak kakaku dan adikku, tanpa sengaja kami duduk berjajar berdasarkan yang paling tua hingga yang paling kecil (des 2011)

Ayah dan ibuku, ciri khas mereka adalah mereka selalu bergandeng tangan

Ayah dan ibuku, ciri khas mereka adalah mereka selalu bergandeng tangan

Advertisements

14 thoughts on “I Love You…. All my beloved children

  1. Kata-kata yang tertulis, hanyalah mengungkap sebagian kecil saja dari seluruh cinta kasih yang tertanam dalam hati. Dan kasih Ibu, surga cinta bagi putra-putrinya 🙂
    Ayah dan ibu Mbak, romantis sekali yah? Ahh~ romantis memang tak pandang usia 🙂 Subhanallah..

    • Ya Vinda itu betul sekali, kadang kita tak mampu mengungkapkan atau menuliskan apa yang ada di hati kita.
      Terimakasih Vin, ayah dan ibu kami (dan juga ortu kalian juga tentunya) adalah manusia yang luar biasa bagi kami anak anaknya. Semoga mereka selalu dalam lindungan Tuhan YME

  2. halo mbak, panggilannya Yayang, ya? kunjungan perdana kesini 😀 salam kenal ya 🙂

    foto terakhir aku suka. senang melihat pasangan yang meskipun sudah berumur tapi tetap bergandengan tangan 🙂 ibu is the best lah pastinya 🙂

    • Ya betul mba itu nama panggilan sejak orok dan jadi seperti nama beneran karena bos di tempat kerja juga manggil aku dengan nama itu.
      Terima kasih mba sudah mampir ke blog ini, salam

  3. postingan lama tapi menggoda untuk dikomen 🙂

    membaca tulisan ibunya mba, aq jadi membayangkan suatu saat nanti tulisan ku (kita) di blog ini juga kan dibaca anak2. pasti mereka senang dan bangga punya ibu bisa bercerita dg baik, apalagi yg diceritakan ungkapan kasih sayang…

    btw, salut sama ibu mba, beliau nulisnya dimana mba? blog kah?

    • Hi Tia, terima kasih sudah mampir ke blogku yang sudah lama istirahat, insya Allah akan hadir kembali, hehehe.

      Ibuku menulis di ‘note’ di facebooknya, itupun sekarang facebooknya kurang aktif lagi. Terimakasih atas pujiannya, akan aku sampaikan pada beliau jika kami saling menelepon…

      Salam, and have a nice weekwend!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s