Hikmah Ramadhan dan dasyatnya doa ibu

Ramadhan tahun 2010 baru beberapa hari saja berakhir.

Agak terheran heran kok bisa cepet berakhir ya? So, dimana bau mulut, kantuk disetiap detik, perut keroncongan dan dahaga tiada tara? Atau kemana perginya badan lesu lunglai, yang biasanya menyerangku saat bulan Ramadhan tiba?

Ramadhan kali ini adalah…….

Pukul 03.30 sudah bangun buat makan sahur (sendirian…kacian deh Yayang)

Pukul 04.30 selesai makan dan duduk manis di depan tv buat nonton acara gosip di sctv (hot shot dsb, acara yg sebaiknya ga ditonton lg hihihi) dan berubah channel jadi ke rcti, tv one atau metro tv setelah seminggu menjelang lebaran untuk memantau arus mudik di Ind.

Ikut tersenyum dan tertawa bahkan meneteskan air mata melihat kesibukan mereka yg bisa mudik ke kampung halaman walau berjejal jejal di kereta tapi tetap tersenyum sumringah, bahkan terkaget kaget melihat keluarga yg mudik dari jawa tengah ke jawa timur menggunakan becak, si bapak mengayuh becak sementara istri dan dua anaknya duduk di becak salah satu dari anaknya bahkan masih berusia 3 bulan dan anak laki lakinya yg berusia sekitar 12 tahun mengayuh sepeda di belakang becak bapaknya.

Pukul 05.00 waktunya tidur sejenak even sebetulnya ga begitu ngantuk, dan kadang kadang klo ga bisa tidur sama sekali saya meraih Qurán dan mengaji sampai pukul 07.00, saat Luc siap siap bekerja dan anak2 bangun

Pukul 08.00 Luc berangkat kerja tanpa sarapan (seperti biasanya) dan dia berkata bangga, äku juga puasa bahkan lebih kuat dari kamu, karena aku ga sahur dulu……. Ya ya ya sayang, off course you are more strong than me! Sambil berkata begitu dia melanjutkan dgn kata kata yg bikin orang ketawa mendengarnya, aku cuma minum air putih saja! Hahaha

Dan mulai pukul 8 hingga pukul 10, segala macam keributan akan segera dimulai………

Dari mulai ta ta ta ta sampai jeritan memekikan telinga akan meluncur dari dua pasang bibir mungil Cinta Cahaya

Sarapan pagi kilat yang bisa membuat karpet kotor walau sudah berusaha dilapisi tilam pelastik

Dan ratusan kali jungkir balik karena lari lari dan berkali kali terjatuh atau tabrakan

Hingga menggilinding jatuh dari tangga lantai satu hingga ke dasar……….. dan yg satu ini membuat aku histeris, telepon dokter, cek ke dokter bertiga saja, mendorong buggy dgn dua bayi lincah di tengah angin Belanda yang spektakuler!

Dan tibalah pukul 10.00 pagi, Yayang tijd! It’s my time! Aku bisa mandi sepuasnya (dan ini jarang sekali krn aku ga hoby mandi), bersihin botol botol susu 8 sets, bekas minum Cinta Cahaya dari kemarinnya…..masukin piring2 kotor ke mesin, masukin pakaian2 kotor ke mesin dan setelah beres…..aku bisa rileks sepuasnya menunggu anak2 bangun

Dulu sebelum bulan puasa, menunggu mereka bangun tidur adalah waktunya aku meliahat rcti (jam 10 pagi di Belanda berarti jam 15.00 di Ind, waktunya cek and ricek atau kabar kabari) tapi di bulan puasa aku memutuskan untuk membaca Qurán dari mulai Alif lam mim sampai terakhir dengan target 1 jusz setiap harinya, dengan prediksi akan selesai begitu malam takbiran tiba. Dan dimulai lah perjuangan itu…dari mulai suara agak keras dan merdu hingga begitu melewati 1 setengah jam suara itu berubah jadi berbisik saja dan parau…… Tapi aku berhasil dengan target 1 juz perhari. Walau ternyata tidak tamat 30 juz, karena di minggu terakhir lebaran aku menerima upah jahitan dgn upah yg membahagiakan walau hanya satu baju tapi kami sama sama puas, dan waktu luang yang aku punya tidak aku gunakan sepenuhnya untuk membaca Qurán tapi terbagi dgn menjahit…..tapi tak apalah (aku membela diri!)

Dan yang menyenangkan, aku jadi rajin shalat duha………duh seneng baget karena cuma dua rakaat dan ga ada beban sama sekali buat mengerjakannya.

Dan tibalah pukul 13.00 atau 14.00 dimana anak anak kembali bangun dan membuat keributan kembali, hingga waktu menunggu papanya pulang kerja pukul 17.00. Dari waktu tersebut hingga pukul 20.00 waktunya aku sedikit rileks, karena saat itu giliran Luc yang mengawasi Cinta Cahaya.

Tiba pukul 20.00 aku telah kembali ke dapur untuk mempersiapkan menu berbuka puasa (walau Luc ngomel ngomel untuk apa sibuk di dapur jam segitu, karena buka puasa kan dimulai sekitar pukul 21.26).

Dan tibalah waktu yang di nanti………saatnya berbuaka puasa, setelah hampir 17 jam menahan lapar dan dahaga, dan hanya dimulai dengan seteguk teh manis..dahaga itu hilang seketika….

Apakah aku begitu mendirita selama bulan puasa? Menahan lapar hingga 17 jam? Menahan godaan orang orang makan dan minum di sekitarku?

Jawabnya aku tidak menderita sama sekali, aku menjalankan kehidupan normal sama seperti dihari hari lainnya, jalan jalan ke centrum setiap weekend bersama suami dan anak anak, melihat konser musik dua kali, berkunjung ke rumah teman dan dikunjungi teman.

Dan ternyata aku harus tau, mengapa aku bisa sekuat itu….. ada doa dasyat yang mengiringi langkahku setiap saat…….DOA IBU.

Masih teringat dalam ingatanku, satu tahun yg lalu……. saat aku terbaring 2 bulan di rumah sakit, saat 2 minggu koma, saat dokter bilang (setelah aku tersadar) bahwa aku nyaris tak tertolong…….Saat dokter di Erasmus kalang kabut mencari paru paru buatku dan tidak ada yang cocok saat itu……….saat dokter muda (dari 15 dokter paru paru) yang mempertaruhkan jabatannya, untuk mempertahankan paru paru ku yg telah sangat rusak dengan treatment baru yg belum pernah dicoba……… Saat Kuasa Ilahi menjawab segalanya! Saat kehidupan kedua mulai aku jalani………..

Dan Ramadhan tahun ini, saat aku berkonsultasi dengan dokter dan dokter memperbolehkan aku untuk berpuasa setengah hari….meluncur kata kata ibuku…..Kamu kuat Nak, untuk menjalani ramadhan tahun ini……..percaya pada Allah, bahwa kamu kuat dan Allah akan membuatmu kuat…………

Ya bu, aku kuat…..dari 29 hari puasa hanya satu hari aku batal, 28 hari aku puasa (hampir penuh karena aku tidak mensturasi lagi, akibat rahimku telah diambil dokter saat aku sakit parah).

Dan inilah aku sekarang……….sambil memegang buku dari ibuku  saat beliau kesini satu tahun yg lalu…buku dengan judul Dasyatnya Doá Ibu……diiringi tulisan indahnya di halaman pertama,

Yang!

Sebagai anak yang sholeh, “Berdo’a lah untuk ayah dan ibu”

Sebagai seorang ibu yang mulia pemegang surga bagi anak anaknya, “Banyak lah berdoa untuk mereka”

Sekali lagi ibuku sayang terima kasih atas doa yang selalu engkau panjatkan untukku, satu yang aku minta dari berjuta doa2mu…..aku ingin selalu berada dalam ridho mu……….

Rotterdam, 13 September 2010

Advertisements

2 thoughts on “Hikmah Ramadhan dan dasyatnya doa ibu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s