Mother’s day 2014

Heehhh Yang, Gefeliciteerd!
Ujar Luc, saat aku selesai salam dan menengok ke arah kiri, tanda usai sholat subuh.

Matahari belum muncul, dan sepertinya tak akan muncul seharian. Cinta Cahaya masih meringkuk di kasurnya.
Hari ibu kali ini berbeda sekali dengan hari ibu tahun sebelumnya.
Tak ada sarapan di tempat tidur dari Luc, juga saat aku sambil bercanda ke arah Luc, mana kadonya?
Dan langsung disambut celoteh Luc tak kalah seru, bukankah anak anak sudah memberikannya dua minggu yang lalu?
Hahaha kado kepagian! Cahaya tak sabar ingin memberikan kado yang dibuatnya di sekolah untukku tepat keesokan harinya setelah kado itu dibuat, tak digubrisnya larangan gurunya untuk memberikannya padaku dua minggu kemudian. Siapa yang tahan untuk tak memberikannya langsung? Jangankan anak empat tahun, akupun yang sudah menebak apa isinya ingin segera membukanya! Yang ternyata berisi centong kayu yang telah dihias sana sini. Selalu kado yang spektakuler, hehehe. Hanya Cinta yang bertahan dan akan memberikannya padaku dua minggu yang akan datang, yaitu hari ini.

Nanti setelah anak anak bangun, akan kuberikan kado dariku. Ucap Luc diiringi tawanya.

Membuka media sosial hari ini, masih diramaikan oleh ucapan hari ibu, pasang foto kado dari anak dan suami, juga pesan BBM dan Whats App. Begitu pun aku, ikut berbahagia dan membalas dengan tulus ucapan selamat dari beberapa kawan, berharap merekapun mendapat hari bahagia di hari ibu. Dan seperti biasanya kami para ibu tetap berkutat pada kerjaan di rumah yang tak ada habisnya, kami hanya dapat senyum dikulum membaca komentar teman yang mengira hari ibu bisa sedikit relax, tapi nyatanya sama saja!

Baiklah kalau begitu, mumpung masih pagi ujarku kemudian, mari sambut hari ibu ini dengan hari relax. Dan jadilah Cinta Cahaya yang tiba tiba bisa menyiapkan makan paginya sendiri, sementara aku segera masuk kamar mandi dan segera mengisi bathtub dengan air panas, memasukan tablet sehingga air panas di bak mandi meletup letup seperti kawah berbelerang dengan wangi yang berbeda. Dan wangi aroma terapi segera menyebar keseluruh ruangan. Hhmmmm.

Setelah air penuh di bak mandi, aku segera membenamkan diriku disana. Membuat sandaran empuk dari handuk untuk kepalaku, sementara kakiku kunaikan ke sisi yang lain di bak mandi. Anak anak masuk ke kamar mandi dan ingin bergabung denganku yang langsung segera di halau oleh Luc. Biarkan bunda seorang diri disana. Perintahnya, yang langsung disambut sikap protes dari Cinta. Luc menawarkan kopi dan buku untuk menemaniku berendam, aku hanya meminta kopi saja. Tak ingin membaca, tak ingin mendengar berita, tak ingin berpikir,  sambil sesekali menyeruput kopi aku  hanya memejamkan mata. Relax.
Image

Hampir satu jam disana, tanpa gangguan siapapun, dan rasanya legaaaaaaaaaaaa sekali.
Aku tahu, walau ada saja kudengar para ibu mengeluh tentang rutinitas sehari hari, kelelahan dari pekerjaan yang tak ada habisnya, tapi tetap selalu mereka merasa bahagia diantara keluarganya, diantara orang orang yang mengasihinya, dan kelelahan dan kejenuhan bisa langsung saja sirna begitu melihat senyum dan tawa anak anaknya.

Sederhana, tak usah berkecil hati jika kita belum merasa mampu untuk selalu membuat bahagia orang tua kita, cukup kita tersenyum dan bahagia itu adalah hadiah yang tak ternilai untuk mereka. Setidaknya itu yang aku rasakan saat ini, kebahagian bisa datang dengan melihat orang orang disekitar kita bahagia.

Image

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s