Pemilu, Verkiezingenen gemeenteraad en gebiedscommissies

Tanggal 19 Maret 2014 dua hari yang lalu, akhirnya untuk pertama kalinya aku pergi ke pemungutan suara untuk pemilihan dewan kota (gemeenteraad) dan komite daerah (gebiedscommissie) wilayah Overschie dimana kami tinggal.
Image

Semuanya terjadi secara otomatis saja, aku menerima kartu stemmen kurang lebih sebulan sebelumnya lewat pos. Hak memilih akan didapat pada siapapun mereka yang tinggal di Belanda dengan syarat syarat sudah berusia 18 tahun ke atas, dan sudah tinggal minimal 5 tahun disini.
http://www.rotterdam.nl/verkiezingen

Awalnya aku ogah ogahan saat menerima kartu pemilihan, tak tertarik atau tak begitu mengerti menjadi hal yang saling berhubungan. Tapi empat hari sebelum pemilihan terjadi, aku bertemu dengan istri dari dokter pribadiku (yang kebetulan berprofesi sebagai asisten dokter) yang sedang berdiri di depan supermarket bersama seorang pemuda tampan yang sedang membagi bagikan selebaran sebuah partai. Aha mereka berdua sedang berkampanye! Dengan menebar senyum aku melempar senyum pada mereka, tak disangka si asisten memanggil namaku. Hai mevrauw Neville, serunya Waw tentu saja aku kaget, maka kami saling menyapa. Dia bertanya apakah aku akan menggunakan hak suaraku? Yang tiba tiba saja aku jawab dengan mantap, tentu saja! Walau sebetulnya tak pasti, hahaha. Kemudian dia bertanyata kesehatanku dan juga kesehatan si kembar. Di akhir perbincangan yang singkat aku menerima selebaran partai yang sedang dia kampanyekan.

Malamnya, aku bercerita pada Luc dan dengan yakin aku akan ikut memilih. Luc bertanya partai apa yang akan aku pilih, dia juga bertanya apakah aku tau apa bedanya partai kiri dan kanan. Dan aku dapat menjawab dengan benar partai partai apa saja yang termasuk kiri atau kanan, itu karena selalu dibahas di sekolah dan semakin mengertinya aku saat aku melihat berita disini. Tapi saat aku dihadapkan partai apakah yang akan aku pilih, aku masih tidak bisa menjawanb pasti. Kemudian Luc membukan sebuah site di internet. Ternyata site tersebut berupa pertanyaan pertanyaan yang harus aku jawab, dari jawaban yang aku berikan maka akan diberikan hasil yang cenderung sama untuk masukan partai apa yang sebaiknya aku pilih.
http://rotterdam.stemwijzer.nl/

Wow atau sejuta wow patut diberi pujian untuk advis yang diberikan oleh stemwijzer alias panduan cara memilih partai yang sesuai dengan hati nurani atau keinginan kita. Maka tak perlu rasanya aku membaca apa saja yang dijanjikan para partai yang jumlahnya tak kalah seru dengan partai di Indonesia (saking banyaknya).

Luc tertawa saat melihat hasil yang di anjurkan oleh stemwijzer. Wah ternyata pikiranmu tak jauh beda dengan pilihanku, seru Luc. Aku lebih cenderung ke sayap kiri ternyata. Sungguh aku tak tau sebelumnya jika saja tidak mencoba ikut quize stemwijzer tersebut. Yang aku ingat dari hasil yang diberikan dari quize tersebut adalah Partai SP, D66, PvdA, groenliks yang cocok dengan jawaban jawaban yang aku berikan yang sesuai dengan keinginanku untuk menjadi seperti apa Rotterdam nantinya.

Yang menarik disini adalah politik bukan salah satu hal yang menarik untuk membuka sebuah pembicaraan. Tak seperti halnya di Indonesia sepertinya seluruh masyarakat Indonesia seperti paham atau lebih tepatnya menjadi semacam hobi untuk membicarakan apa yang terjadi dengan pemerintahan, contohnya untuk tingkat bawahpun, saat aku berbicara dengan sopir angkot mereka dengan berapi rapi bisa begitu lancar membicarakan tentang keprihatinan mereka pada pemerintah, berkeluh kesah tentang kekecewaan yang selalu mereka alami karena janji janji saat kampanye tak pernah terjadi saat orang terpilih telah duduk di pemerintahan. Hingga akhirnya akan diakhiri dengan kesimpulan bahwa semua partai adalah sama, korup dan tak amanah. Jadi tak heran jika sekarang muncul sebuah nama yang diharapkan menjadi orang yang akan tetap jujur (degan harapan jikalau nanti terpilih) masyarakat kebanyakan begitu antusias untuk memilih dia dengan tanpa melihat partai pendukungnya (apakan paling korup atau tidak). Lihatlah betapa mereka begitu rindu akan kejujuran.

Disini kami sama sekali tak begitu tertarik untuk berbicara politik terutama pada orang yang belum begitu kami kenal. Tapi begitu ditanya partai apa yang akan anda pilih untuk pemilu nanti, mereka tak sungkan sungkan untuk menjawab dengan jujur, tanpa malu malu, tanpa sungkan dan tanpa takut dicemoohkan. Kebebasan mengungkapkan pendapat sepertinya sudah menjadibagian darah daging mereka, bagian dari gaya hidup mereka. Juga saat aku sepulang menjemput Cinta dan Cahaya dari sekolah, ada sebuah partai yang kembali menawarkan selebaran ke arahku, aku menerimanya juga memperbolehkan saat Cinta dan Cahaya ditawari permen loli oleh mereka, tapi tidak dengan seorang ibu yang kebetulan berjalan beriringan denganku. Dia dengan tegas menolak kertas yang disodorkan sambil berkata, partai anda bukan pilihanku!
Image

Dan pada hari rabu dua hari yang lalu, kami berempat datang ke tempat pemungutan suara. Luc menjemput kami dari kolam renang, karena hari rabu adalah jadwal les renang Cinta Cahaya, langsung dari tempat les kami datang ke tempat stemen. Tepat pukul 6 sore, saat kebiasaan orang Belanda makan malam. Lucunya kami disambut dengan aroma stampot saat kami memasuki ruangan pemilihan, ternyata orang yang sedang menjaga kotak suara sedang makan malam, hahaha. Rileks saja. Petugas yang memeriksa kartu stem kami, bertanya ramah padaku, apakah pemilihan ini hal pertama untukku? Yang langsung aku benarkan. Bahkan Cinta dan Cahayapun bisa asyik berbincang dan membantu mencapkan kartu stemku.
Image
Image
Image

Mendapatkan atmosfir yang rileks di ruangan tersebut, aku masih bisa dengan santainya membaca daftar nama nama para kandidat yang tertera di ketas pemilihan. Sedikit terbelalak mendapati nama partai yang belum pernah aku baca dan dengar sebelumnya. Tersenyum simpul melihat ada partai dengan nama Turki nya, yang menurutku pasti didirikan oleh orang orang Turki, dan begitu kembali ke nama partai yang belum pernah aku baca sebelumnya, aku memeriksa nama nama kandidat di bawah partai tersebut, dari delapan belas nama yang berurutan ke bawah hanya ada satu nama yang bernama orang Belanda, sedangkan yang lainnya adalah nama yang berbau Arab. Aha! Pikirku, tahulah aku berbasis apa kira kira partai tersebut. Kemudian aku melirik partai yang telah aku siapkan dari rumah, teringat akan pesan Luc dalam meberi trik mewarnai nama kandidat, usahakn warnailah kandidat yang paling atas, karena biasanya nama yang paling atas adalah nama yang paling berpengaruh di dalam partai tersebut. Pinsil warna merah yang tengah aku pegang hampir aku coretkan ke sebuah nama paling atas di partai yang telah aku siapkan, tapi tiba tiba aku begitu ‘menghormati’ naluri, mataku kembali ke sebuah partai yang baru aku baca hari itu dan tiba tiba saja aku telah sibuk mewarnai di sebuah nama Belanda diantara nama yang hampir serupa. Nama Belanda itu nama yang berbeda dari yang lainnya. Seperti biasanya aku kadang merubah arus, hari itu aku mencoblos nama partai yang baru aku kenal, yang tanpa aku ketahui sebelumnya apa program programnya, aku begitu mempercayakan sebuah nama yang berbeda dari kandidat yang lainnya yang ada di partai itu. Harus ada yang mendukung perbedaan dalam sebuah keseragaman, gumamku menguatkan. Teori yang aneh terdengar. Tapi biarlah, ini hanya tentang politik, yang menurut bawah (atau atas) sadarku adalah sebuah kesia siaan jika diperdebatkan, politik selalu sama. Pikirku tak begitu berpengaruh mungkin apapun partai yang menang, jika berada di sebuah negara yang telah terorganisir secara baik keseluruhan. Maka apapun pilihanku semoga membawa yang paling baik menurut nuraniku.

Dan kini dua hari setelah pemilihan, dunia politik kembali dikejutkan oleh pernyataan Wilders yang mengskreditkan orang orang Maroko di depan umum. Minder Marokkanen, serunya. Dan tentu saja perkataan itu, menimbulkan cemoohan hampir dari segala pihak. Rasis. Bahkan Luc pun yang aku kenal begitu menghargai hampir semua pendapat orang, ikut berkomentar ketika melihat tayangan tersebut, perkataan yang menjijikan, katanya.  Dan kini aku secara berulang ulang kembali melihat cuplikan tayangan tersebut di TV saking banyaknya berita yang menyayangkan atau merasa sebal dengan perkataan Wilders. Kemudian aku berkata pada Luc, apa perasaan orang orang yang ada di ruangan tersebut kini? Apakah mereka sekarang merasa malu dan menyesal telah bertepuk tangan gembira mengamini perkataan Wilders?

Tapi kemudian Luc menjawab pertanyaan yang tak sempat aku lontarkan.
Yayang, semua orang berhak dengan pendapatnya masing masing, tak jadi soal apakah mereka menyesal dengan perkataannya tersebut. Tapi dengan itu kita semakin bisa melihat mana yang baik atau yang kurang pantas. Akan sangat menyedihkan jika kita dihakimi karena darimana asal kita atau apa ras kita, apa warna kulit kita atau karena agama kita. Kita tak bisa dibedakan karena unsur unsur seperti itu. Yang berdeba adalah apakah kita orang baik atau orang tak baik.

Dan diantara perkataan Luc yang panjang lebar, diantara pemberitaan tentang Wilders yang semakin menuai kritik, aku berkata dengan lirih pada Luc, tahukah kau akan partai Nida? Luc menggeleng. Kemudian kami sama sama melihat internet. Betapa terkejutnya kami begitu melihat hasil kursi yang berhasil disabet partai tersebut, dari 45 kursi yang diperebutkan partai tersebut berhasil menyabet dua kursi atau lima persen dari total jumlah pemilih. Prestasi yang sangat besar dari pemilihan sebelumnya yang hanya nol persen tak jelas juga bagiku apakah pemilihan sebelumnya partai Nida termasuk dalam pemilihan partai?
Image

Kemudian sambil tersenyum aku berkata, Luc di hari pemilihan itu aku memilih Nida untuk Rotterdam dan memilih PvdA untuk Overschie. Kemudian  aku menambahkan mengapa aku memilih kedua partai tersebut, Nida karena aku mendapati satu nama kandidat yang berbeda dalam partai tersebut. PvdA karena aku bercengkrama dengan asisten dokter yang sekaligus istri dari dokter pribadiku yang tengah berkampanye dan juga karena aku sedikit mengenal nama PvdA sebuah partai tengah cenderung kiri. Sambil tertawa tawa mendengar alasanku memilih Luc masih sempat berseloroh, jadi kau tak memilih partai berdasarkan advis yang telah aku dapatkan dari stemwijzer? Aku menggeleng sambil berseloroh ke arah Luc, sorry hoor aku tak memilih partaimu. Dan partai yang sesuai dengan keinginanku akan Rotterdam berdasarkan stemwijzer adalah SP alias sosialis partij. Partai ekstrim kiri!

Hahaha, sebetulnya berbicara tentang politik adalah pembicaraan yang sering aku hindari, selain masih berpikiran bahwa semua partai adalah sama saja juga karena menurutku bukan sesuatu yang penting. Tapi seperti anjuran Luc untuk tidak malu dan sungkan mengungkapkan semua pilihan tanpa ragu ragu adalah salah satu terapi untuk belajar tegas dan berani. Selama  pilihan dan pendapat itu tidak mengganggu orang lain, mengapa tidak? Bukankah dari situ kita juga jadi semakin menghargai pendapat dan pilihan orang lain?

Hhmmmmmmm dengan menarik nafas panjang, aku segera menyudahi tulisan panjang ini, semoga aku tak menulis tulisan yang menyinggung pihak lain. Peace.

Advertisements

3 thoughts on “Pemilu, Verkiezingenen gemeenteraad en gebiedscommissies

  1. Pingback: Pengalaman jadi petugas penghitung suara Pemilu (Verkiezingen) di Belanda | The days of Yayang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s