Surat Kabar gratis dan folder reklame #edisi vier halen twee betalen

stiker di tempel di pintu

stiker di tempel di pintu

Enam tahun yang lalu saat pertama pindah ke rumah Luc (dan kini menjadi rumah kami hihihi), ada sesuatu yang menarik perhatianku yaitu stiker yang menempel di depan pintu. Selain nama yang terpampang di pintu ada juga stiker bertuliskan : krant Nee, Folder Nee. Tulisan Nee yang berwarna merah menyala. Sedangkan di pintu sebelah kami yaitu pintu tetanggaku, aku melihat tulisan Krant: Ja, Folder: Ja.

Saat itu aku tahu Luc tak ingin rumahnya dipadati oleh surat kabar dan berbagai macam reklame. Tapi aku sangat sangat tertarik! Aku meminta Luc untuk mencabut stiker tersebut dan menggantikan dengan stiker yang lain yang memperkenankan segala surat kabar gratis masuk ke rumah kami. Huhuhu jawaban Luc sungguh membuat hatiku kecewa, katanya surat kabar tersebut tak bermanfaat apalagi kertas kertas reklame yang tak akan dilihat dan malah memenuhi tempat sampah saja.

Okelah saat itu aku masih menurut, karena masih tak tau apa apa. Urusan belanja sepenuhnya Luc yang bertanggung jawab, dan menurutku cara belanjanya aneh sekali, berbeda dengan cara ibuku untuk memenuhi kebutuhan rumah tangganya. Ibuku selalu mengadakan belanja bulanan yang artinya kurang lebih berbelanja kebutuhan sehari hari untuk satu bulan lamanya seperti pasta gigi, sabun, diterjen, mie dan bahan makanan yang kuat disimpan dalam jangka waktu panjang.

Nah si akang yang satu ini, hampir setiap hari dia ke supermarket selain membeli kebutuhan sehari hari, kebutuhan bulanan yang biasanya ibuku beli untuk jangka waktu satu bulan pun dia cicil belinya jika saat butuh saja alias jika barang yang dibutuhkan akan habis dan tidak tersedia di rumah baru dia membelinya. Aneh super aneh menurutku. Dan yang lebih aneh lagi walaupun dia ke supermarket hampir tiap hari, tapi selalu saja dia membeli barang yang sama dengan hari sebelumnya. Contohnya yang paling sering terjadi adalah membeli jam(selai) atau pindakaas. Aku melihat ada tiga jar pindakaas yang telah dibuka tapi hanya dicolek satu atau dua kali saja, kemudian dia mengambil/membuka selai baru yang dibelinya. Hah? kenapa tak dihabiskan dulu jar yang pertama? dan jawabannya kadang membuatku murka…. aku kira pindakaas sebelumnya sudah habis, atau …. oh aku lupa malah membuka jar yang baru. OMG! Mana mungkin bisa lupa jika satu hari sebelumnya dia baru saja membuka jar yang baru? Dan hari sesudahnya membuka jar lainnya yang masih baru juga. Dan tentu saja yang paling sering aku buang adalah susu yang dikemas dalam kertas kemasan kotak. Luc suka membuka kotak yang baru padahal kotak sebelumnya belum habis. Benar benar aneh!

Tapi kini setelah aku bergaul, dan mendengar banyak masukan dari teman, bahwa berbelanja dengan melihat folder sebelumnya adalah sangat sangat membantu para ibu untuk sedikit berhemat, maka aku tertarik untuk mempelajari folder iklan tersbut.

Dan setahun yang lalu tanpa sepengetahuan Luc, aku mencabut (dengan susah payah) stiker yang tertempel di pintu rumah kami. Maka berdatanganlah setidaknya 2 kali dalam seminggu surat kabar dan folder ke rumah kami. Folder yang sudah dikemas dalam plastik berisi berbagai folder dari supermarket yang ada di wilayah kami Plus, Lidl dan Bas. Selain dari supermarket folder yang ada dikemasan plastik tersebut juga terdapat dari toko kelontong dan toko obat sebangsa Hema, Wibra, Zwemman, Blokker, Trekpleister, Etos, Kruidvart. Bahkan dari toko bangunan pun ada seperti folder dari Gamma dan Praxis!. Oh ya coupon dari Mac D, V&D dan KFC pun adalah yang termasuk ada dalam kemasan plastik berisikan berbagai macam folder yang aku terima. Suatu hari aku menghitungnya ada berapa macam  folder yang aku terima setiap minggunya, ternyata berada kisaran 19 hingga 25 folder setiap minggunya, itu belum termasuk surat kabar!

Folder yang masih dalam satu bundel kemasan plastik

Folder yang masih dalam satu bundel kemasan plastik

Setelah plastik dibuka

Setelah plastik dibuka

Tumpukan folder dan surat kabar yang belum dibuang

Tumpukan folder dan surat kabar yang belum dibuang

Dan ternyata setelah aku menerima folder folder tersebut menjadi tugas baru bagiku, aku akan menunjukan pada Luc mana dan apa saja yang harus dibeli, semisal jika ada iklan 2+2 yang artinya beli dua dapat gratis dua, maka barang itulah yang seharusnya dibelinya. Ternyata ada sisi baik dan buruknya mengikuti belanja berdasakan folder. Sisi baiknya aku jadi mempunya barang stok sabun atau pasta gigi atau barang lainnya dengan harga murah. Tapi sisi buruknya setiap kami datang ke supermarket kadang kami belanja barang yang tidak kami perlukan hanya karena melihat iklan vier halen twee betalen alias beli dua dapat empat.

Ehmmm dan liatlah belanjaan Luc kini, jika dulu setiap belanja dia cukup bawa satu kantong plastik dari supermark yang dijual 10 cent saja, kini dia harus membawa tas belanjaan dari rumah yang besar besar tidak cukup dengan satu tas saja tapi bisa 4 tas. Dan karena cara belanja Luc kini yang berbeda, kami harus membeli frezzer tambahan dan lemari gantung untuk menampung belanjaan. Dan dapur kami yang kecil mungil semakin fantastis sesaknya.

Belanja setelah membaca folder

Belanja setelah membaca folder

Dan saat aku mengontrol hasil belanjaan Luc yang banyak berisi kue kue kering, chips dan coklat sambil menyeringai antara malu dan bahagia. Luc cuma menjawab santai… vier halen twee betalen, Yayang…………

IMAG1393

Advertisements

9 thoughts on “Surat Kabar gratis dan folder reklame #edisi vier halen twee betalen

  1. vier halen twee betalen..?
    Artine opo mbak…
    Wah seru juga , ada juga sahabat aku di jerman kalau banyak promo gitu ya jadi rajin rajin kumpulin kupon belanja buat dapat discon dan harga miring.
    Wah sayang kalau paper promonya di buang ngak bisa di luakin ya …? hehehe

  2. Huaaa aku mah gak telaten ngeliat folder gitu Yang. Jadi yah kalo pas ke Kruidvat atau Etos di bawah apartemen, liat apa yg lagi diskon, kalo yg mau di beli gak diskon yah jammer hahaha. Kalo gak ada ya gak papa..Kalo ngumpulin kupon atau liat folder sih enggak soalnya kita pasang yang NEE dan NEE. Kalo kebetulan lagi belanja ada diskon pasta gigi dan deterjen baru deh kayak orang kesetanan langsung nyetok buat 6 bulan. Atau kalo aku pas ke Jerman, pulang pasti bawa berbotol botol shampoo di koper lol (muraahhh)

    • Hehehe, biasalah pengangguran jadi meriksa folder jadi kayak kerjaan hihihi.
      Wah belum pernah nyobain tuh beli shampo di Jerman, tapi Jerman emang seru, kalo makan disana seneng…murah soalnya klo dibanding disini en porsi jumbo pula 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s