Nationaal Park de Biesbosch

Image
Akhirnya diantara cucian yang menggunung dan rencana membersihkan rumah secara besar besaran kembali ditunda karena adanya hari minggu yang diselimuti matahari yang terik.
Blame it on the sunny day rasanya bakal dikutuk banyak orang jika menyalahkan hari yang cerah.
Yes, karena hari yang cerah lupakan kegiatan di rumah, mari sama sama keluar ruamh untuk menikmati sinar matahari.
Dari mulai ajakan seorang teman yang jauh jauh datang dari Limburg untuk makan di Denhaag, ajakan sahabat yang bersikukuh menikmati di Kinderdijk hingga rengekan Cinta Cahaya yang ingin melihat sirkus, gara gara kemaren melihat tenda sirkus.
Akhirnya aku dan Luc sepakat menunda (kembali) acara bersih bersih rumah, digantikan acara jalan jalan ke Nationaal Park de Biesbosch sebuah  hutan lindung di daerah Dordrecht. Baca Nationaal Park de Biesboch.

Banyak yang bisa dilakukan di taman hutan Biesboch, dari mulai hiking dengan atau tanpa panduan, mengunjungi museum Beaver, berlayar dengan menyewa perahu mesin dengan harga sewa 17,5 euro per jamnya, menyewa kano, menyewa sepeda atau sekedar menumpang dengan perahu wisata yang disediakan yang berlayar setiap setengah jam sekali yang disebut Rondvart yang cukup membayar 1,70 euro per orang bahkan tak sedikit yang membawa perahu karet sendiri.

Hari sudah beranjak siang saat kami memutuskan untuk pergi ke Biesboscht dan menolak tawaran tawaran dari kawan kami untuk melewatkan minggu cerah bersama sama. Dan mimpiku untuk picnik bersama keluarga akhirnya bisa aku realisasikan juga, menyiapkan makanan yang akan aku bawa dan siang itu aku masih sempat membuat nasi uduk, sambal ijo dicampur ikan asin jambal roti dan thai papaya salad. Tak lupa aku menyelipkan kue kue dan chips serta cola dan juice untuk anak anak.

Luc sedikit mengeluh karena dia tak berhasil mendapatkan sambungan telepon untuk reservasi perahu mesin, tak ada seorangpun yang mengangkat telepon diujung sana. Akhirnya aku menghibur dia untuk melupakan telepon dan lihat saja nanti disana.

Seperti perkiraan kami sebelumnya, hari yang cerah menyebabkan hampir semua orang untuk beranjak ke luar rumah, mendapati area parkir yang penuh, mendapati mereka yang berjemur matahari sambil terlentang atau sebaliknya, sehingga rumput yang hijau tak nampak lagi digantikan mereka yang berbikini.

Untunglah setelah kami berhasil memarkirkan mobil dan berjalan menuju centraal informasi di hutan tersebut, kami segera merasa lega saat tak begitu banyak orang di tempat daerah pusat informasi, walau sempat merasa kecewa saat perahu yang akan kami sewa sudah tak bersisa sehingga rencana Luc untuk menyewa perahu selama dua jam kandas sudah. Cinta dan cahaya segera melupakan kekecawaan mereka tak mendapatkan perahu saat berjalan memasuki hutan dan bertemu dengan area berang berang, tertarik mengamati yang ada di area tersebut hingga memasuki burcht beever atau kastil berang berang. Ada petunjuk dimana harus masuk dan keluar, aku segera menggeleng saat Cinta dan Cahaya meminta aku turut serta masuk ke kastil tersebut, aku sudah merasa tak nyaman di daerah situ yang terlalu rindang dan lembab ditambah kastil berang berang, yang hanya berbentuk seperti rumah iglo yang mempunyai dua pintu. Saat Luc dan anak anak masuk aku masih bisa mendengar suara Luc yang berkata dia tak bisa melihat apa apa di dalam saking gelapnya sementara Cinta dan Cahaya hanya tertawa tawa kegirangan.

Seru cerita mereka berdua, saat aku menyambutnya diluar kastil, tak kuiyakan rengekan mereka yang mengajakku ke dalam, dengan tegas aku bisa mengatakan tidak dan segera beranjak dari situ. Duduk di sebuah batang pohon yang tumbang dan segera dihampiri Luc untuk ikut duduk disampingku. Sementara Cinta dan Cahaya kembali masuk ke kastil tersebut sambil tetap berceloteh seru diantara mereka berdua. Kami berdua memperhatikan dari jauh, setelah beberapa menit membiarkan mereka having fun di dalam kastil berang berang, Luc dengan tegas memanggil mereka yang ternyata tak mereka hiraukan, akhirnya aku berkata pada Luc untuk sedikit mengagetkan mereka dengan bersembunyi di balik pepohonan saat mereka masuk ke kastil. Sambil bersembunyi kudengar mereka berteriak saat tak mendapi kami di tempat batang pohon yang tumbang, kudengar mereka menghampiri tempat kami duduk terakhir kali. Panik, mendapati kami tak disana? Tidak!!!! Mereka dengan entengnya berkata, wah papa dan bunda pergi, kalau begitu mari kita kembali masuk ke kastil. Haaaahhhhhhhhhhh

Sambil tertawa bersama mendengar perkataan Cinta dan cahaya, akhirnya kami terpaksa memanggil mereka dengan paksaan untuk kembali melanjutkan perjalanan. Kami berjalan dengan suka ria, Luc tak henti hentinya menjelaskan apa apa yang ditemuinya selama kami berjalan, seperti disuguhi memeri masa sekolah dasar saat aku pramuka dulu dengan panduan kakak pembina yang menerangkan apapun yang kami lihat. Luc menjelaskan bunga yang dipetik anak anak, apa saja namanya, menjelaskan daun yang menyebabkan gatal kalau mengenai kulit kita sekaligus menunjukan daun yang harus kita gosokan jika kita terkena daun gatal tersebut.

Tiba di padang rumput yang luas dengan kali jernih di depannya, kami memutuskan untuk menggelar piknik disitu. Tak hanya aku dan Luc yang menghabiskan bekal seadanya begitupun Cinta dan Cahaya. Tak terkira senangnya hatiku mendapati bekal yang kami bawa tandas tak bersisa.
Image
Image

Usai acara piknik yang menyenangkan, kami melanjutkan langkah kaki kami kembali ke pusat informasi, memasuki museum yang ada disitu hingga sedikit melepas lelah sambil minum koffie di restaurant yang lagi lagi kami mendapati Cinta Cahaya pergi ke meja lain dan asyik bermain dengan anak kecil yang berada di meja seberang.
Image

Dalam perjalan pulang, di dalam mobil aku sedikit merenung, betapa indahnya menghabiskan waktu bersama sama dengan keluarga, bukan hanya karena mendengar seloroh Luc yang berkata, aha goedkoop uitdagje! Hahahaha.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s