Antwerpen

Ini kali kedua aku datang ke kota Antwerpen. Masih tetap menarik dimataku.
Bangunan tua yang selalu menjadi daya tarik para turis dari manapun, kuliner yang lebih bervariasi dari pada di Belanda, hingga orang yang berlalu lalang di Antwerpen bisa begitu menarik perhatianku. 

Maka Antwerpen adalah termasuk kota yang akan aku kunjungi kembali, selain jarak yang bisa ditempuh tak lebih satu jam dari Rotterdam, kota ini bisa begitu menawarkan berbagai macam pilihan. Seperti hari ini kami berencana menjadi tourist di Antwerpen. Pejalanan di mulai dari Grote Markt, dimana City Hall berada atau stadhuis dalam istilah Belanda dimana tempat layanan untuk rakyat (balai kota) berada.

Seperti kota kota lainnya di eropa, jika berdiri gedung City Hall maka (selalu) ada lapangan (main square) di depannya. Ada yang menarik di halaman stadhuis di Antwerpen yaitu berdirinya patung  Silvius Brabo.
http://nl.wikipedia.org/wiki/Brabofontein
Image

Dari Balai kota kami segera berjalan menyusuri jalan jalan yang berpencar ke berbagai arah dimana pertokoan kecil dan bermacam cafe berada. Pertokoan yang banyak di dominasi toko pakaian kecil dan berbagai macam toka souvenir juga banyak dijumpai para pengamen atau pemusik jalanan. Tentu saja setiap pemusik jalanan tersebut selalu dinikmati oleh Cinta Cahaya, maka siapkan lah uang receh, karena Cinta Cahaya sudah hapal jika ada pengamen maka dia harus memasukan uang cent an pada tempat yang disediakan, bahkan mereka suka sekali berhitung ada berapa buah uang yang ada di bungkus gitar atau biola yang biasanya diletakan di depan pengamen tersebut.
Image

Sambil menyusuri jalan jalan dengan cuaca yang cerah seperti hari ini, Cinta Cahaya dihadiahi es krim coklat yang menambah semangat dan suka cita. Akhirnya pilihan kami untuk makan siang jatuh ke restaurant Jepang Zoawang.
http://www.zaowang.be/
Restaurant tersebut mendapat resensi yang baik bagi para penggemar sushi di Antwerpen, tapi tidak untuk kami. Hanya nilai it’s ok dari Luc yang artinya biasa biasa saja, dan hanya ‘hhmmmmmm’ dari ku. Entah ada yang salah dari lidah kami tapi kami tak mendapatkan rasa yang istimewa dari pesanan kami, Luc memesan curry noodle sedangkan aku satu set mix tempura. Hanya Cahaya saja yang tampak menikmati mie goreng pesanannya yang dibagi dua dengan Cinta, dan sayangnya Cinta hanya mampu makan beberapa suap saja. Tapi yang menjadi nilai yang baik adalah layanan yang super ramah dari pelayan di restauran tersebut.Image 
Image

Keluar dari situ kami melanjutkan perjalanan, tak menggubris rengekan dari Cinta Cahaya yang ingin naik delman istimewa di Antwerpen, sebagai gantinya Luc membolehkan Cinta Cahaya membelai kuda yang sedang tak menarik penumpang itu.
Image
Image

Setelah itu kami beranjak pergi menuju pinggiran laut atau pelabuhan Antwerpen tepatnya. Antwerpen adalah kota pelabuhan kedua terbesar di eropa setelah Rotterdam. http://en.wikipedia.org/wiki/Port_of_Antwerp
Dan yang menarik di Antwerpen adalah kastil tua yang ada di pinggir dermaga yang dikenal dengan  nama Het Steen atau Stone Castle.
http://en.wikipedia.org/wiki/Het_Steen
Image
Image

Memasuki gerbang kastil kami disuguhi pengamen yang memainkan biola dan trompet.
Image

Menaiki kastil dan berjalan terus ke dalam maka di akhir atau belakang kastil maka kita akan disuguhi pemamdangan indah tepian laut dan kami bisa melihat jauh dengan bantuan teropong yang tersedia di pinggiran dermaga.
Image

Dari situ kami kembali ke grote markt dengan tujuan tempat parkir diaman mobil kami terparkir, tanpa senganja kami melewati Vrouwekathedraal, salah satu gereja bersejarah di Antwerpen.
http://en.wikipedia.org/wiki/Cathedral_of_Our_Lady_(Antwerp)
Image

Sebelum menuju mobil, maka tak lengkap rasanya jika jalan jalan di Belgia tidak diakhiri dengan oleh oleh coklat untuk dibawa pulang ke rumah, seperti kebiasaan Luc yang harus membawa coklat jika sehabis jalan jalan dari Belgia. Karena waktu yang merambat cepat aku tak sempat mengajak Luc ke pabrik coklat seperti yang pernah aku kunjungi pertama kali ke Antwerpen saat tak bersama Luc dua tahun yang lalu, sebagai gantinya kami hanya mendatangi toko coklat yang ada di sekitar vrouwekathedraal dan membeli sekotak coklat untuk dibawa pulang.
Image

Didalam toko coklat aku tersenyum melihat tulisan cerdik yang ada di dalam toko, It’s true that money doesn’t buy Happiness, but does buy chocholate which is a kind same thing. Hahaha, baiklah.
Image

 

Seperti hari ini yang cerah, secerah hati kami. Aku bisa bercerita berbagai hal yang aku lupa ceritakan pada Luc, yang aku sampaikan sepanjang pergi dan pulang dari Antwerpen yang aku ceritakan di mobil. Hari ini aku melihat wajah Luc yang bahagia, mendengar celoteh Cinta dan Cahaya yang tak ada habisnya, melihat aksi nari mereka di depan pengamen, mendengar nyanyian mereka sepanjang jalan. 

What’s a such good day today! Thank you my darling, my love and my shine sun! 

 

Advertisements

One thought on “Antwerpen

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s