Kecombrang alias kincung

Dua minggu yang lalu, aku melihat foto bunga kecombrang yang di posting di FB seorang temanku. Begitu esoknya aku bertemu dengan beliau dengan semangat aku bertanya dapat darimana si bunga kecombrang tersebut, karena yang aku tahu di Bandung pun aku sudah sulit sekali mendapatkannya di pasar. Spontan temanku itu yang usianya tak jauh beda dengan ayahku dan biasa aku memanggil dengan sebutan abang kepada beliau, mengernyit bingung saat aku bertanya tentang bunga kecombrang, setelah aku menjelaskan seperti apa bentuk si kecombrang, dia tertawa. Di Medan namanya kincung, katanya. Dan dia berjanji akan membawakan untuk minggu depan.

Dan kini si kincung sudah ada dihadapanku. Senangnya tak terkira.
Teringat masa kecilku saat aku berlibur ke rumah kakek dan nenekku, kakektu tak pernah lupa memetik bunga kecombrang untuk ayahku. Ayahku senang sekali dengan kecombrang, setiap membuat sambal rujak pasti ditambahkan bunga kecomrang yang telah kering. Dulu aku tak begitu suka, tapi semakin aku dewasa aku menjadi penggila kecombrang seperti ayahku.

Kecombrang yang aku kenal sewaktu kecil kuncupnya aku kenal dengan nama honje, honje seperti jantung pisang hanya lebih kecil dan berwarna merah muda. Saat aku buka internet mencari image dari bunga kecombrang, aku mendapatkan gambar yang cantik sekali, kecombrang yang sudah mekar, sewaktu kecil aku tak pernah melihat kecombrang mekar di rumah kakekku.
Image

Kecombrang yang masih kuncup lebih mirip dengan tanaman pisang pisang pisangan hias.
Image

Melihat kecantikan tananman kecombrang ini, membuat hayalanku segera melayang ke rumah orang tuaku di Bandung, akan kusarankan ayah dan ibuku untuk menanam tanaman tersebut. Selain bunganya yang indah manfaatnyapun untuk masakan sangat beragam. (baca manfaat kecombrang)

Dan hari ini, ditengah flu berat yang sedang aku derita, kusempatkan membuka lemari es. Mengeluarkan kecombrang pemeberian dari temanku tersebut, menggiling bawang merah, bawang putih, kemiri, cabe merah dan tomat sekaligus. Menumis bumbu halus tersebut sebentar, menambahkan air, memasukan gula merah, laza, daun salam, bunga kecombrang, buah melinjo (tangkil) yang aku punya (juga untuk pertama kalinya membeli buah tangkil disini), memasukan labu siam yang telah dipotong korek api, terakhir secara bersamaan, aku memasukan daun melinjo, garam dan bumbu masak.
Image
Image

Maka sebelum pukul dua belas siang aku telah menikmati sayur lodeh dengan wangi bunga kecombrang yang sangat menggoda selera.

Selamat makan siang teman teman sekaligus saudaraku di negeri Belanda ini.
Terima kasih oleh oleh kecombrangnya.
Image

Advertisements

One thought on “Kecombrang alias kincung

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s