Ten to Three Cafe and Bakery

Beberapa bulan yang lalu saat aku ke pasar kaget di Overschie, dimana kami tinggal aku melihat toko baru, sepertinya toko roti.
Baru hari rabu kemaren saat aku menjemput anak anak dari sekolah dan bermaksud mentraktir minum teh di luar, biasanya kami sebut koffie drinken, walau ternyata yang kami minum adalah air teh, aku mengajak mereka ke toko roti tersebut.

Alasan pertama aku merasa ingin mensupport saja jika ada toko baru di lingkungan rumah kami, dan dari pertama aku melihat toko tersebut sepertinya sepi sekali. Alasan kedua, ya karena ingin mengajak anak anak jajan di luar. Itu saja.

Maka di hari rabu itu, aku berjalan bersama mereka setelah menjemput mereka, aku bilang aku harus membeli roti dan aku bilang pada mereka, sepertinya aku pernah lihat toko roti di dekat pasar Overschie (pasar yang hanya ada setiap hari jumat saja). Sambil berjalan kesana tak henti hentinya Cahaya berkata padaku, tak ada toko roti di jalan itu bunda, katanya. Yang langsung dibenarkan oleh Cinta. Dan aku harus tetap meyakinkan mereka bahwa aku pernah melihatnya.

Sampai di jalan yang aku maksud, aku mulai mencari toko yang aku maksud, tapi betapa kecewanya saat aku berada di depan toko tersebut, aku seperti melihat tanda tanda toko tersebut bangkrut, tak ada tulisan open, tapi aku bisa melihat kedalam toko tersebut dari balik jendela kaca yang besar. Tutup, bunda! Seri Cinta. Masih penasaran kami hanya melihat lihat dari luar saja, dan secara tidak sengaja aku melihat ada seorang laki laki yang berpakaian koki di balik ruangan yang mungkin dapur yang masih bisa terlihat dari luar. Aku melambaikan tangan. Dan Cinta segera berlari menuju pintu dan secara otomatis pintu tersebut terbuka. Kami gembira karena ternyata toko tersebut buka.
http://www.tentothreebakery.nl/nl/info.html
Image

Ada roti, menneer? Tanyaku.
Nee, sorry. Katanya. Hanya cup cake saja, lanjutnya. Yang langsung disambut sorak soray Cinta dan Cahaya.
Mau bunda, mauuuuuuuuu cup cake.

Kemudian aku memesan dua buah cup cake dan untuk diriku hanya cappucinno saja.
Anak anak segera membuka jaket mereka, duduk dengan riang gembira. Dan segera menikmati cup cake pilihan mereka yang rasanya biasa saja, tak istimewa dan jelas lebih lezat buatan Luc di rumah. Walau begitu anak anak mendapat kegembiraan dan suka cita yang mendalam.
Image
Dan toko cup cake yang sepi dan hanya kami sebagai pengunjungnya, berubah meriah oleh celoteh dua anak kembar yang selalu riang gembira.

Dan hari ini tanggal 14 February, yang konon katanya hari kasih sayang, hari penuh cinta, ingin ku ucapkan denagn penuh cinta pada semua orang, dan juga pada kalian yang setia membaca catatanku ini, catatan ringan dan sederhana.
Salam cinta dariku……

Image
Image

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s