Perpustakaan – Library – Bibliotheek

Buku adalah jendela dunia.
Begitu pepatah yang sering kita temui di perpustakaan jaman sekolah dulu.

Konon orang yang sering nongkrong di perpustakaan adalah mereka yang pendiam dan ‘sedikit aneh’.
Tapi rasanya aku tak pantas digolongkan pada mereka yang pendiam, apalagi pada jaman SD dulu. Komplotanku, mereka yang tergolong petualang dalam mencari toko buku walau harus dijalani dengan berkali kali ganti bis kota atau angkot. Sayang jaman dulu tak banyak perpustakaan yang dapat kami temui, walaupun kita datang ke perpustakaan komersial tapi rasanya buku kesenangan kita sudah habis kami pinjam, hingga kami harus mencari perpustakaan lainnya atau mencari buku loakan.

Kegemaran membaca, ditulari ibuku sejak aku belum bisa baca jaman dahulu kala. Tahun kemarin saat kedua orang tuaku liburan kemari, maka tempat yang membuat mereka kagum salah satunya adalah perpustakaan. Mereka terkagum kagum kala aku menunjukan cara meminjam buku dan mengembalikan buku tanpa dilayani pegawai perpustakaan. Mereka takjub dengan mesin otomatif yang ada di perpustakaan. Hiburku pada mereka, siapa tahu di Indonesia pun telah menggunakan mesin otomatis. Mereka juga mengagumi kenyamanan dan kelengkapan di perpustakaan.

Aku dan si kembar termasuk orang yang sering datang ke perpustakaan daerah dimana kami tinggal. Letaknya yang berada di sebrang sekolah si kembar, memungkinkan mereka setiap hari mendatangi perpustakaan setelah pulang sekolah.

Untuk mereka yang berumur kurang dari 18 tahun, menjadi anggota perpustakaan adalah gratis, walau begitu akupun menjadi anggota perpustakaan secara gratis karena sekolahku memberikan kartu perpustakaan pada kami, jadi setidaknya aku bisa menghemat uang sebanyak 39,5 euro pertahun untuk menjadi anggota perpustakaan di Belanda.

Banyak kemudahan yang bisa kita dapatkan dengan menjadi anggota perpustakaan, karena kita bisa meminjam buku secara online, jika kita tak punya waktu untuk mencari buku di perpustakaan kita bisa mencari di internet tinggal pesan buku apa saja yang akan kita pinjam, disana akan terlihat apakah perpustakaan mempunyai buku yang kita cari, apakah buku yang kita cari ada di tempat, dan kita bisa meminta kapan buku tersebut yang kita pesan akan kita ambil dan dimana tempat yang kita inginkan untuk mengambil buku tersebut, misalnya di perpustakaan dekat rumah atau di ambil di perpustakaan central.

Perpustakaan cabang walau tak sebesar perpustakaan pusat, tapi aku lebih menyukai datang ke perpustakaan di dekat rumah kami, lebih nyaman, tidak banyak orang dan penuh kekeluargaan. Di meja besar yang terdapat di sisi perpustakaan, kita hanya bisa melihat para orang tua yang selalu datang itu itu saja, kami bisa bercengkrama sambil membaca koran, di sisi lain berderet komputer yang lagi lagi diisi oleh para orang tua, di tengah tengah perpustakaan ada tempat khusus untuk anak anak dilengkapi kursi kerajaan yang selalu diduduki oleh Cinta setiap datang ke perpustakaan dan disisi yang lain ada meja khusus untuk anak anak yang dilengkapi komputer. Sedangkan perpustakaan pusat yang sangat luas terdiri dari 6 lantai dan dilengkapi dengan cafe, sehingga tak jarang jika aku janjian akan bertemu di pusat kota dengan beberpa teman, kami lebih sering bertemu di perpustakaan terlebih dahulu sebelum melanjutkan ke tempat selanjutnya.

Untuk lebih jelasnya, kalian bisa melihat site berikut ini
http://www.bibliotheek.rotterdam.nl/pagina/17051.engelsepagina.html

Oh ya, aku juga pernah mengalami kejadian lucu. Saat aku akan mengembalikan buku (buku yang akan kita kembalikan tinggal kita masukan saja seperti kotak surat yang dapat membuka secara otomatis saat kita meletakan buku yang akan kita kembalikan), saat itu lubang di kotak tersebut tak mau terbuka, aku sudah membalikan posisi buku beberpa kali, tapi tetap saja kotak tersebut tak terbuka, hingga akhirnya aku meminta bantuan pegawai perpustakaan, dan hanya dengan lirikan sekilas pada buku yang tengah aku pegang, dia berkata dengan santainya itu bukan buku milik perpustakaan. Hahay ternyata aku mencoba mengembalikan buku milikku sendiri ke perpustakaan. Tentu saja sampai lebaran tahun kudapun si kotak tak akan terbuka, rupanya menerima bukan haknya bukanlah tipykal orang sini buktinya perpustakaanpun tak mau menerima milik orang lain, hahaha.

Berikut aku sertakan beberapa foto saat Cinta dan Cahaya berada  di perpustakaan.
Image
Ini yang biasa dilakukan Cinta setiap kali keluar dari perpustakaan, membaca buku dalam perjalanan pulang ke rumah.

Image
Gaya Cinta jika sedang membaca buku di perpustakaan

Image

Image

Image
Mesin yang mencatat buku yang kita pinjam, buku tinggal diletakan di kotak putih yang ada di meja tersebut, setelahh kita sebelumnya menempelkan (scan) kartu anggota perpustakaan ke tempat yg telah disediakan, kemudian di layar komputer akan tertera nama kita dan buku apa saja yang akan kita pinjam setelah kita meletakan buku yang akan kita pinjam satu persatu di kotak putih, di akhir transaksi selalu ada pertanyaan apakan anda mau print (ketas bon berisi apa saja buku yang kita pinjam) atau tidak. Maka selesailan transaksi di perpustakaan dan kita bisa membawa buku yang kita pinjam.

Image
Image
Ini mesin pengembalian buku. Buku yang akan kita kembalikan tinggal kita masukan ke lubang kotak yanga ada di dinding. Praktis bukan?

Ayo, selama buku adalah benar benar jendela dunia tak ada salahnya kita menggemari datang ke ke perpustakaan, nyaman, mudah dan gratis, hahahaha.

Advertisements

One thought on “Perpustakaan – Library – Bibliotheek

  1. Pingback: Taal Cafe di Perpustakaan Pusat Rotterdam | The days of Yayang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s